Istri Kontrak Tuan Tiongkok

Istri Kontrak Tuan Tiongkok
Bab 10


__ADS_3

Setelah konferensi pers, pemberitaan miring mengenai pernikahan dan perusahaan Zhao Yi memulih. Tak sedikit komentar baik, merestui hubungan Zhao Yi dengan Yasmin. Juga ikut berpandangan terbuka dengan niat Zhao Yi yang hendak membuka cabang perusahaan di luar negeri. Lagi pula yang seperti Zhao Yi bukan yang pertama. Tak hanya respon baik dari komentar sosial media dan sebagainya, tetapi dari industri infotimen pun ikut mendukung. Mereka berbondong-bondong menawarkan acara maupun wawancara untuk pengantin baru tersebut.


Seperti hari ini, untuk menambah kesan sempurna sandiwaranya, Zhao Yi menerima sebuah wawancara untuk mengenal lebih dalam pribadi menantu baru keluarga Zhao. Hari ini Zhao Yi ikut meluangkan waktunya untuk menemani Yasmin, selain takut Yasmin melakukan kesalahan ia pun ingin menunjukan hubungan mereka agar terlihat sangat dekat. Bahkan Zhao Yi sampai menyenadakan warna pakaiannya dengan Yasmin. Mereka terlihat serasi.


Seputar awal pertemuan, situasi di Indonesia, batik, dan kain segi empat yang Yasmin kenakan semua dibahas di ruangan serba putih. Ada banyak perangkat di hadapannya sedang merekam diri. Yasmin sedikit gugup, tetapi melihat Zhao Yi ikut membersamainya membuatnya lebih baik. Ia berhasil tetap terlihat anggun, apalagi di dukung dengan baju batik yang ia kenakan. Yasmin nampak seperti wanita berkelas.


Beberapa minggu berlalu, Yasmin dan Zhao Yi sudah menghadiri banyak variety show. Dan kini ia memutuskan untuk terakhir kalinya mengikuti acara, memperlihatkan hubungan harmonisnya dengan Yasmin.


Yinzhen nampak sibuk memasukan dua koper milik Yasmin dan Zhao Yi ke dalam mobil. Si pria berkacamata tebal pun ikut sibuk memasukan barang yang biasanya dipakai si bos. Setelah selesai memasukan barang, mereka berempat menuju lokasi dimana akan  melakukan siaran langsung. Kali ini acaranya seperti ditantang untuk streaming di layar kaca seharian, Yasmin dan Zhao Yi akan diminta melakukan keseharian saat di rumah.


Sepanjang perjalan Yasmin terus memikirkan acara yang akan dilangsungkan selama dua hari tersebut. Ia sedikit takut akan melakukan kesalahan sehingga dapat merugikan Zhao Yi. Ia khawatir apa yang ia pikirkan barusan dapat menghancurkan rencananya untuk menemukan sang ayah. Apalagi berminggu-minggu ini ia disibukan diri dengan tampil di publik, tak sempat menggali informasi. Berutung saja acara kali ini yang terakhir, tetapi juga penentuan. Wanita itu sepenuhnya sadar, acara ini sebenarnya bukan untuk hiburan semata. Namun, tak lain untuk menguji kesungguhan hubungannya dengan Zhao Yi.


Musuh Zhao Yi memang tak tanggung-tanggung pikir gadis itu.


Mereka akhirnya tiba di villa kecil. Di sana sudah banyak tim kruw yang berlalu lalang menyiapkan keperluan acara. Sebagian juga ada yang menyambut kedatangan keduanya, lalu masuk ke dalam tenda untuk melakukan breefing. Tim produksi nampak menjelaskan tujuan dibuatnya acara ini, lalu tim kreatif memaparkan plot yang akan mereka syuting dari Zhao Yi dan Yasmin.


