
Setelah acara suap – menyuapi, kenan dan Rara kini sedang bersantai di balkon kamar Kenan, Rara membawakan jus jeruk untuk Kenan.
“ni aku buatkan untukmu, sangat segar siang-siang seperti ini apalagi cuacanya sangat panas”
“kau tidak mencampurkan si****da kan ke dalam minumanku?”
“aku tak bisa menjaminnya”
“kauuuu...!!” kesal Kenan.
“tentu tidak, aku tidak mau calon suamiku meninggal padahal kami belum menikah”
“cih omong kosong, aku tau kau sering mendoakanku agar cepat mat* kan?”
“tidak, kau selalu berpikiran buruk tentangku”
“kenyataannya memang begitu”
“terserah kau saja, aku malas berdebat denganmu”
“itu kamu sadar”
“ya...ya... yaa”
Tidak ada yang berbicara, sampai deheman Kenan membuyarkan lamunan Rara.
Ehem..
“nanti malam ke rumah mimom ku, aku sudah berjanji akan memperkenalkan kamu sebagai calon istriku” kata Kenan.
“emmm,tapi aku “
“tidak ada penolakan, kau masih ada hutang padaku yang belum dibayar, atau..?” Kenan menggantungkan kata-katanya.
“baiklah aku mau, tapi ingat pernikahan ini harus pernikahan kontrak dan aku tidak mau ada kontak fisik antara kita“
“terserah kau saja, besok aku akan menyuruh Hen membuatkan surat kontraknya”
“terima kasih” ucap Rara sambil tersenyum manis.
“hem” Kenan hanya menjawab dengan berdehem saja, maklum sifat cueknya kambuh lagi.
“nanti akan ada madam Dolly kesini, dia akan membantumu merias dirimu” dengan muka datarnya.
“tapi, kakimu kan masih sakit, bagaimana aku tidak mungkin memapahmu disana, bisa-bisa aku dibunuh mimpimu karena aku yang membuat kakimu seperti itu”
“aku tidak apa-apa, kakiku sudah mendingan. Dan ingat jari kakiku yang sakit, bukan kakiku!!”
“sama saja, apa bedanya toh jari kaki juga termasuk dari kaki”
“tentu beda bo**h, kamu ini sekolah gak si!!” Kenan sudah mulai kesal.
“tentu saja, dan aku murid paling pintar waktu di TK dulu” bangga Rara sambil tangannya diangkat keatas dan berputar-putar..
“cih..”
“ingat nanti malam kau harus bersikap layaknya pasangan yang berpacaran di depan mimom, dan satu lagi jangan memalukan aku di sana atau hutangmu aku lipatkan biarkan sekalian kau ku laporkan ke polisi karena tak mau membayar hutangmu!!” ancam Kenan.
“baiklah my honey bebeb ayangku” Rara cekikan sendiri membuat Kenan merinding dibuatnya.
“kau tidak kesurupan kan, tawamu mengerikan?” Kenan bergidik ngeri sendiri.
“iya, aku kemasukan kunti hihihihihii...” lanjut Rara.
Byur.....
“Kenannnnnnnnnn!!!” teriak Rara rambut dan bajunya basah disiram Kenan dengan jus jeruk yang dia
pegang dari tadi tapi, belum sempat diminumnya.
“apa yang kau lakukan, ini sangat lengket, dasar monster menyebalkan” emosi Rara.
“apakah hantunya sudah pergi?”
“hantu, hantu darimana, mana ada hantu siang bolong begini!!” Rara masih dalam mode marahnya.
“tadi kamu kerasukan kan?”
__ADS_1
“kerasukan darimana, aku hanya bercanda. Kenapa kamu malah menyiramku”
“aku ingin mengusir hantunya”
“dasar monster menyebalkan”
“salah kau sendiri, bercandanya malah kerasukan, kalau mau bercanda cium aku saja” Kenan tersenyum tipis.
“cih.. aku tidak sudi”
“bilang saja kau sangat mau kan?”
“mau, mau, ku cakar-cakar juga mulutmu yang bawel itu”
“nanti kalau kau mencakar-cakar mulutku bagaimana kau bisa menciumku” ejek Kenan lagi.
“cih.. ngarep banget minta dicium” kesal Rara.
Rara berlalu meninggalkan Kenan, karena sudah tak tahan dengan tubuhnya yang lengket karena disiram kenan tadi.
Tak.. tak.. tak... tak...
Rara menghentak-hentakan kakinya, karena ia masih kesal. Sambil menuju kamarnya di sepanjang jalan dia mengumpati Kenan.
Hachihhhh...Hachihhhh... Hachihhhh... Hachihhhh..
Kenan bersin beberapa kali.
“kenapa hidungku, apakah aku mau flu” Kenan mengusap hidungnya yang terasa gatal.
