ISTRI KECIL CEO MAFIA

ISTRI KECIL CEO MAFIA
Episode 12


__ADS_3

Kenan dan Rara menuju kamar Kenan untuk membantu Kenan bersiap-siap berangkat kerja.


“Rara aku mau ngomong sesuatu sama kamu” kata Kenan.


“apa mas?” tanya Rara penasaran


“kamu mencintai aku?” tanya Kenan langsung.


Semalaman ia berpikiran apakah Rara mencintainya seperti ia mencintai Rara, ia sangat berharap Rara menerima perasaannya.


“emmm, aku.. “ gantung Rara.


“katakanlah aku tidak akan marah padamu” suara lembut Kenan, membuat hati Rara bergetar.


“sebenarnya aku tidak tau mas yang aku tau aku tak bisa jauh darimu, aku tidak tau sejak kapan perasaan ini yang jelas aku nyaman berada di dekatmu” tunduk Rara malu-malu.


“coba katakan lagi sayang” raut wajah Kenan telah memancarkan kebahagiaan tersendiri, mendengar pujaan hatinya merasa nyaman berada didekatnya.


“aku tidak mau mengulanginya lagi” tolak Rara rona wajahnya sudah memerah dari tadi.


“sayang, aku sangat mencintaimu aku tidak tau sejak kapan rasa ini ada. Tapi aku janji padamu aku akan membuatmu bahagia” peluk Kenan kepada Rara sambil membisikan kata-kata cinta.


“aku mencintaimu Rara” bisik Kenan di telinga Rara lagi.


Rara yang mendengar Kenan menyatakan cinta padanya, ia sangat bahagia. Ia tidak menyangka orang yang selama ini ia bilang monster dan menyebalkan adalah orang yang membuat ia merasa sangat nyaman.


“aku rasa aku juga mencintaimu Kenan, terima kasih untuk segalanya” kata Rara dalam hatinya.


Kenan tidak melepas pelukannya pada Rara, rasanya saat ini ia hanya ingin memeluk Rara.


“mas tidak kerja, katanya mas ada meeting?” tanya Rara yang masih di peluk Kenan.


“aku jadi malas berangkat kerja sayang, aku ingin selalu di dekatmu” manja Kenan kepada Rara.


“kalau kamu nggak kerja nanti gimana masa depan kita mas, ayo berangkat kerja aku akan menyiapkan keperluanmu” Rara mencoba melepaskan pelukan Kenan.


“sebentar lagi sayang” semakin mengeratkan pelukannya, kini kepalanya sudah berada di ceruk leher Rara dan mengendus-ngendusnya seperti anak laki-laki yang sedang di gendong mamanya.


“berangkat atau aku tidak mau lagi berbicara padamu” ancam Rara dengan suara sedikit meninggi.


“ish.. kamu ini, aku kan Cuma mau bermanja-manja denganmu” Kenan mulai merajuk kepada Rara.


“hahaa.. bayi besarku ini sangat manja rupanya” Rara mengusap-usap kepala Kenan.


Kenan yang diperlakukan seperti itu, tiba-tiba kakinya menjadi tidak bertulang. Rasanya ia mempunyai sayap di punggungnya dan akan terbang karena perlakuan Rara yang membuat hatinya berbunga-bunga.


“nanti kita bermanja-manja lagi ya bayiku, sekarang berangkat ke kantor ya” suruh Rara dengan suara lembutnya. Kenan yang mendengar suara Rara hanya mengangguk-ngangguk saja.

__ADS_1


“aaa, inikah rasanya jatuh cinta. Ini benar-benar membuatku gila” kata Kenan dalam hatinya.


“sayang nanti kita kembali ke mansion ya, nanti kamu dijemput mang Ujang. Aku berangkat ke kantor bawa bareng Hen saja” kata Kenan sambil mengusap-usap pipi Rara. Rara yang tangannya saat ini sibuk merapikan kemeja dan dasi Kenan hanya tersenyum mendengar perkataan Kenan.


“baiklah sudah selesai, sekarang mas berangkat ya”


“baiklah sayang”


Cup...


Kenan mencium kening Rara, Rara hanya tersenyum mendapati perlakuan Kenan padanya. Mereka berjalan keluar kamar dengan bergandengan tangan, senyum terukir di wajah keduanya. Sambil menuruni anak tangga satu-persatu, sesekali Kenan melirik ke samping melihat wajah orang yang sangat dicintainya ini. Hingga sampailah mereka berdua di pintu keluar.


“sayang aku berangkat dulu ya, nanti mang Ujang akan kesini sebentar lagi” kata Kenan pada Rara lembut.


“ia mas, hati-hati di jalan” senyum Rara pada Kenan.


“siap komandan” kata Kenan, yang langsung membuat Rara tertawa.


“hahah... pergilah mas, kasihan Hen sudah menunggu di mobil dari tadi” Rara mendorong tubuh Kenan pelan bermaksud agar Kenan cepat berangkat agar tidak telat.


