ISTRI KECIL CEO MAFIA

ISTRI KECIL CEO MAFIA
Episode 18


__ADS_3

Setelah memakan es krim itu, Kenan langsung saja mengeluarkan uangnya dan meletakkan di atas meja.


Sekitar 15 uang merah yang dikeluarkan Kenan untuk membayar es krim itu. Setelah itu mereka ke tempat selanjutnya. Ya selanjutnya mereka akan shoping sesuai keinginan Kenan.


Saat mereka berjalan tiba-tiba saja...


Aw...


“Kamu nggak papa sayang” Kenan membantu Rara bangkit


“enggak kok sayang” kata Rara


“eh kamu kalau jalan lihat – lihat dong” ucap wanita yang ditabrak Rara


Ya saat mereka berjalan meninggalkan restoran tadi Rara tidak sengaja menyenggol seseorang dan akhirnya terjatuh.


Kenan yang mendengar wanitanya di bentak langsung saja emosi.


“kau...” belum selesai Kenan mengucapkan kata – katanya ia langsung kaget siapa yang ditabrak istrinya


“Bianka” ucap Kenan lirih


“Kenan.. ini kamu sayang” Bianka terkejut saat melihat Kenan ada di depannya kini


Kenan langsung saja menarik tangan Rara dan meninggalkan tempat itu.


“sayang tadi siapa?” tanya Rara


“bukan siapa – siapa” jawab Kenan singkat


“kalau bukan siapa – siapa kenapa manggil kamu sayang?” tanya Rara penasaran


“bukan siapa – siapa udah jangan dibahas lagi” suara Kenan mulai meninggi


Rara yang melihat raut wajah Kenan yang tiba – tiba berubah dan suara Kenan yang tiba – tiba meninggi hanya menundukkan kepalanya saja.


“sayang.. maaf” Kenan tersadar dia sudah membentak istrinya


“dia hanya teman, oke” Kenan menangkup wajah Rara dan mencoba meyakinkan istrinya bahwa wanita yang mereka temui tadi hanya teman Kenan.


“aku baru tau kamu punya teman wanita” jawab Rara


“dia teman saat aku kuliah di Amerika dulu sayang. Sudah jangan dibahas lagi sekarang ayo kita belanja” Kenan mencoba mengalihkan pembicaraan


Rara yang mendengar penjelasan Kenan mencoba untuk percaya.


“baiklah, ayo” Rara tidak mau memperpanjang masalah.


“mungkin benar kata Kenan mereka hanya teman” Rara mencoba meyakinkan hatinya


Setelah itu mereka masuk di salah satu toko perhiasan. Pelayan toko tersebut langsung saja menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


“selamat datang tuan nona” kata pelayan itu


“hemm... aku mau koleksi terbaru dan termahal dan limited di toko ini” kata Kenan


“sayang perhiasan ku banyak di rumah kita cari yang beli yang lain saja” cicit Rara pelan


Kenan tidak menggubris perkataan Rara, dia tetap menyuruh pelayan itu untuk mengambil barang yang dimintanya.


“ini tuan, ini adalah koleksi terbaru di toko kami”


Sebuah kalung cantik dan terlihat sangat indah diperlihatkan pelayan toko itu. Rara yang melihat itu langsung saja terpesona. Kenan yang melihat ekspresi Rara yang sepertinya menyukai kalung itu langsung saja membelinya.


“aku ambil yang ini” Kenan langsung mengeluarkan black card dari dompetnya


“baik tuan” pelayan itu pun langsung mengemas kalung yang diinginkan Kenan.


“ini tuan, terima kasih “ ucap pelayan itu ramah


“hem” Kenan hanya berdehem saja


Rara yang bingung mengapa Kenan tidak menanyakan harga kalung itu pun berinisiatif menanyakan harganya.


“mbak kalung ini berapa harganya” tanya Rara menentang kalung yang sudah dikemas cantik oleh pelayan itu.


“4 miliar nona” jawab pelayan itu


Sontak mendengar harga kalung itu buru-buru Rara melepaskan tote bag yang berisi kalung itu di etalase toko itu.