“imut..” Kenan mulai melamunkan kejadian tadi, dimana ia sangat menyukai ekspresi Rara yang kesal kepadanya.
“aku tidak sabar, ingin melihat kekesalannya lagi”
KELIHATANNYA BABANG KENAN MULAI JATUH CINTA NI.. HHIHI..
Kembali ke kamar Rara.
“huhhh... aku sampai kedinginan, ini waktu terlama ku hanya untuk mandi saja” gumam Rara.
Rara menuju lemari untuk berganti pakaian, setelah berganti dia langsung menuju ranjang.
“lebih baik aku tidur saja”
1 jam kemudian
Tok..tok...tok
Rara bukannya membukakan pintu, ia malah menarik selimut dan menutup telinganya dengan bantal.
Tok..tok..tok.
“nona buka pintunya ini saya madam Dolly”
Mendengar nama madam dolly, Rara bergegas membukakan pintu ia tidak mau kena semprot Kenan
lagi karena telat ke rumah mimomnya dan membuat malu Kenan.
“ada apa madam?”
“saya yang akan membantu nona berdandan”
“tapi ini masih jam 2 madam, makan malamnya kan jam 7”
“masih banyak yang harus kita lakukan nona”
“baiklah, silahkan masuk madam”
“terima kasih nona”
Madam Dolly mulai membantu rara merias diri, dari mulai mandi yang harus pakai ini itu, pemilihan gaunnya dan masih banyak lagi. Madam Dolly merekomendasikan beberapa gaun pada rara,
“kapan selesainya madam, aku capek” keluh Rara.
“sebentar lagi nona” kata madam Dolly sambil me make up wajah Rara.
15 menit kemudian
__ADS_1
“sudah selesai nona, lihatlah”
Rara melihat pantulan wajahnya di cermin.
Cantik... satu kata yang menggambarkan Rara saat ini.
“aduh, ternyata aku cantik juga ya “ narsis rara dalam hatinya.
“bagaimana nona, apakah riasannya kurang atau berlebihan?” tanya madam.
“tidak ini sangat pas madam”
“terima kasih” kata Rara lagi.
“sudah tugas saya nona”
“kalau begitu saya permisi nona”
“saya antarkan ke depan ya madam?” tawar Rara.
“tidak usah nona“
“tidak apa-apa madam, sebagai ucapan terima kasih saya juga karena madam telah membantu saya merias diri” paksa Rara lagi.
“baiklah nona, terima kasih”
“sama-sama madam”
Rara mengantarkan madam Dolly sampai pintu keluar rumah Kenan.
“saya permisi pulang nona”
“sampai jumpa lagi madam” sambil melambaikan tangannya.
“sampai jumpa juga nona” lambai balik madam Dolly.
Malam hari di kediaman Kenan.
“kau sudah siap?” tanya Kenan.
“huhhhh, aku sangat gugup” Rara menghembuskan nafas panjang, bagaimanapun ia sangat gugup bertemu mimomnya Kenan.
“jangan gugup ada aku” reflek Kenan menggenggam tangan rara.
“eh, iya “ Rara tambah gugup karena tangannya digenggam Kenan.
“ayo kita berangkat” dengan tangan Kenan yang masih setia menggenggam tangan Rara.
CIE..CIE ADA YANG TAK MAU LEPAS NIH YE. HAHAHA
Kenan dan Rara berangkat menuju mansion utama keluarga Adnanjaya, sepanjang perjalanan tidak ada yang bersuara. Rara yang fokus menatap keluar jendela mobil dan Kenan yang sedang mengotak-atik ponselnya.
Hingga mereka sampai di kediaman Adnanjaya, mansion yang sangat besar daripada mansionnya Kenan, kenan dan Rara keluar dari mobil. Kenan membukakan pintu mobil untuk Kenan dan menyuruh Rara untuk menggandeng dirinya, kini posisi Kenan dan Rara seperti sepasang kekasih beneran.
ABAIKAN SAJA LATAR WAKTUNYA GUYS!!
Langkah demi langkah Kenan dan Rara menuju pintu utama kediaman keluarga Adnanjaya, mereka sudah disambut pelayan rumah itu.
“selamat datang tuan muda dan nona muda” serentak pelayan memberi hormat.
Rara tersenyum kepada para pelayan sedangkan Kenan ia tetap dingin kepada para pelayan, Kenan memasuki rumah itu dan disambut pelukan hangat mimom Kenan.
“apakah ini calon menantuku sayang?”
“yes, mom”
Mimom Kenan memperhatikan Rara dari atas sampai bawah, tiba tiba...
Bersambung.....
APAKAH MIMOMNYA KENAN AKAN MENYUKAI DAN MENERIMA RARA, MENGINGAT STATUS RARA HANYA WANITA BIASA?
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT GUYS
//TBC//
__ADS_1