ISTRI KECIL CEO MAFIA

ISTRI KECIL CEO MAFIA
Episode 9


__ADS_3

“sama-sama nak, kok jadi sedih begini sih. Hari ini kan hari bahagia nya kalian” sahut mimom.


“iya, kapan kamu akan menikahi Rara, ken?” tanya papa Kenan.


“secepatnya pa” kata Kenan sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.


“secepatnya, kapan?” kini giliran mimom Kena yang bertanya,


“minggu depan mom”


Rara yang terkejut dengan perkataan Kenan tidak sengaja tersedak,


Uhuk..uhuk..


Dengan sigap Kenan langsung memberikan Rara minuman.


“terima kasih” ucap Rara.


“makanya, kalau makan pelan-pelan” sahut Kenan khawatir.


“maaf, aku hanya reflek karena perkataanmu”


“memangnya kenapa, toh kita juga sudah sepakat kan sayang” Kenan memanggil Rara dengan sebutan sayang supaya orang tua Kenan tidak curiga.


“ehh.. iya maaf aku lupa” senyum dipaksakan Rara untuk Kenan.


“tidak apa-apa aku mengerti”


“berarti minggu depan kalian akan menikah, bagaimana persiapannya?” tanya mimom Kenan.


“bukannya mimom tidak setuju, hanya saja ini pernikahan putra mimom satu-satunya apalagi kamu pewaris Adnanjaya group yang jelas pernikahannya harus mewah dong!” tambah mimom Kenan yang mulai cerewet.


“iya mom aku tau, dan aku sudah menyiapkan semuanya”


“tapi..” perkataan mimom Kenan langsung dipotong oleh papanya.


“biarkanlah sayang, Kenan pasti sudah merencanakan sejak lama. Kita hanya perlu mendukung putra kita, biarkan dia dan calon mantu kita yang menyiapkan segalanya. Lagian ini pernikahan mereka” jawab papa Kenan lembut kepada istrinya.


“tapi pa, aku ini mimomnya, aku ingin yang terbaik di hari bahagia putra kita” kekeh mimomnya Kenan.


“baiklah, terserah mimom saja” jawab papa Kenan, dia pasti akan mengalah jika istrinya sudah merengek seperti itu kepadanya.


“oke, kalau begitu lusa kalian fitting gaun ya di butik temannya mimom, nanti mimom yang akan hubungan tante Risa” ucap mimom Kenan dengan raut bahagia.


Rara hanya tersenyum mendengar keluarga Kenan yang merencanakan segalanya tentang pernikahan mereka, ia hanya mengangguk jika mimom Kenan menanyakan pendapatnya.


“sayang kamu mau acaranya indoor atau outdoor?” tanya mimom Kenan pada Rara.

__ADS_1


“aku ngikut mas Kenan aja mom” jawab Rara malu-malu manggil Kenan dengan sebutan mas, mana mungkin ia memanggil Kenan dengan namanya itu sangat tidak sopan mengingat status mereka yang sebentar lagi akan menjadi suami istri.


Kenan yang mendengar Rara memanggilnya dengan sebutan mas hanya senyam-senyum sendiri.


“boleh juga aku dipanggil mas, terdengar romantis” pikir Kenan.


“bukan begitu kan mas?” tanya Rara kepada Kenan yang sibuk melamunkan panggilan baru Rara pada dirinya.


“mas..mas” panggil Rara berulang kali.


“eh..iya” jawab Kenan gugup, padahal ia tidak tahu apa yang ditanyakan Rara padanya.


“iya, apa mas?” tanya Rara lagi.


“memangnya kamu nanya apa sayang?” rayu Kenan.


“cih.. ternyata dari tadi dia tidak mendengarkanku menyebalkan sekali” dalam hati Rara.


“kamu mau acara pernikahannya indoor atau outdoor?” giliran mimomnya Kenan yang bertanya.


“indor aja mom, aku tidak mau nanti istriku kepanasan” goda Kenan sambil mengedipkan salah satu matanya Pada Rara.


Rara yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kenan, mukanya langsung memerah seperti kepiting rebus.


“apa-apaan sih monster ini, kelilipan naga Kayaknya” dalam hati Rara.


“rupanya dia bisa malu juga, baru ku goda sedikit pipinya langsung memerah apalagi kalau sampai lebih dari itu pasti sangat lucu” pikir Kenan yang melihat pipi Rara yang memerah akibat ulahnya.


