
Di sekoalah elit dan mewah tepatnya di ruangan perpustakaan seorang gadis duduk dengan membaca buku samping jendela hingga temannya mendekat... tak tak tak
"Shera,kamu dipanggil pak kepala sekolah diruanganya sekarang"kata temanya
" Oh, baiklah terimakasih" kata shera
Menutup kembali buku yang telah ia baca dan menaruhnya ketempatnya...
Saat melewati koridor ruangan seseorang memanggil namanya...
"Shera,,,shera kamu mau kemana? Ayo kekantin dulu teman-teman udah nunggu, sebelum jam pelajaran mulai lagi "kata mei sahabatnya
"Aku mau keruang kepala sekolah dulu mei,,aku duluan ya sudah ditunggu ,dah..." kata shera meninggalkan temanya
" Baik,,, kalo sudah cepat ke kantin kami menunggumu..." terikan mei saat menuju kantin
Tok,,,tok,,,tok,,,tok... pintu diketuk
"Permisi pak.."kata shera
"Silakan Masuk shera..." kata kepala sekolah
"Silakan duduk shera.." kata kepala sekolah
" Permisi pak,ada apa saya dipanggil pak?" Katanya
" sekarang kamu bereskan perlengkapan sekolahmu karena beliau mau menjemutmu dan mengizinkanmu"kata kepala sekolah
Shera melihat pria disampingnya dan memperhatikanya,namun tidak mengenali pria tersebut...
"Maaf pak tapi saya tidak mengenalnya" katanya
" cepat ambil tasmu, aku kesini disuruh oleh papamu.." kata pria tersebut
Kenapa papa menyuruhku pulang ada apa? , dan kenapa tidak papa saja yang menjemputku, kenapa pria ini huuuhhh batin shera
Kakinya terus melangkah melewati koridoor sekolah menuju kelasnya untuk mengambil tas...
Saat menuju parkiran dia masuk kedalam mobil pria tersebut tapi....
"Heiii,, kenapa kamu duduk di belakang cepat pindah kedepan aku bukan supirmu.." kata pria tersebut
"Kenapa aku duduk disampingnya om,aku dibelakang saja "kata shera
"Apa!! Om hey saya tidak setua itu ya dan juga saya bukan supir kamu cepat duduk kedepan..."
ih galak banget nanti cepet tua loh om gumamnya shera
Setelah beberapa lama menempuh perjalanan, shera tiba dirumahnya
"Kenapa om ikut masuk" wajah bingung ditampakan shera
"Berapa kali saya harus bilang,saya bukan om kamu ngerti..." kata pria itu
Karena sedang malas berdebat shera hanya diam...
__ADS_1
Kreattt,,,kreattt,,,kreattt... pintu mewah itu dibuka...
"Papa aku pulang??" Teriak shera
"Papa disini sayang,cepat kamu ganti baju lalu duduk disini "sahut papa
"Baiklah pah" kata shera
"Nak dimas duduk lah"imbuh papa
"Terima kasih,om" kata dimas
Setelah beberapa lama mengobrol shera pun datang dengan menuruni tangga....
"Shera, kemarilah ada yang ingin papa bicarakan denganmu nak..." kata papa
Shera mengangguk dan duduk diam mendengarkan..
"Shera, ini dimas anak teman mama mu dan juga dia.....calon suamimu" kata papa
Shera kaget dan refleks menjawab " tidak pak, kenapa shera harus menikah dengan om ini" jawab shera
"Shera, mama nak dimas sedang sakit dan dia juga ingin melihat kamu menikah dengan kamu " jawab papa
"Kenapa shera pa,kenapa tidak dengan yang lain saja " tolak shera
"Karena mama sudah berjanji nak dengan mama nak dimas jika mama melahirkan anak perempuan maka mama akan menjodohkannya nak dan mama sudah tidak dapat mengandung lagi pada saat itu untuk menepati janji maka mama mohon nak,demi mama dan mamak nak dimas yang sedang sakit parah nak.." sahut mama shera dengan mata yang berkaca kaca
"Tapi shera masih sekolah dan ingin kuliah ma " sahut shera dengan wajah yang terlihat kesal
" tidak apa sayang, nak dimas tidak akan melarang kamu mengejar cita-cita nak" sahut mama shera
"Maaf dimas mungkin shera butuh waktu untuk menerima perjodohan ini..."sahut mama shera
"Maaf atas kelakuan shera ya dimas dan salam buat mama mu semoga cepat sembuh "kata papa shera
"tidak apa tante,om kalau begitu saya permisi dulu om,tante " sahut dimas
Kenapa juga mama mau aku menikah dengan anak kecil huh menyebalkan gumamnya dimas
Diruang keluarga wijaya,,mama dan papa shera sedang duduk menonton tv ,dan shera pun ikut duduk dan berbicara...
