ISTRI KECIL CEO MAFIA

ISTRI KECIL CEO MAFIA
Episode 8


__ADS_3

Rara tersenyum kepada para pelayan sedangkan Kenan ia tetap dingin kepada para pelayan, Kenan memasuki rumah itu dan disambut pelukan hangat mimom Kenan.


“apakah ini calon menantuku, sayang?”


“yes, mom”


Mimom Kenan memperhatikan Rara dari atas sampai bawah, tiba tiba Mimom Kenan memeluk Rara.


“selamat datang sayang, nama kamu siapa nak?”


“Raina tante, panggil aja Rara”


“nama yang cantik seperti orangnya” puji mimom Kenan kepada Rara sambil tersenyum.


“terima kasih tante”


“jangan panggil tante, panggil aja mimom seperti Kenan. Sebentar lagi kalian akan menikah kan?” tanya mimom Kenan.


“iya mom, dan kami tidak disuruh duduk kasian calon istriku, dari tadi berdiri” kata Kenan sambil mencium pipi Rara.


Cup...


Muka Rara memerah seperti kepiting rebus, saat Kenan menyebut Kenan sebagai calon istrinya apalagi mencium pipinya.


“andai ini bukan sandiwara, pasti aku sangat bahagia Ken!” dalam hati rara.


“aaa.. iya mimom lupa, maaf ya sayang mari masuk”


“iya mom” jawab Rara.


Kenan dan Rara masuk ke mansionnya keluarga Adnanjaya, di dalam sudah ada papanya Kenan dan menyambut kedatangan putra sulung dan calon menantunya.


“apa kabar nak?” tanya papanya Kenan sambil memeluk Kenan.


“baik pa, papa apa kabar?”


“sangat baik nak, apalagi kedatangan calon menantuku” papa kenan tersenyum kepada Rara.


“ayo kita ke meja makan, pasti kalian belum makan kan?” tanya mimom Kenan.


Rara hanya menjawab dengan tersenyum dan Kenan langsung menggiringnya ke meja makan. Kenan menarik kursi untuk Rara dan mempersilahkan Rara duduk.


“silahkan duduk tuan putri” kata Kenan.


“terima kasih” sambil tersenyum.


“sok romantis sekali monster ini\, kalau tidak ada mimon dan papanya udah aku mut*la** juga ni orang” kata Rara dalam hati.


“kalau bukan karena orang tuaku, aku sangat muak bersikap romantis pada rubah licik ini” kenan juga berkata dalam hatinya.

__ADS_1


Kenan menarik kursi untuk dirinya sendiri dan duduk di samping Rara, papa dan mimomnya Kenan juga duduk di meja makan.


“oh ya, kenalkan nak ini papanya Kenan namanya Anton Adnanjaya suaminya mimom” mimom Kenan memperkenalkan papanya Kenan kepada Rara.


“dan nama mimom, Sopia” kata mimon Kenan lagi.


“iya mom”


“silahkan di makan nak, jangan malu-malu” kata mimonya Kenan.


“terima kasih mom”


Makan malam keluarga pun dimulai, tidak ada yang bersuara. Sampai papanya Kenan menanyakan tentang keluarga Rara.


“orang tuamu punya usaha apa nak?” tanya papa Kenan.


“aku hanya gadis biasa pa, keluargaku ingin aku hidup mandiri jadi aku tinggal sendiri sejak umurku 17 tahun” jawab Rara dengan menyembunyikan fakta sebenarnya.


“oh ya, sekarang kamu umur berapa nak?”


“19 tahun pa”


“wah masih muda sekali, beda jauh dengan Kenan yang umurnya sudah kepala tiga!” tawa papa Kenan.


“aku sukanya yang daun muda pa” jawab Kenan, karena secara tidak langsung papanya menertawakan dirinya yang umurnya beda jauh dengan Rara.


“ya ya ya” jawab papa Kenan.


“dia sudah dipecat pa” Jawab Kenan cepat, sebelum Rara menjawabnya.


“ya pa, sebelumnya aku hanya seorang pelayan di kafe di kota A tetapi sekarang sudah dipecat karena aku melakukan kesalahan” kata rara melanjutkan kata-katanya yang sebelumnya Kenan potong.


“memangnya kamu melakukan kesalahan apa, sayang?” kini giliran mimomnya Kenan yang bertanya.