“nggak jadi mbak” ucap Rara spontan setelah meletakkan barang yang telah dibeli oleh suaminya


“sayang.. nanti uang kamu habis, bagaimana?” Rara cemas sambil menatap wajah suaminya yang melongo akan tingkah absurd Rara


Buru – buru Kenan mengambil Barang yang baru saja Rara letakkan.  Kenan langsung menarik tangan Rara dan meninggalkan toko perhiasan itu.


“sayang kenapa di ambil” kata Rara lagi


“sudahlah sayang uangku tidak akan habis hanya karena membeli kalung ini. Aku ini kaya raya sayang” Kenan sombong


“tapi sayang” belum selesai Rara berkata Kenan langsung saja memotong


“udah.. hitung – hitung buat ngurangin limit uang aku” ucap Kenan lagi


Selanjutnya mereka menuju toko tas dan sepatu. Rara hanya melongo pusing dengan belanjaannya ini apalagi ketika melihat harganya. Tetapi memang dasarnya belanja dengan orang kaya ya begini. Bukan Rara yang memilih semuanya, ya Kenan lah yang memilih yang cocok untuk istrinya.


Saat ini mereka berada di toko gaun. Kenan memilih gaun yang sekiranya cocok untuk istrinya.


“sayang kamu coba semua ini ya” tunjuk Kenan pada setumpuk baju yang dibawa pelayan. Ada sekitar 10 gaun yang harus di cobanya.


“se..semua ini” kata Rara memastikan apa yang didengarnya


“ya” kata Kenan tersenyum

__ADS_1


Rara hanya menuruti apa yang dikatakan Kenan. Ia masuk ke dalam ruang ganti di temani satu orang karyawan toko yang akan membantunya.


Gaun ke-1


Rara keluar, gaun yang dikenakan Rara model terbelah di bagian pahanya dan tali spaghetti di bahunya. Sehingga terlihatlah paha mulus Rara dan bahu indahnya. Rara keluar dengan gaya centil. Kenan yang melihat itu langsung saja tersedak air ludahnya sendiri.


“uhuk” Kenan melihat penampilan Rara yang menurutnya sangat seksi


“Ganti” titah Kenan


Rara hanya mendengus kesal dengan komentar Kenan yang langsung menyuruhnya ganti.


“ish.. nyebelin”


Rara tetap menurut dengan perintah Kenan.


Gaun ke-2


Gaun itu bermotif bunga – bunga dan tak berlengan dan jangan lupakan bahwa gaunnya memiliki belahan da*a rendah.


“ganti” kata Kenan lagi


Gaun ke-3, ke-4 dan seterusnya hingga gaun terakhir. Kenan hanya menyuruhnya ganti, ganti dan ganti.


“aku capek tau dari tadi kamu menyuruh aku gonta, ganti dan ganti terus” Rara mulai mengeluh dengan tingkah Kenan. Bukannya ia yang memilih gaun-gaun itu.


“kamu terlihat aneh sayang” kilah Kenan.


Wajah Rara sudah frustasi.


“terserah” kata Rara ketus


“mbak bungkus semua yang dicoba istriku tadi dan tambah dengan baju itu” Kenan menunjuk salah satu gaun seperti linge**a . ya itu memang gaun malam yang sangat *****.


“baik tuan” kata karyawan itu


“dan untuk gaun itu kirim sebanyak 5 warna yang berbeda ke alamat ini” ya Kenan memberikan kartu namanya kepada karyawan toko itu.


karyawan toko yang melihat nama yang tertera di kartu nama itu langsung saja gugup.


“baik tuan muda” karyawan toko itu tidak menyangka bahwa pemilik mall ini akan berbelanja di toko ini bersama istrinya.


Setelah memberikan kartu namanya Kenan bergegas meninggalkan toko itu dengan di gendong ala bridal style istrinya yang terlihat kelelahan.


“sayang turunkan aku” kata Rara malu mencoba turun dari gendongan Kenan.


“jangan bergerak sayang nanti jatuh” kata Kenan lagi.


Disisi lain ada sepasang mata yang melihat interaksi keduanya...


TBC///

__ADS_1


SIAPA YANG MENGUNTIT MEREKA?...


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT GUYS


__ADS_2