Acara di hari pertama nampak hampir dilewati Yasmin dan Zhao Yi. Masih ada sekali syuting lagi sebelum mereka istrihat. Kali ini tim kreatif meminta keduanya merekam kebiasaan kecil keduanya sebelum istrihat. Nampak Zhao Yi tertidur di pangkuan istrinya, sedangkan Yasmin memijat-mijat kepala Zhao Yi. Keduanya sama-sama memancarkan senyuman, Zhao Yi sedikit bicara kosong lalu keduanya tertawa bersama. Tak lama pintu kamar terbuka dan muncul seorang wanita.


Dia salah satu tim kruw, berterima kasih atas kerja sama keduanya hari ini. Tak lupa memberi ucapan selamat beristirahat. Sebelum keluar ia menjelaskan sebentar fasilitas yang ada di Villa yang tengah keduanya tinggali. Katanya, di dapur hanya ada bahan makanan sederhana jika mereka ingin makan tiba-tiba. Kamar mandi hanya ada satu yang bergabung di kamar tempat tidur ini. Air hangat pun hanya ada sampai jam sembilan malam, setelahnya hanya ada air dingin. Mengingat mereka tengah syuting di pegunungan dan cukup jauh dari pemukiman.


Lima menit setelah kepergian wanita itu Zhao Yi dan Yasmin masih berada pada posisi sebelumnya, sampai Zhao Yi sendiri bangkit dan berkata ingin mandi terlebih dahulu. Sekarang sudah setengah sembilan malam, ia harus mandi sebelum istirahat.


"Lama tidak mandinya?" Tanya Yasmin, dia juga punya kebiasaan sama dengan Zhao Yi.


"Tepat jam sembilan selesai, sebentar kok!"


"Apanya yang sebentar! Setengah jam itu! Saya tidak kebagian air hangatnya dong?!" Gusar Yasmin.


Zhao Yi nampak menimbang-menimbang. Ia mendapat ide brilian. "Bagaimana kalau kita mandi bersama saja?"


Yasmin mencubit lengan Zhao Yi dengan keras. Ia kesal dengan otak suaminya yang gasrek itu. "Tuan Zhao mengalahlah pada wanita!"


"Oke-oke, mandilah duluan." Suruhnya sembari menunjuk ke arah ruangan lainnya yang nampak tertutup gordeng tebal.

__ADS_1


Yasmin senang, buru-buru ia membuka kain yang menutupi pandangan dan betapa terkejutnya ia melihat kamar mandi di hadapannya.


"Astagfirullkah, apa ini?" Pekiknya tak begitu keras. Zhao Yi ikut melirik ke dalam, dia mengulun senyum melihat tak ada dinding maupun pintu sebagai penyekat antara ruang mandi dan tempat tidur.


Yasmin menatap ekspresi Zhao Yi, lelaki itu nampak merancakan penerkaman dadakan. Yasmin sedikit khawatir. Ia menatap terus suaminya, ide cemerlang tengah melintas di benaknya.


Beberapa saat kemudian, ia mendorong suaminya ke dalam lemari baju. Tubuh pria itu sudah ia ikat dan dibungkus menggunakan bedcover. Mata Zhao Yi ia tutup dengan dasi pria itu sendiri. Meski demikian, Zhao Yi masih bisa tertawa dan menggoda Yasmin.


"Nona Yasmin, bukankan sedang membuang-buang waktu disini? Nanti waktu air hangatnya cepat berlalu, kau tidak takut mandi pakai air dingin?"


"Kenapa tidak? Sekarang Tuan Zhao lebih menakutkan dari pada air dingin." Katanya sembari sibuk membenarkan posisi Zhao Yi dalam lemari.


"Padahal kalau kau mau, kita bisa saling menghangatkan disana!" Yasmin mencubit keras Zhao Yi lagi bahkan sampai mengaduh. Namun, kali ini di pipi karena semua tubuh suaminya tertutup bedcover.


"Ampun, saya sungguh ngeri mendengar perkataan anda, Tuan! Sudah 'ah saya ingin mandi!" Ucap Yasmin sembari meninggalkan suaminya yang sudah terduduk tak berdaya di dalam lemari.


"Walau mataku tertutup, tetapi aku masih bisa membayangkanmu lewat imajinasiku, Yasmin!" Kekehnya tak tertahankan. Sedangkan Yasmin kesal sendiri dan memilih mencuekinya karena mengingat waktu terus berjalan.


