ISTRI KONTRAK TUAN MUDA ANGKUH

ISTRI KONTRAK TUAN MUDA ANGKUH
EPISODE 04 TAWARAN MENGGIURKAN


__ADS_3

Leo sendiri tidak habis pikir dengan apa yang sebenarnya ada di dalam otak Kiara ketika mengajukan pinjaman sebanyak itu.


"Untuk bekerja di sini sepanjang hidupnya saja tanpa digaji, tidak akan cukup untuk mengembalikan pinjaman itu. Lalu, dengan apa kau akan mengembalikannya?" sentak Leo.


"S-saya tidak tahu, Tuan. Mungkin, saya akan bekerja paruh waktu saat malam hari, untuk bisa melunasi pinjaman itu. Tapi, saya memohon dengan sangat, supaya Anda memiliki kebaikan hati dan memberikan pinjaman itu. Saya sangat membutuhkannya," cicit Kiara.


Leo tertawa dengan sumbang, menertawakan perkataan Kiara yang menurutnya hanyalah sebuah bualan. "kau pikir aku akan percaya padamu? Orang-orang dari latar belakang yang rendah seperti kalian, memiliki banyak banyak tipu muslihat yang bisa digunakan untuk mengelabui orang-orang kaya. Kalian, manusia-manusia miskin, menggunakan daya tarik tersendiri untuk membuat orang kaya merasa iba dan akhirnya mengeluarkan semua yang dia punya untuk memenuhi keinginan kalian. Tidak! Aku tidak akan pernah tertipu lagi dengan orang-orang seperti itu."


Perkataan dari Leo memupuskan harapan satu-satunya dari Kiara. Kini dia tidak lagi memiliki harapan untuk mendapatkan uang sebanyak itu. Apakah akan berakhir sampai di sini saja kehidupan adik tersayangnya? Kiara seperti tidak lagi bisa berpikir.


"Keluar dari ruangan ku!" usir Leo.


Asisten laki-laki itu dengan sikap tegap, membukakan pintu dan mempersilahkan Kiara untuk keluar dari ruangannya.


"Tuan, saya mohon! Saya akan bekerja semaksimal mungkin walaupun seumur hidup bersama dengan Anda tanpa digaji. Saya sangat membutuhkan uangnya dan saya berjanji akan menuruti semua permintaan Anda. Saya akan menganggap bahwa setiap perkataan Anda adalah perintah bagi saya. Saya mohon, Tuan! Kasihanilah saya."


Tanpa diduga, bukannya keluar dari ruangan setelah diusir oleh atasannya itu, Kiara justru mendekati Leo dan bersujud di bawah kakinya. Bahkan, Kiara tanpa ragu mencium sepatu mengkilat milik laki-laki itu.


"Saya mohon, saya harus menyelamatkan hidup seseorang dengan uang satu miliar itu. Saya mohon, Tuan!"


Leo, laki-laki kejam yang tak berperasaan itu menendang Kiara hingga terpental. Ia dengan tak memiliki perasaan, mengambil sapu tangan di dalam kantongnya dan mengelap sepatu yang tadi disentuh oleh Kiara.

__ADS_1


Menangis dengan sesenggukan, Kiara sangat berharap bahwa Tuan Leo akan memberikan belas kasihnya.


"Menjijikkan!" desis Leo.


"Mark! Seret wanita ini keluar dari ruangan ku! Aku tidak tahan dengan aroma kemiskinan yang dia bawa ke dalam ruangan ini."


Mark kemudian menyeret Kiara untuk segera keluar dari ruangan sang bos yang tampaknya sedang marah besar. Sementara itu, Kiara terus meronta dan memohon kepada asisten CEO itu untuk tidak memaksanya keluar.


Akan tetapi, tentu saja hal tersebut hanyalah usaha yang sia-sia.


"Tuan, saya mohon! Saya --"


Mark tak mengindahkan ucapan wanita itu. Ia menutup pintunya begitu saja, tak memedulikan bahwa Kiara memiliki harapan besar, supaya pintu itu tetap terbuka.


"Akh! Sialan! Kenapa hari ini, semua orang membuatku kesal? Mereka itu --"


"Tuan, bukanlah wanita tadi cukup cantik?"


Leo segera menatap pada asisten pribadinya dengan kata-kata terkejut. "Di saat seperti ini, kau masih memikirkan wanita cantik? Matamu buta? Kau tidak tahu jika aku sedang dalam masalah besar?"


Mark terkesiap, "bukan seperti itu maksud saya, Tuan."

__ADS_1


"Jika kau ingin mengencaninya dan menjadikan dia budak ranjang mu, maka silahkan saja. Tapi jangan membuatku tambah kesal, Mark!"


"Tuan, saya membicarakan tentang masalah yang membuat Anda sangat marah. Mungkin saja gadis itu bisa menjadi penyelamat akan posisi Anda yang saat ini terancam."


Mendengar perkataan dari asistennya barusan, Leo mengernyitkan keningnya dengan bingung. Ia tak mengerti ke arah mana asistennya itu sedang berbicara.


"Anda membutuhkan seorang wanita untuk memiliki keturunan, sementara dia membutuhkan uang untuk keperluannya. Bukankah itu akan menjadi suatu simbiosis mutualisme? Anda bisa menyewa rahimnya, sementara dia akan mendapatkan uang yang dia inginkan."


Terdiam, Leo mencoba memikirkan ucapan dari asistennya itu.


"Dia terlalu cantik jika dibandingkan posisinya sebagai seorang office girl. Wajahnya seperti orang barat, sementara matanya juga abu-abu. Bukankah dia sedikit banyak, memiliki kesamaan dengan Anda?"


Semakin bungkam, Leo duduk kembali di kursi kebesarannya.


"Maksudmu, aku harus memberikan pinjaman yang diajukan dengan syarat, dia harus memberikan imbalan kepadaku berupa keturunan?" tanya Leo.


"Tepat seperti itu. Dia cukup cantik jika anda menginginkan keturunan yang memiliki visual luar biasa. Wajahnya seperti wajah blasteran dan sangat cocok dengan Anda yang juga merupakan Asia-Eropa. Dia tidak terlalu buruk untuk dijadikan seorang istri."


"Tapi aku tidak ingin menikah!" tandas Leo.


"Lalu?"

__ADS_1


"Aku akan membayarnya untuk melahirkan anakku. Mark, berikan dia tawaran menggiurkan itu!"


__ADS_2