ISTRI KECIL CEO MAFIA

ISTRI KECIL CEO MAFIA
Episode 13


__ADS_3

Setelah pernikahan mereka kemarin, hubungan Kenan dan Rara semakin romantis. Seperti saat ini, Rara sedang menyiapkan berbagai masakan untuk suaminya sambil menunggu Kenan pulang kerja.


“bik bantu aku menyiapkan makanan untuk suamiku” Rara meminta tolong kepada pelayan


“baik nyonya”


Rara memasak makanan sederhana hari ini. Ya Rara hanya memasak sambal terasi ditambah tempe dan pelengkap lainnya seperti terong, kacang panjang, daun singkong yang direbus. Selain itu Rara juga memasak sayur asam, cah kangkung telur puyuh dan opor ayam.


“ha...” Rara menghembuskan nafasnya, akhirnya makanannya siap juga


“semoga suamiku suka” Rara tersenyum sambil menatap hasil masakannya


“bik tolong bantu membawa ke meja makan bik” bibi pun bergegas mendengar perintah nyonya mereka dibantu pelayan yang lainnya.


Bermacam-macam hidangan makanan sederhana telah tertata rapi dan cantik tinggal menunggu suaminya pulang dan mereka makan bersama. Rara merasa badannya lengket karena keringat ia bergegas untuk mandi dan berdandan untuk menyambut kedatangan suaminya.


“bik makanan yang lebih di wajan di bagikan saja sama pelayan-pelayan yang lain ingat harus habis bik ya” sebelum Rara pergi dari dapur menyuruh para pelayan untuk memakan makanan yang mereka masak tadi


“baik nyonya” para pelayan sangat bersyukur mendapatkan majikan yang baik seperti nyonya mereka yang mau berbagi kepada pelayan seperti mereka


“kita sangat beruntung mendapatkan nyonya yang sangat baik seperti nyonya Rara” bibi berkata dengan rasa bersyukur kepada para pelayan yang lainnya


“iya nyonya sangat baik bik”


Jam 19:00 ...


Suara mobil terdengar di depan mansion mewah ini. Siapa lagi kalau bukan Kenan, hari ini ada meeting di luar kota sehingga ia pulang malam, seharusnya ia pulang jam 5 sore tadi. Para pelayan menyambut kedatangan tuan mereka.


“selamat datang tuan” ucap para pelayan


“dimana istriku?’ tanya Kenan saat tidak melihat istrinya


“nyonya Rara sedang berada di kamarnya tuan” ucap salah satu pelayan


Kenan segera bergegas mendengar apa yang dikatakan pelayan nya.


“Rara sayang” Kenan sedikit berteriak memanggil nama istri tercintanya itu


“ada apa sayang” Rara keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dengan mengenakan dress rumahan. Kenan tiba – tiba saja memeluk Rara.


“aku rindu” Kenan memeluk Rara menyalurkan kerinduannya


Rara membalas pelukan suaminya itu, mengapa hari ini Kenan terlihat lebih manja dan yang pasti terlihat manis di mata Rara.

__ADS_1


“katakan ada apa suamiku ini tiba – tiba saja bilang rindu” Rara berkata dengan masih memeluk Kenan


“hanya rindu saja, memang tidak boleh”


“baiklah kau menang” Rara tiba – tiba saja melepaskan pelukan Kenan dan mengusap wajah tampan suaminya itu.


Cup...


Rara tiba – tiba saja mencium pipi kiri Kenan. Kenan terkejut dengan inisiatif Rara yang menciumnya walaupun cuman di pipi itu bisa membuat Kenan merasa senang.


“mau lagi” ucap Kenan sambil memajukan bi**rnya di depan wajah Rara


“dasar” Rara hanya mendorong pelan tubuh Kenan ia sangat malu saat ini, ia juga tidak tahu mengapa ia menjadi agresif.


