
“Sayang..” Kenan membuka pintu kamar mereka. Dan melihat Rara sedang tertidur di ranjang mereka
“Sayang” panggil Kenan lirih. Dia mendekat dan membelai kepala Rara dengan sayang
Cup...
Kenan mengec*p kening Rara. dipandangnya kekasih hatinya itu, betapa beruntungnya ia mendapatkan istri yang baik seperti Rara.
“aku mencintaimu sayang. Sangat mencintaimu” Kenan menyatakan cinta sambil memandang wajah Rara yang masih tertidur dengan lelap.
Setelah mengatakan itu, Kenan bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan nanti bergabung bersama istri tercintanya.
15 menit kemudian...
Kenan keluar dengan handuk melilit di pinggangnya dan dadanya yang kekar dibiarkan terbuka saja. Dilihatnya istrinya masih bergelung dengan mimpi indahnya. Dia bergegas menuju walk in closet untuk memakai pakaian. Setelah memakai pakaiannya dia mendekat ke ranjang mereka.
“hem.. apakah begitu lelahnya kamu sayang. Sehingga aku selesai mandi pun kamu belum bangun” Kenan saat ini tengah memandang Rara dengan tubuh miring dan menjadikan satu tangannya sebagai tumpuan dan tangan yang lainnya membelai rambut Rara.
“kamu tau, aku sangat bahagia saat ini sayang” Kenan mulai bercerita kepada Rara
“aku tidak menyangka pertemuan kita waktu itu adalah langkah awal bagi kita” Kenan masih bercerita dengan membelai sayang rambut Rara
“aku yang dingin dan tak percaya akan cinta, karena masa laluku” Kenan mulai mengingat dulu dia begitu dingin setelah di tinggalkan kekasihnya yang sangat dicintainya, tapi itu dulu sekarang sudah ada Rara istrinya yang membuat ia mengenal cinta dan membuat hidupnya bahagia.
“aku belum berani menceritakan masa laluku, aku tidak mau membuatmu cemburu dengan masa lalu sayang” Kenan mulai menatap sendu wajah Rara yang sedang terlelap
“aku sangat mencintaimu dan aku mohon jangan tinggalkan aku sayang” Kenan meneteskan air matanya, rasa takut ditinggalkan mulai menyergap ke dalam hatinya.
Tes...
Rara mulai terusik dengan suara Kenan. Dia mengerjapkan mata indahnya
“emmmm...” Rara mulai bangun dan melihat wajah tampan yang memandang ke arahnya
“sayang kamu sudah pulang?” tanya Rara, bingung dan melihat jam masih pukul 4 sore.
“tumben pulang cepat sayang?” tanya Rara lagi
“Dan kenapa matamu berkaca – kaca sayang kamu nangis” Rara melihat mata Kenan yang sepertinya habis menangis
“aaa... enggak kok sayang” elak Kenan
“ini tadi habis kemasukan sabun waktu mandi sayang” Kenan berbohong
“oooo... sini aku tiup biar gak perih sayang” Rara mulai meniup – niup mata Kenan
“gimana udah mendingan?” tanya Rara dengan nada khawatir
Kenan tidak mendengarkan apa yang dikatakan Rara, dia masih memandang wajah indah di depannya ini.
“sayang..”
__ADS_1
Cup...
Tiba-tiba saja Kenan mengecup bib*r Rara. Rara terkejut dengan Reaksi Kenan. Bagaimanapun ia masih belum terbiasa dengan adeg**n seperti itu.
“aku mencintaimu” ucap Kenan dan memeluk Rara dengan posisi duduk
“sangat – sangat mencintaimu sayang” Kenan memeluk erat Rara seakan takut kehilangan
Rara membalas pelukan Kenan walau ia bingung kenapa Kenan tiba – tiba saja jadi begini.
“sayang ada apa, katakan” Rara bertanya – tanya
“enggak kok sayang aku nggak kenapa – napa” Kenan mencoba meyakinkan Rara dengan menatap wajahnya
“baiklah”
“aku cuci muka dulu ya, nanti aku mau siapkan makan malam kita sayang” Rara mulai beranjak bangkit
“tunggu” Kenan memegang tangan Rara
“sini aja temanin aku biar pelayan aja yang siapin makanan kita sayang” rengek Kenan
“tapi sayang” Rara mencoba menolak. Dia mau dialah yang menyiapkan semua kebutuhan suaminya termasuk makanan yang dimakan suaminya itu.
