ISTRI KONTRAK TUAN MUDA ANGKUH

ISTRI KONTRAK TUAN MUDA ANGKUH
EPISODE 08 JANJIAN


__ADS_3

Malam hari, sebelum jam kesepakatan dari direktur operasional perusahaan, kini Kiara sedang menatap pada kotak besar berwarna hitam dengan pita merah yang baru saja diantarkan oleh kurir.


Ia bertanya-tanya, kenapa Pak Boy sampai repot-repot mengantarkan gaun itu ke kontrakannya? Kenapa laki-laki itu sampai harus melakukan hal tersebut, padahal Kiara bukanlah siapa-siapa.


Apakah mungkin ada maksud lain dari pria itu, seperti Boy yang menyukainya?


"Haish! Kenapa aku jadi kepedean, memikirkan bahwa kemungkinan dia menyukaiku," gumam Kiara pada dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa berpikir bahwa laki-laki seperti Boy akan menyukai gadis seperti dirinya.


"Seharusnya aku ini bisa sadar diri, ya! Bagaimana bisa, laki-laki mapan, tampan dan taipan seperti itu bisa menyukai gadis buruk rupa sepertiku, yang miskin dan tidak memiliki apapun ini."


Kiara kemudian masuk ke dalam rumahnya dan meletakkan kotak itu di atas meja, lalu dengan perlahan mulai membuka pita tersebut.


Jantungnya bekerja dua kali lebih cepat, merasa sangat gugup walau hanya akan membuka kotak hadiah itu saja.

__ADS_1


"Kira-kira apa isinya?"


Kiara kemudian membuka kotak tersebut dan terbelalak ketika melihat sebuah gaun mewah berwarna hitam terdapat di dalamnya, lengkap dengan satu buah kalung dan satu sepatu dengan warna putih yang tampak mengkilap dan mewah.


"Apakah benda-benda ini memang untukku atau mungkin kurir itu salah mengirimkannya? Ya, dia pasti salah mengirimkannya bukan? Tidak mungkin jika --"


Perkataan Kiara terhenti ketika mendapati sebuah memo yang menempel di bagian dalam dari tutup kotak tersebut. Dia menariknya dari perekat dan kemudian membaca isi dari memo itu.


"Oh My God. Aku tidak percaya jika Pak Boy akan mengirimkan benda seperti ini kepadaku. Kenapa aku jadi merasa bahwa dia sangat baik?"


...****************...


Jam janjian tiba. Kiara benar-benar terlihat sangat cantik dan anggun, setelah menggunakan pakaian yang dikirimkan oleh Boy ke rumahnya beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


Sebuah gaun a-line dengan bagian punggung yang terbuka, belahan kain dibagian kaki hingga hampir ke paha, membuatnya tampak sangat seksi. Namun, sebagai gadis baik-baik yang tak pernah memakai pakaian seksi seperti itu, Kiara tentunya merasa risih.


"Ini sebenarnya pakaian model apa? Apakah Pak Boy membelinya dengan menggunakan kartu kredit, sehingga kain ini masih belum selesai dijahit? Kenapa belahannya panjang sekali," keluh Kiara yang merasa tak nyaman dengan gaunnya.


Akan tetapi, tidak ada waktu lebih lama lagi untuk dia bisa memprotes gaun yang dia kenakan. Jam sudah tunjukkan pukul 07.00 malam dan dia harus segera bergegas menuju tempat yang sudah tertera di alamat yang ditunjukkan oleh atasannya.


Dengan memesan ojek online, Kiara bergegas berangkat menuju ke tempat yang sudah ditentukan oleh Boy tersebut. Hingga tiba di tempat itu, Kiara mendadak ragu untuk masuk ke dalam sana.


"Ini tempat macam apa?" ujar Kiara, ketika kakinya menginjak area pintu masuk dari tempat itu.


Pemandangan yang dia lihat, benar-benar menakutkan. Bahkan, ini lebih menyeramkan dari rumah hantu.


"Kenapa Pak Boy memintaku untuk menemuinya di tempat seperti ini? Kenapa dia malah membawaku ke klub malam?" batin Kiara menjerit, takut untuk masuk.

__ADS_1


__ADS_2