Matahari kembali terbit. Hari kedua syuting mereka akan segera dimulai. Zhao Yi memijat-mijat pelipis kanannya, kepalanya berdenyut sebelah. Sedangkan Yasmin belum sadar, ia sibuk mendengar tim kreatif yang menjelaskan reka adegan yang akan direkam hari ini.


"Oke kita langsung perlihatkan saja kejutan hari ini. Nona Liu, silahkan kemari!" Ucap wanita semalam yang hadir di kamar.


Yasmin dan suaminya saling berpandangan, mereka tidak tahu kalau ada kejutan seperti ini. Zhao Yi menerka-nerka apakah yang dimaksud adalah Liu Minchu?


Yasmin pun ikut menerka-nerka siapa nona Liu ini, dan kenapa ia ikut diacaranya seperti ini?


"Yi, nihao!" Sapa wanita berparas cantik. Suaranya pun terdengar begitu lembut sampai mampu mengelus hati.


"Emm, hao jiu bu jian!" Sudah lama tak bertemu, balas Zhao Yi. Setelah itu mata Liu Minchu nampak melihat sekilas Yasmin dan tak begitu mempedulikannya.


Yasmin tertawa jengah dalam hati. Yang benar saja, inilah kesan pertemuan pertama yang gadis berparas cantik itu berikan padanya. Yasmin tak habis pikir, tim kruw bisa-bisanya mengundang orang tak berbudaya seperti wanita di hadapannya itu.


"Nona Liu Minchu adalah teman sepermainan Tuan Zhao, bahkan setelah dewasa mereka masih dikabarkan memiliki hubungan yang dekat. Kali ini kita akan membuat pertarungan memasak, kedua wanita cantik ini akan memasakan sebuah makanan untuk Tuan Zhao. Tentunya nanti kami akan pilihkan makanan untuk Nyonya Zhao dan Nona Liu masak. Nanti Tuan Zhao akan menebak mana yang merupakan masakan istrinya, dan mana masakan teman sepermainanya. Ayo, mari kita lihat keseruan mereka!" Ajak pembawa acara dengan seru, kamera fokus merekam kedua wanita cantik tersebut. Sedangkan Zhao Yi dibawa pergi oleh beberapa kruw ke tempat lain.

__ADS_1


Di meja pertarungan antara Yasmin dan Liu Minchu, keduanya nampak fokus menggeluti bahan makanan. Mencuci, mengupas, memotong dan memasukannya ke dalam alat memasak. Mereka nampak sudah lihai. Dalam kamera sangat sempurna. Padahal dalam hati masing-masing, keduanya merasa tegang. Liu Minchu sangat percaya diri dengan keahlian masakannya, hanya saja ia memikirkan bagaimana caranya membuat masakannya dipilih oleh Zhao Yi.


Sejujurnya ia menyukai Zhao Yi, sempat putus asa ketika mendengar pria incaran sudah menikah. Namun, setelah mendengar status pernikahan Zhao Yi dari ayahnya, ia jadi semangat lagi. Semangat untuk merebut posisi yang seharusnya menjadi miliknya.


Liu Minchu sesekali melirik Yasmin, wanita itu nampak memiliki kenekatan yang tinggi. Terlihat dari gerakannya yang telaten dan wajahnya yang serius. Liu Minchu memutuskan untuk memasak lebih giat, agar Zhao Yi terkecoh dengan hasilnya.


Di satu sisi Yasmin sama bingungnya. Ia bingung bagaimana cara membedakan masakan ini agar Zhao Yi mampu menebak dengan benar. Ia takut pengorbanan bersandiwara beberapa minggu ini sia-sia hanya karena salah menebak masakan.


"Semuanya, mari kita lihat hasil masakan dari kedua wanita cantik di sebelah saya. Waah, sangat wangi. Rasanya lebih baik saya saja yang menjadi Tuan Zhao, hahaha. Saya juga ingin mencicipi mesakan kedua wanita cantik ini." Papar pembawa acara dengan riang.