“aku mau nyiapin makanan kita. Aku ingin suamiku yang tampan ini makan hanya dari masakan aku aja” Rara mencoba merayu Kenan dengan wajah imutnya.
“hahhh” Kenan menghela nafasnya dalam
“terima kasih suamiku” Rara berlalu sambil mengec*p pipi suaminya
Rara buru – buru cuci muka dan bergegas turun menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.
Rara dan pelayan yang lainnya mulai menyiapkan makan malam. Setelah menyiapkan makan malam ia bergegas memanggil suaminya.
“sayang.. makanannya sudah siap” ajak Rara
“baiklah sayang”
Kenan dan Rara menuju meja makan dan makan dengan khidmat diselingi canda dan tawa. Setelah makan mereka menuju kamar.
“sayang ke bioskop yuk” ajak Rara. ya tadi saat Kenan pergi kerja dia mencoba melihat – lihat di media sosialnya dan ada film terbaru
“ngapain sayang?” tanya Kenan
“ya nontonlah sayang” Rara bingung dengan pertanyaan Kenan.
“ngapain... ya kali ke bioskop mau mancing yang ada mancing keributan” Rara berkata sebal dengan Kenan dalam hatinya
“kan di rumah juga ada bioskop sayang di lantai 3” Kenan mulai mode sombongnya.
“haa..” Rara terkejut dengan yang didengarnya
__ADS_1
“bioskop di rumah sayang” tanya Rara dengan ekspresi lucu.
Kenan hanya mengangguk – anggukan kepalanya saja.
“kalau kamu mau nonton kini ke atas aja sayang” Kenan mulai mengajak Rara nonton bioskopnya di rumah saja
“tapi aku maunya bioskop yang di mall xxx sayang mau ya ya” Rara tetap mau menonton di bioskop yang dia lihat di handphonenya saja
“tapi sayang banyak orang aku nggak suka” Kenan menolak. Ia dia sangat tidak suka dengan keramaian
“sayang please.... sekali ini saja” Rara memohon dengan tangan yang dikatupkan di depan dadanya
“baiklah jika kamu memaksa tapi ini tidak gratis sayang” Kenan mulai tersenyum smirk. Dia akan meminta imbalan untuk ini
“tapi aku enggak punya uang sayang” pikir Rara, Kenan meminta uang kepadanya
“bukan uang sayang. Uangku banyak bahkan sangat banyak belum lagi aset yang lainnya” kenan mulai sombong
“sini mendekat” Kenan menginterupsi supaya Rara mendekat kepadanya.
Ya saat ini mereka berada di ranjang dengan menyandar di kepala ranjang. Rara mendekat ke arah Kenan
“aku mau semua ini sebagai imbalannya bagaimana?” Kenan menunjuk dari atas sampai bawah tubuh Rara.
Rara mulai gugup dengan gerakan tangan Kenan yang mulai membelai wajahnya dan semakin tu**n ke baw*h.
Rara hanya memejamkan matanya. Ada rasa geli dan gugup saat Kenan membel** tubuhnya.
“uhhh...” Rara mulai melenguh saat tiba –tiba saja Kenan me**amas salah satu b**itnya.
“jangan men****h sayang” Kenan mulai panas dingin dengan suara Rara
“ta...pi.. lepaska..n” suara Rara yang terbata – bata
“satu jam sayang” Kenan mulai meminta haknya dan terjadilah perang.
SKIP SKIP SKIP BAYANGIN SENDIRI AJA YA GUYS
Setelah pertempuran yang menguras tenaga itu. Kini keduanya telah membersihkan diri mereka.
“jangan merajuk begitu sayang” Kenan mulai merasa lucu dengan tingkah Rara.
“dasar mes**m” Rara kesal.
“baiklah maaf ya” Kenan mencoba merayu Rara.
LANJUT EPISODE SELANJUTNYA YA GUYS, BAGAIMANA CARA KENAN MERAYU RARA
HIHIHI.....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA.
__ADS_1