
Like like like like Like like like like ya karena like itu membantu novel ini π€πππππππππππππππππππππππππππππππππ
" om mau apa" ucap shera cemas karena dimas semakin mendekat
"Sepertinya kau memang harus diberi sedikit pelajaran ya" ucap dimas dengan senyum diwajahnya yang membuat shera bergidik ngeri
Dimas terus menyudutkan shera
" menjauh lah atau aku,,aku teriak" ucap shena gugup
"Teriak lah kalo bisa sekencang mungkin, apa kamu tau bahwa kita sedang dijalan yang sepi ehemmmm" ucap dimas tersenyum disudut bibirnya
" tolong menjaulah" ucap shera yang menutup mata akan menangis
Dimas yang melihat itu akhirnya berhenti untuk mengerjai shera yang kini jadi istrinya
" baiklah sudah ,aku sudah menjauh dan jangan panggil aku sebutan om, aku bukan om mu mengerti" ucap dimas duduk dengan semula
Shera hanya mengangukan kepala dan perjalanan pun dilanjutkan dengan suasanan hening
Tiba dirumah keluarga shera berlalu lari masuk kedalam tanpa menunggu dimas keluar dahulu,,dimas hanya gleng gleng kepala melihat kelakuan shera dan tidak menyangka akan menikah dengan gadis sma
" kamu sudah sampai nak ayo duduk, dimana shera?" Tanya papa shera
"Shera dikamarnya pah, aku akan pergi menyusulnya dulu" ucap dimas dengan senyum diwajahnya
"Baiklah, bawa shera turun untuk makan malam ya dim"ucap papa shera
__ADS_1
"Baik pa " dimas pun meninggalkan papa dan mama shera yang sedang makan
Dimas memasuki kamar shera yang sekarang menjadi istri sahnya ,
"Aaaaaa,,,," teriak shera
Shera yang habis keluar dari kamar mandi dan kadang kadang tidak membawa baju ganti dia lupa kalau sekarang dia sudah menjadi istri dari seorang suami
Dimas menutup telinga karena suara keras yang timbul akibat suara cempreng shera untung saja kamar shera kedap akan suara
"Aaaaaa,,,apa yang kamu lakukan disini keluarrrrrr" ucap shera menaikan satu volumen suaranya
"Hei,, dengar ya kecilkan suaramu kau akan merusak gendang telingaku" ucap dimas santai menuju ranjang
Shera masuk kamar ganti setelah memakai baju ganti dan keluar dari ruangan
Dimas yang tidak bergeming sama sekali dan menarik tangan shera hingga jatuh ke ranjang dan menindihkannya
" dengar shera aku ini suami dan jangan panggil om, apa yang akan dikatakan mamamu jika dia sampai tau bahwa putrinya ini sangat keras kepala" ucap dimas dengan tercenyum kecil
Omg shera lupa kalu sekarang dia sudah menjadi seorang istri
"Menjauh sana lepaskan tangan ku" ucap shera berontak
Dimas pun berdiri " ambilkan aku handuk,aku ingin mandi " ucap dimas
Ihhh mandi tinggal mandi seenknya menyuruh orang dasar om gila awas saja aku kerjain gumam shera tersenyum
__ADS_1
" shera cepat aku gerah atau kau mau mandi bersama eheemmm" ucap dimas jahil
Shera pun mengambilkan dimas handuk dengan muka yang ditekuk,dimas masuk kekamar mandi
Dimas yang keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih dipinggangnya dengan memaparkan roti sobeknya membuat shera yang sedari tadi memperhatiakan handphone sekarang memperhatikan dimas diam tanpa berkedip memandangi tubuh dimas bahk bagaikan atlit tubuh berotot dan tubuh yang masih segar bugar
" shera sampai kapan kamu akan memperhatikan ku ehemmm" dimas membuat shera sadar
" aku akui aku memang tampan" ucap dimas melangkah menuju ruang ganti untuk mertuannya mengingat bahwa menantunya akan kerumah jadi mertuanya menyiapkan baju baru.
*Deg-
apa yang dipikirkan om menyebalkan ini hufff Apa yang aku pikirkan tidak tidak tidak ini tidak boleh terjadi aku tidak boleh berfikiran mesuk pada om ini gumam shera*
Next bab.....
**ππππππππππππππππππππππππππ ππππ
Vote vote vote like like like ya karenaa like itu membantu para authoππ
ππππππππππππππππππππππππππππππππ
Jangan lupa like ya masih pemula bantu dengan likeπππππππ€
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
terima kasihπ**
__ADS_1