Kamera mengarahkan pada hasil masakan keduanya, jenis masakan yang sama. Di tata dengan sama. Bahkan aromanya pun sekilas tercium sama. Pembawa acara kembali berbasa basi di depan kamera selagi Zhao Yi dipanggil untuk mencicipi.


Tuan Muda Zhao menatap dua piring nasi goreng dengan telur ceplok menghiasi di sisi yang sama. Kedua makanan itu sama-sama dicampur wortel dan buncis yang telah dipotong-potong. Piring sebelah kanan dipotong dengan beraturan, sedangkan sebelah kiri tak begitu beraturan. Ia mencium aromanya, masih terasa sama.


Belum tau bagaimana menemukan yang mana milik istrinya, Zhao Yi mencoba kedua makanan tersebut. Lidahnya tak bisa membedakan, kedua makanan ini seperti dibuat oleh satu orang. Hanya dibedakan dari potongan sayuran itu saja. Direktur Huangzhao itu pun menelisik hasil kedua potongan sayuran tersebut. Jika melihat pribadi istrinya yang terlalu niat dalam suatu hal, seharusnya yang potongan sangat rapih ini milik Yasmin.


Pria itu ingin menunjuk piring yang menurutnya milik sang istri. Namun, tetiba tenggorokannya terasa panas dan gatal. Ia sempatkan untuk meminum air terlebih dahulu. Zhao Yi ingat, ini adalah efek samping jika ia memakan makanan yang dicampur dengan lada. Zhao Yi menatap kedua wanita di hadapannya secara bergantian. Istrinya saja tak pernah memasakan makanan untuknya selama ini, jadi kemungkinan mengetahui alerginya ini sangat kecil. Sedangkan Liu Minchu sudah mengatahui, apakah dia sengaja melakukan ini agar ia mengira ini masakan Yasmin?


Zhao Yi meyakinkan dirinya lagi untuk mencicipi kedua masakan, kembali mepertimbangkan dengan semua perbedaan yamg telah ia rasakan. Dimasakan dengan potongan sayuran yang sangat rapih, tak tercium bau lada. Sedangkan di piring satunya tercium dan terasa telah tercampur lada. Sembari menimbang, pria itu banyak meminum air putih karena tenggorokannya terasa tak betah. Tiba-tiba ia teringat perkataan ibunya sehari sepulangnya ia dari Indonesia.


"Yi, kenapa tidak memanfaatkan Liu Minchu saja? Dia 'kan sering berkunjung kemari. Mama paham, gadis ini seharusnya memiliki motif padamu. Benar 'kan?"


"Laki-laki seperti kamu mana mengerti, wanita sepertiku ini baru mengerti. Dari kecil sampai sekarang dia tidak pernah berhenti mengikutimu. Kalian juga sering dijodoh-jodohkan dan memang tampak serasi, percaya Mamah! Sekali dayung dua pulau terlampui."


Kalau benar Liu Minchu menyukainya, seharusnya ia takkan sampai mencelakainya seperti ini. Sudah begitu, dengan kecerdasannya, dia pasti sudah mempelajari sifat Yasmin yang ulet. Makanya ia sengaja memotong sayuran dengan sangat rapih. Sedangkan Yasmin, entah dia mengetahui ini atau tidak yang jelas lada ini ia gunakan sebagai pertanda. Lagi pula jarang orang yang memakai lada untuk memasak nasi goreng, gadis itu memang agak aneh. Pikir Zhao Yi.


"Ini, piring yang berisikan masakan istriku!" Tunjuk Zhao Yi, disambut tepuk tangan dan senyuman dari orang-orang di sekeliling. Liu Minchu menahan ketidaksukaan atas kegagalannya, ia pun ikut bertepuk tangan. Sedangkan Yasmin bernapas lega, begitupun Zhao Yi walau sekarang tenggorokannya terasa sangat tak betah. Namun, bukan masalah besar baginya sekarang. Sebentar lagi akan kembali, ia akan istirahat baik-baik di rumah nanti.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2