“sana mandi kamu bau” Rara bercanda sambil menutup hidungnya


“bau..” Kenan mencoba mencium aroma tubuhnya sendiri. tetapi tidak bau sama sekali


“kamu mengerjaiku ya, awas ya..” Kenan tiba – tiba saja menggelitik perut istrinya


“ha ha ha... sudah ha ha ini geli sayang sudah” Rara tertawa terbahak – bahak


“geli.. rasakan ini” bukannya berhenti Kenan malah semakin menjadi – jadi saja


“baiklah kelinci kecilku sekarang kamu aman tapi lihat saja nanti” Kenan tiba – tiba saja menjadi seperti serigala yang kelaparan menatap Rara yang sangat cantik malam ini


“maksudnya?” tanya Rara bingung


Kenan tidak menjawab pertanyaan Rara dan langsung saja pergi meninggalkan Rara yang bingung dengan apa yang dikatakan suaminya itu.


Kenan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sambil menunggu Kenan selesai mandi Rara menyiapkan pakaian untuk suaminya.


15 menit kemudian...


Kenan keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya, dia terlihat sangat seksi di mata Rara dengan roti sobeknya itu.


“tutup mulutmu sayang nanti naga bisa masuk” Kenan tertawa melihat ekspresi wajah Rara yang entah mengapa sangat terlihat menggemaskan di mata Kenan. Rara buru – buru saja menutup mulutnya, karena malu.


“iiii menyebalkan” Rara merajuk dengan Kenan dengan memajukan bi**rnya sudah seperti bebek saja


HAHAHAHA ADA SAJA MIMIN INI


Kenan memeluk dari belakang tubuh kelinci kecilnya yang merajuk ini. Ia mendusel – duselkan rambutnya yang setangah basah di leher Rara. sontak Rara terkejut dengan tindakan Kenan

__ADS_1


“iiii ini kenapa, jangan peluk-peluk. Nih rambutnya di keringkan dulu” Rara jadi g**li sendiri dengan tingkah Kenan


“keringian” dengan menatap wajah imut istrinya ketika merajuk seperti sekarang ini


“baiklah bayi besarku” Rara tiba – tiba saja membalikan tubuhnya dan menuntun Kenan keranjang untuk memudahkannya.


Sekarang Kenan dan Rara sudah berada di ranjang mereka. Posisinya tepat berada di belakang Kenan dengan handuk di tangannya dan memulai ritual mengeringkan rambut bayinya ini.


“sudah.. sekarang pakai bajumu sayang kita akan turun untuk makan malam” Rara sudah menyelesaikan tugasnya, selanjutnya ia akan mengajak Kenan makan menikmati masakan kesukaannya. Ya Rara sangat menyukai masakan sederhana seperti di desa.


“baiklah nyonya Kenan” Kenan segera bergegas memakai pakaian yang telah disiapkan istrinya


“eh.. mau ngapain” Rara tiba – tiba saja menutup wajahnya menggunakan tangan karena terkejut dengan aksi Kenan yang memakai pakain di depannya


“memakai pakaianku sayang, memang kenapa?” tanya Kenan bingung dengan alis menyerngit


“sana ganti pakaian jangan di hadapan ku juga” Rara gugup walaupun di depannya ini adalah suaminya tetapi ia tetap merasa malu – malu kucing.


“nanti kamu juga akan merasakannya sayang” Kenan tetap melanjutkan memakai pakaiannya tanpa memperdulikan Rara. ia tersenyum dalam hati karena berhasil mengerjai istrinya itu


“tunggu nanti malam kelinci kecil” Kenan mulai merencanakan sesuatu kepada istrinya.


“dasar” Rara mendengus kesal dengan tingkah kenan tersebut


Setelah beberapa menit mereka keluar dan menuju meja makan


“sayang mau makan apa?” tanya Rara kepada suaminya


“aku mau semuanya aja sayang, aku mau merasakan apakah masakan istriku ini enak”


“baiklah tuan” ucap Rara


“eh... udah berani panggil tuan lagi ya” Kenan mulai kesal dengan apa yang dikatakan Rara


“enggak kok sayang” Rara tiba – tiba saja mengedipkan matanya untuk Kenan


“awas kamu” Kenan sangat menyukai tingkah genit istrinya itu.


Mereka mulai memakan makanan yang telah dimasak Rara di bantu pelayan tadi.


“wahhh... enak sekali sayang, besok masak kayak gini lagi ya?’


TBC//

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA GUYS


__ADS_2