ISTRI KONTRAK TUAN MUDA ANGKUH

ISTRI KONTRAK TUAN MUDA ANGKUH
EPISODE 05 GOSIP YANG BEREDAR


__ADS_3

Kiara berjalan keluar dari ruangan atasannya tersebut dengan langkah yang gontai. Kemana lagi dia harus mendapatkan pinjaman sebanyak itu? Satu miliar bukanlah perkara mudah. Bahkan, untuk menjual ginjalnya saja, mustahil ia akan mendapatkannya.


"Tuhan, kemana lagi aku harus mencari uang sebanyak itu dalam waktu yang singkat?" Meratap sembari terus berjalan, Kiara tak sadar jika sedari tadi, ia terus diperhatikan oleh orang lain.


"Aku menebak jika Kiara baru saja kehilangan pekerjaan," celetuk satu orang rekannya yang bernama Tari. Ia adalah rekan kerja Kiara sebagai cleaning service.


"Hush! Apa-apaan sih kamu. Memangnya kenapa Kiara sampai harus dipecat? Dia tidak melakukan kesalahan yang gatal kok," bela Siska, rekan Kiara juga. Sebagai seorang teman yang cukup dekat dengan Kiara, Siska tentu saja tahu jika kawannya itu tidak baru melakukan kesalahan yang fatal dan tentunya dia tak percaya jika Kiara harus diberhentikan dari kerja.


"Memangnya kau belum mendengar kabar hangat dari hal ini? Kau sungguh tidak tahu tentang apa yang terjadi?" Ucapan dari Tari membuat Siska bertanya-tanya.

__ADS_1


"Aku tidak mendapatkan info apapun. Memangnya ada apa?"


"Aku mendengar ini dari divisi keuangan. Sama rendahnya seperti kita yang bekerja sebagai cleaning service. Tapi temanmu itu dengan tidak tahu dirinya, mengajukan pinjaman dalam jumlah besar. Dia bahkan tidak segan untuk meminta manajer keuangan melakukan korupsi supaya dia bisa meminjamkan uang itu pada Kiara."


Jawaban dari Tari tentu saja membuat Siska terkejut bukan kepalang. Dia tidak mendengar informasi apapun mengenai Kiara dan manajer keuangan.


"Kau pasti sibuk menghabiskan jam makan siangmu dengan membantu ibumu di kantin. Jadi, kau tidak mendengar informasi aktual ini. Lebih baik kurangi kegiatanmu bersama dengan ibumu ketika di kantin dan cobalah untuk mendengarkan berita-berita yang menyenangkan seperti ini."


"Memangnya berapa yang diinginkan oleh Kiara sampai dia meminta pada manajer keuangan untuk melakukan korupsi?"

__ADS_1


"Satu miliar."


Siska tentu saja langsung menjatuhkan alat pel yang saat itu ada di tangannya. Beruntung Kiara sama sekali tidak menoleh dan tetap melanjutkan langkahnya hingga menghilang di ujung lorong. "Apa kau sudah tidak waras? Berita itu pasti berita bohong karena aku sangat yakin Kiara tidak akan melakukan itu. Lagi pula dia untuk apa uang sebanyak itu? Dia tidak memiliki hidup yang hedonis sepertimu."


Sebagai seorang sahabat yang cukup dekat dengan Kiara, Siska tentu saja menolak untuk percaya dengan gosip murahan yang baru saja disampaikan.


Entah kenapa, gosip itu terdengar di lebih-lebihkan. Kiara tidak mungkin mengajukan pinjaman sebanyak itu, terlebih lagi dia sangat tahu bahwa sahabatnya adalah seseorang yang cukup sederhana dan tentunya tidak mengikuti gaya hidup yang hedonis seperti gosip yang beredar.


Jika informasi itu benar adanya, maka mungkin saja saat ini temannya itu sedang mengalami kesulitan finansial yang membuatnya terpaksa harus mengajukan pinjaman ke perusahaan meskipun dengan nominal yang cukup gila.

__ADS_1


"Aku kan hanya bicara sesuai apa yang aku dengar dari yang lain. Barangkali kau memang tidak tahu sepenuhnya mengenai kehidupan sahabatmu itu."


"Kau dan gosip itu sama. Sama-sama murahan dan tidak dapat dipercaya."


__ADS_2