Istri Manis Tuan Dingin

Istri Manis Tuan Dingin
1. Kekalahan


__ADS_3

Devandra Alexander tengah menunggu seseorang yang akan bertemu dengannya hari ini, hampir setengah jam ia menunggu diruangan itu namun seseorang yang ditunggunya tidak datang dari tadi.


Tak lama kemudian, terdengar suara pinta terbuka dan menampakkan seseorang yang berdiri dengan postur tubuh yang tinggi dan warna kulit yang putih. Dia adalah seseorang yang ditunggu Devan dari tadi.


"Sorry Dev gue telat tadi jalanan macet parah" ucap seorang itu.


"Hmmm hampir 1 jam aku menunggumu dan kau bilang maaf?"


Jawab Devan dengan tatapan datar seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.


"Maaf Dev tapi tadi dijalan benar-benar macet parah Dev, mobil gue gak bisa gerak sedikitpun"seseorang itu berusaha untuk menjelaskan.


"Sudahlah tidak ada gunanya kau menjelaskan alasanmu telat sekarang, langsung saja keintinya..."


"Sekarang aku mau mengatakan sesuatu kepadamu"Devan berjalan kearah meja kerjanya dan mengambil sebuah amplop putih.


"Apa ini Dev?" tanya seseorang itu.


"Buka dan baca isi surat itu, baru kau faham apa yang aku maksud"perintah Devan.


Pria tersebut langsung membuka amplop putih itu dan membaca surat yang ada di dalamnya.


Deg.... beberapa detik pria itu terdiam dan tak bergerak dari tempatnya.


Wajah pria itu berubah menjadi ketakutan dan langsung menatap devan.

__ADS_1


"Dev...ini serius?"tanya pria itu.


"Kau masih bertanya kepadaku?"jawab Devan masih dengan wajah datarnya.


"Gue kalah Dev..."ucap pria itu dengan nada sendu.


"Iya kau kalah"jawab Devan sambil berjalan menuju ke meja kerjanya.


"Terus apa yang harus gue lakukan sekarang Dev?"tanya pria itu.


"Kau tidak lupa kan perjanjian kita waktu itu?"tanya Devan balik.


Flash back on.....


Dalam pertemuan ini Devan sangat berharap ia perusahaannya bisa berkerja sama dengan perusahaan ternama itu karena ini adalah jalan satu-satunya untuk membuat perusahaan Devan lebih maju lagi masuk diTop 3 perusahaan terbesar di Indonesia.


Akan tetapi, disini yang akan mengurus semuanya yaitu Gavin Almahendra. Ia adalah asisten pribadi sekaligus sekretaris kepercayaan Devan dalam hal mengurus perusahaannya. Devan percaya kepada Gavin bahwa dia bisa memenangkan kerjasama itu, karena setiap ada kerjasama dengan perusahaan ternama Gavin selalu memenangkannya karena Gavin memiliki publik speaking yang bagus alhasil setiap ia presentasi didepan klien perusahaan tersebut membuat CEO perusahaan kagum dengan penjelasan Gavin dan memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan Devan.


Merekapun membuat perjanjian jika Gavin berhasil memenangkan kerjasama kali ini, maka Devan akan membelikan rumah seharga 2M untuk Gavin dan adiknya tinggal. Tapi, jika Gavin kalah maka Devan akan memberikan sanksi untuk Gavin.


Awalnya Gavin ingin menolak perjanjian itu, karena ia merasa tidak sanggup untuk bersaing dengan perusahaan lain yang lebih besar dari perusahaan Devan.


Namun, disisi lain Gavin ingin sekali memiliki rumah yang besar dan layak untuk ia dan adiknya tempati.


Alhasil Gavin memilih untuk setuju dengan perjanjian itu.

__ADS_1


"Baik lah Dev gue setuju dengan perjanjian itu, akan tetapi jika gue berhasil memenangkannya gue mau tidak hanya rumah yang kamu berikan tetapi mobil juga" jelas Gavin kepada Devan.


"Tenang saja Vin, aku akan memberikan mu mobil juga jika kamu berhasil memenangkannya"jawab Gavin dengan tenang.


Flash back off...


"Jadi Dev apa sekarang yang harus gue lakukan?" Tanya Gavin kepada Devan.


"Untuk saat ini aku belum memikirnya, akan tetapi besok pagi temui aku ditempat biasa aku akan mengatakan apa yang harus kamu lakukan, sebagai sanksi kau telah kalah dalam menjalin kerjasama dengan perusahaan itu" jawab Devan dan segera pergi dari ruang kerjanya itu.


"Apa yang akan dia lakukan..."cemas Gavin.


Gavin sangat cemas karena ia tau bahwa jika Devan memberikan sanksi dia akan memberikan sanksi yang begitu berat dan bisa saja membuat Gavin menjadi menyesali semua yang telah ia setujui dengan perjanjian itu.


namun, apa boleh buat nasi sudah jadi bubur Gavin hanya bisa pasrah atas apa yang akan gevan berikan kepadanya. Lagi pula percuma saja meminta pengertian kepada Devan itu hanya akan menambah sanksi yang harus Gavin jalani nanti.


setelah itu Gavin pun ikut keluar menyusul Devan.....


Haiii bestiee gimana nih cerita pertamanya??? Hehehe maaf ya jika ada yang typo


Ikuti dan komen ya disetiap cerita aku๐Ÿ™โœจ๐Ÿค—


Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan ๐ŸŒค๏ธ๐ŸŒˆโ˜๏ธ


Yuk baca ceritanya selanjutnya ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰

__ADS_1


__ADS_2