“tidak perlu mom, aku sudah serahkan semuanya pada Hen biarkan saja dia yang mengurusnya, mimom cukup istirahat saja jangan terlalu capek ingat kesehatan mimom” tolak Kenan halus yang mendengar mimomnya ingin mengatur semuanya.


“tidak mimom yang akan mengurusnya, ini pernikahan anak mimom satu-satunya mimom tidak mau semuanya tidak sempurna!” kekeh mimom Kenan.


“bagaimana jika mimom mengawasi saja kinerja WO yang sudah disewa Hen” tawar Kenan lagi.


“tapi mimom mau semuanya mimom yang atur” kini mimom Kenan telah mengeluarkan jurus andalannya, yaitu merengek seperti anak kecil saja.


“huhhh.. baiklah tapi ingat jaga kesehatan mimom” Kenan menghembuskan nafas panjang ia tidak akan bisa menolak mimomnya jika begini.


“terima kasih putra ku tersayang” peluk mimom Kenan kepada Kenan hangat.


“hem..” Kenan membalas pelukan mimomnya.


“Kenan sangat beruntung mendapatkan orang tua yang sangat menyayanginya tidak seperti aku” dalam hati Rara dengan mata yang mulai berkaca-kaca sambil melihat perlakuan harmonis Kenan dan mimomnya.


Kenan yang sejak tadi memperhatikan Rara, merasa aneh dengan sikap Rara yang sebentar-sebentar senyum sebentar-sebentar lagi sedih. Tetapi kali ini ia bisa melihat dengan jelas raut wajah sedih Rara yang ditunjukan dengan matanya yang akan mulai menangis.


“kamu kenapa sayang?” tanya Kenan langsung merangkul Rara.

__ADS_1


“tidak aku hanya merindukan keluargaku” jawab Rara bohong.


“jika kau merindukan mereka, kau bisa menemui mereka bersama Kenan sayang” saran mimom Kenan.


“iya ajaklah Kenan menemui keluargamu nak” kali ini papa Kenan turut bersuara.


“apakah kau ingin menemui mereka sayang, katakanlah!” tanya Kenan.


“tidak, aku tidak apa-apa” jawab Rara lesu.


“baiklah jika kau merindukan mereka jangan sungkan bilang pada Kenan ya sayang”jawab mimomnya Kenan.


Kenan yang mengetahui yang sebenarnya terjadi hanya diam saja tidak berniat memberitahu keluarganya ia tidak mau papa atau mimomnya tidak merestui ia dan Rara, bagaimanapun saat ini Kenan merasa tidak ingin jauh dari Rara, tetapi ia sendiri tidak tahu apa yang dia rasakan.


“aku tidak akan membiarkanmu bersedih lagi Rara, apalagi karena keluargamu yang membuangmu” janji Kenan dalam hatinya.


Acara makan malam keluarga pun telah selesai begitu juga rencana pernikahan Kenan dan Rara yang telah diambil ahli oleh mimomnya.


“baiklah mom, aku pulang ke mansion ku dulu kasian Rara juga sudah mengantuk kelihatannya” kata Kenan.


Ia sekarang sudah pukul 22:47 WIB, tidak terasa mereka mengobrol sangat lama.


“kalian menginap disini saja, kasian Rara pasti dia kecapean” tawar mimom Kenan.


“tapi mom, besok aku ada meeting dengan client” tolak Kenan.


“kamu bisa berangkat dari sini, kamu juga sudah lama tidak menginap dirumah mimom, kamu tau mimom sangat kesepian” wajah mimom Kenan mulai bersedih.


“baiklah mom, kami akan menginap. Ya kan mas?” tanya Rara sambil tersenyum manis, Kenan yang melihat senyum manis Rara langsung mengangguk.


“oke, nanti biar mimom suruh bik iem menyiapkan kamar kamu ya nak” kata mimom Kenan pada Rara mengingat mereka belum boleh tidur bersama bagaimanapun mereka belum menikah ia tidak ingin hal yang tidak-tidak terjadi di keluarganya.


“terima kasih mom” jawab Rara.


Mimom Kenan langsung memanggil bik iem.


“bik..bik”


“iya nyonya, ada apa” tanya bik iem yang datang dari arah dapur.


“tolong siapkan kamar untuk calon menantu saya ya bik”


“baik nyonya”


Bersambung...


MAAF UDAH GAK UPDATE BEBERAPA HARI YA GUYS.. SOALNYA LAGI SIBUK.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT AGAR AKU TAMBAH SEMANGAT UPLOADNYA.


//TBC//


__ADS_2