“da...da... sayang” lambai tangan Kenan pada Rara, Rara membalas lambaian tangan Kenan padanya.


Mobil yang dibawa oleh asisten pribadi Kenan itu keluar dari halaman mansion keluarga Adnanjaya, Rara yang sudah tak melihat mobil Kenan lagi segera masuk ke mansion. Sambil menunggu kedatangan mang Ujang yang akan menjemputnya, ia ke dapur untuk membuat kue sambil mengusir kebosanannya.


“ada yang bisa saya bantu nona?” tanya pelayan.


“tidak usah mbak, aku bisa sendiri kok. Oh ya bahan-bahan untuk membuat kue dimana mbak?” tanya Rara.


“baiklah terima kasih, mbak lanjutkan pekerjaan mbak aja aku bisa membuatnya sendiri mbak”


“baiklah nona, saya permisi”


Pelayan berlalu meninggalkan Rara yang sibuk membuat adonan kuenya, ia berencana membuat kue Rainbow cake and cupcake. Ia yang sudah terbiasa membuat kue-kue itu tidak membutuhkan waktu lama membuatnya, aroma kue yang sangat menggugah selera.


Mimom Kenan yang sangat lapar mencium aroma kue buatan Rara langsung menuju sumber dimana kue tersebut berada.


“hemm.. baunya sangat enak nak” kata mimom Kenan menghampiri Rara.


“eh mimom, ini aku sedang membuat kue. Aku tidak tau kue kesukaan orang rumah ini jadi aku buat ini dulu mom” kata Rara sambil menata-nata kuenya di atas piring-piring.


“apakah kau yang membuatnya sayang?” tanya mimom Kenan tidak percaya bahwa calon menantunya ini bisa membuat kue.


“iya mom” senyum Rara.


“wahh.. Kenan tidak salah pilih calon istri, sudah cantik pintar masak lagi” puji mimom.


“terima kasih mom”

__ADS_1


Mimom Kenan langsung mencoba kue buatan Rara, ia sangat menyukainya. Kue buatan Rara terasa sangat pas di lidahnya bahkan kue langganannya saja kalah. Rara hanya tersenyum melihat calon mertuanya sangat lahap memakan kuenya.


Rara menyajikan beberapa piring kue meja makan, calon mertuanya dari tadi sudah menghabiskan dua piring sambil duduk di meja makan.


“oh ya nak, kamu nanti akan kembali ke mansion Kenan ya?” tanya mimom Kenan.


“ia mom”


“baiklah besok beritahu Kenan kalian akan fitting gaun di butik teman mimom ya”


“ia nanti aku akan memberitahunya mom”


Setengah jam Rara dan mimomnya saling bercengkrama menceritakan masa kecil Kenan.


“maaf nyonya besar dan nona muda, di depan sudah ada mang ujang ingin menjemput nona” bik iem menghampiri dua orang majikannya yang sedang asik bercerita itu.


“baik bik, terima kasih” kata Rara.


“mom, aku pamit dulu ya” kata Rara kepada calon mertuanya itu.


“baiklah kamu hati-hati ya sayang, nanti kapan-kapan kita buat kue bersama”


“ia mom”


Mimom Kenan mengantar calon menantunya sampai ke depan pintu, dan melambaikan tangan kepada Rara.


Mobil mewah itu meninggalkan mansion keluarga Adnanjaya, sepanjang perjalanan Rara merasa sangat bahagia karena merasa punya keluarga dengan perlakuan harmonis keluarga Kenan. Hingga sampailah ia di mansion Kenan, pintu mobil di bukakan oleh mang Ujang.


“terima kasih mang” kata Rara tersenyum.


“sama-sama nona”.


Seminggu setelah pertemuan Rara dan keluarga Kenan, mereka sepakat mempercepat pernikahan Kenan dan Rara. Seperti saat ini Rara terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pernikahannya begitupun Kenan yang terlihat tampan dengan setelan tuxedonya. Kenan dan Rara menikah secara tertutup hanya beberapa kerabat dan rekan bisnis Kenan yang tau, dan pernikahan merekapun dilaksanakan di mansion Kenan. Setalah sah menjadi suami istri kini Kenan da Rara masuk ke dalam kamar mereka.


"sayang aku sangat bahagia, akhirnya kita bisa sah menjadi suami istri"


"iya mas, aku juga sangat-sangat bahagia" ucap Rara dengan mata berbinar.


Kenan memeluk Rara erat menyalurkan perasaannya.


"Baiklah, ayo kita istirahat. aku tau kamu pasti lelah" Ajak Kenan.


"Iya mas, selamat malam"


"selamat malam sayang" Kenan mengec*p kening Rara, dan mereka tertidur saling berpelukan.


Bersambung...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT YA GUYS..


//TBC//


__ADS_2