"Baik lah ma,pa aku akan menikah dengannya dan besok aku kan mengunjunginya dirumah sakit untuk menjenguk tante teman mama" sahut shera
Keesokan harinya dijam makan siang shera memenjenguk mama dimas dirumah sakit ternama dinegara A
Setelah tiba dirumah sakit dan bertanya kepada respsesionis lalu menuju kamar tempat teman mamanya
" selamat pagi,tante" kata shera
" shera ,benarkah ini kamu nak" sahut mama dimas yang terlihat pucat
"Iyaa,, tante" sahut shera gugup
"Kamu sangat cantik nak, kata mamamu kamu sudah menyetujui pernikahan ini nak,kapan kamu akan menikah nak tente rasa sudah tidak kuat untuk bertahan " kata mama dimas
"Itu,,itu,,..." belum shera menjawab dimas sudah menjawab
__ADS_1
" satu minggu lagi ma..." kata dimas
Apa apa om ini menentukan sesuatu seenaknya sendiri , aku kan belum memberi jawaban batin shera dengan wajah yang ditekuk
" ah, syukur lah mama sudah merasa tidak kuat untuk bertahan lebih lama lagi dimas jadi mama ingin melihatmu cepat menikah" sahut mama dimas dengan wajah yang sanyu
"Mama tidak boleh berkta seperti itu" kata dims
Setelah beberapa lama mengobrol shera pun pamit pulang
"Shera pamit pulang dulu tante" kata shera
" baiklah hati hati dijalan,dimas jaga menantu mama ya" sahut mama dimas
Setelah pulang dari rumah sakit diantar oleh dimas hari pun berlalu
Keesokan harinya hp dimas berdering dan dimas mengangkat telpon dari sebrang telpon sana
"....."
" Hallo ,,ada apa?" kata dimas
"....."
"bagaimana bisa terjadi?" sahut dimas geram
"....."
" saya kesana sekarang" sahut dimas geram
bagaimana bisa seperti ini, siallll siapa yang sudah merusak rencana ku kalian akan tau akibatnya sendiri gumamnya
saat tiba didepan bangunan pencakar langit yang tinggi dimas masuk dengan wajah yang begitu dingin,,para karyawan menundukan wajah mereka karena takut akan boss mereka..
" masuk keruangan ku sekarang juga" kata dimas dengan wajah yang dingis sedingin es
"baik tuan " kata jon asisitenya
saat duduk dikursi kebesaranya dimas memulai
"jelaskan " ucap dimas
" awalnya kami berfikir bahwa musuh hanya ingin mengawasi saja tapi kami tidak menyangka bahwa mereka akan mencuri data tersebut tuan" kata jon menunduk
" bagaimana kamu bisa seceroboh ini jon,,baru kali ini kamu ceroboh!" kata dimas dengan wajah semakin dingin dan aura mencekam diruangan ( ea kaya es baru beku jadi kaya es dikutub dingiinnnπ₯Άπ)
" maafkan saya tuan " kata jon masih menunduk
"kamu tau apa yang kamu harus lakukan jon" kata dimas
" baik tuan.." kata jon meninggalkan ruangan
" ingat jon jangan sampai kamu gagal karena saya tidak suka dengan kegagalan " kata dimas
"baik tuan " kata jon
ππππππππππππππππππππππππππππππππππ
__ADS_1
makasih yang udah baca dan maaf masih belajar jadi jangan dihujat yah ππ€© masih pemula π€π€ mohon maaf jika ada salah kata