“aku tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju pelanggan karena kaki tersandung meja mom, padahal aku sudah minta maaf bahkan aku berjanji akan mengganti jasnya. Tetapi pelanggan itu malah marah-marah sampai mau gusur kafenya” kata Rara menampilkan ekspresi sedihnya sambil melirik Kenan, yang dilirik malah menatapnya tajam.


“dasar betina, apa dia sengaja menjelek-jelekkan ku di depan papa dan mimom. Awas saja kau!!” kata Kenan dalam hati.


“kejam sekali orang itu nak, tapi kamu tidak apa-apa kan?” tanya mimom Kenan dengan khawatir.


“iya mom dia sangat kejam tapi aku tidak apa-apa mom dia hanya membentakku di depan banyak orang” kata Rara sedih.


“dasar rubah licik, tunggu saja pembalasanku!!” kata kenan dalam hatinya dan mulai emosi karena perkataan Rara.


“kurang ajar sekali orang itu, berani-beraninya membentak calon menantuku” kata mimomnya Kenan yang mulai emosi.


“iya, papa akan buat perhitungan dengannya” kata papa Kenan juga.


Glek..

__ADS_1


Kenan menelan ludahnya kasar, dia sangat takut dengan papanya karena papa Kenan orang yang sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya apalagi dengan mimomnya yang sangat menakutkan jika sedang marah bisa-bisa badannya di cakar-cakar.


“rasain kau monster jelek” Rara tertawa dalam hatinya, sambil melirik Kenan dengan senyuman kemenangan.


“cih dasar, awas saja kau. Sekarang kau tertawalah sepuasmu nanti kau akan bertekuk lutut di depanku!!” kata Kenan Dalam hati sambil tersenyum tipis.


“kamu kenal orangnya nak, biar mimom kasih dia pelajaran. Mimom akan cabik-cabik wajahnya dan mimom akan patahkan tulang-tulangnya supaya dia tidak lagi menghina calon menantu mimom ini” kata Mimom Kenan.


“awas saja jika dia menyebut namaku” kata Kenan dalam hatinya.


“biarlah mom tidak usah diperpanjang lagian aku juga tidak bekerja disana lagi dan aku sudah memaafkan orang itu”


“sok manis sekali rubah licik ini” tambah Kenan dalam hatinya.


“baik sekali kamu nak, tidak salah mimom memilihmu sebagai istrinya Kenan, bukan begitu kan pa?” kata mimom Kenan dengan menatap suaminya.


“iya ma, kita sangat beruntung mendapatkan calon menantu seperti Rara” kata papa Kenan memuji Rara.


“terima kasih pa dan mom sudah menerima aku di keluarga ini” kata Rara sambil matanya berkaca-kaca.


“mereka sangat baik kepadaku, bahkan keluargaku sendiri tidak pernah memperlakukanku seperti itu. Bagaimana jika mereka tahu bahwa ini semua hanya sandiwara, pasti mereka sangat sedih” kata Rara dalam hatinya sambil menatap mimom dan papanya Kenan bergantian.


“kamu jangan sungkan memberi tahu kami nak jika ada yang ingin menyakitimu” kata mimom Kenan.


“iya nak, kami sudah menganggapmu anak sendiri, kan sebentar lagi kalian akan menikah” tambah papanya Kenan.


“terima kasih mom, pa” kata Rara tak bisa membendung air matanya lagi.


“akting yang bagus” kata Kenan dalam hati.


“kenapa menangis nak?”


“tidak mom, aku hanya bahagia karena kalian menerimaku sebagai calon menantu kalian bukankah aku hanya gadis biasa?” tanya Rara.


“kami tidak pernah membeda-bedakan status orang nak, bagi kami mau miskin atau kaya yang penting mereka baik kami akan menerimanya nak” kata mimomnya Kenan.


“iya yang dikatakan mimommu itu benar nak” kata papa Kenan juga.


“terima kasih” kata Rara.


“sama-sama nak, kok jadi sedih begini sih. Hari ini kan hari bahagia nya kalian” sahut mimom.


“iya, kapan kamu akan menikahi Rara, ken?” tanya papa Kenan.


Bersambung...


KIRA-KIRA PERNIKAHANNYA KAPAN DAN PERNIKAHANNYA AKAN MEGAH ATAU TERTUTUP YA?


JANGAN LUPA LIKE AND COMENTNYA GUYS...

__ADS_1


//TBC//


__ADS_2