
Pagi hari ini Liana disibukkan dengan tugas dari dosennya yang mendadak tidak bisa masuk kelas hari ini, alhasil dosennya pun memberikan tugas yang hampir membuat semua teman-teman Liana menyumpah serapah dosen tersebut. Akan tetapi berbeda dengan Liana ia justru senang dengan dosen tersebut karena tidak masuk kelas alhasil mata kuliah hari ini menjadi online, itu artinya Liana bisa nonton Drakor seharian full tanpa ada gangguan dari kakaknya karena ia tau bahwa kakaknya akan pulang kerja malam hari ini.
Saat akan pergi ke dapur suara hp Liana berbunyi dan menampilkan panggilan dari teman-temannya. Sebenarnya Liana sangat malas untuk menjawab telpon itu karena ia tahu pasti teman-temannya itu akan mengeluh karena tugas yang sangat banyak hari ini dan meminta untuk kerja kelompok di rumah liana.
Bukan masalah kerja kelompok di rumah Liana tetapi, Liana tau nanti pasti bukannya kerja kelompok yang ada mereka ngedrakor sampai lupa waktu.
"Haiiii bestieeee"suara cempreng milik selin menggema ditelinga Liana. Bukan Liana saja tetapi teman Liana yang lain juga.
"Duhh....suara lo itu ya sel bikin telinga gue sakit tau gak"ucap gera dengan muka khas orang bangun tidur.
"Wehhh mulut Lo ya Ra..."balas selin tak terima karena gera bilang kalau telinga sakit akibat suara selin.
"Aduhh kalian ngapain sih pagi-pagi gini udah nelpon aja"kali ini Liana yang berbicara karena tidak mau lama-lama meladeni teman-temannya itu.
"Li...seperti biasa lah"kode selin sambil mengedipkan satu matanya.
Liana memutar bola matanya malas"hufff...udah tau gue, yaudah kalian datang aja tapi nanti habis gue mandi dulu"
Gera yang dari tadi masih menyimak karena masih mengumpulkan nyawa nya yang baru bangun tidur.
Selin yang melihat teman-temannya tidak bereaksi apapun mulai bertanya
"Woytt gera, sifa kalian gak mau ikut ngerjain tugas di rumahnya Liana?"
Gera hanya menanggapi dengan jempol sedangkan sifa menjawab tetapi tidak ada suara karena ia lupa menekan tombol on mic-nya.
"Sifa Lo ngomong apa sih? Gue gak ngerti coba deh Lo tekan dulu Tuh on mic hp Lo"kali ini selin sedikit ngegas karena ia tau kalau temannya satu ini rada-rada. Ehhh maksud rada-rada ngelag kalau bangun tidur.
"Ehh...ehh..sorry tadi gue baru setengah sadar gue baru bangun tidur"jawab sifa dengan mata yang sembab.
"Ehhhh kebiasaan lo ya"
"Jadi gimana Lo mau ikut gak?"ulang selin lagi.
"Iya...iya...gue ikut nanti jam 9 gue otw"sifa pun langsung memejamkan matanya lagi.
"Oke awas Lo ya kalo Lo ngaret datangnya gue geprek juga Lo"ancam selin karena teman-temannya itu sering sekali ngaret saat mereka ingin kerja kelompok.
Karena tidak ingin berlama-lama meladeni teman-temannya itu Liana langsung bilang kalau ia mau mandi dan siap-siap untuk kerja kelompok nanti.
"Udah dulu ya gue mau mandi dan siap-siap dulu ini dahhh bye luv yuu"
Tutttt.....
Sesuai dengan permintaan Devan kemarin Gavin menemui Devan di cafe yang sering mereka datangi.
Di sana sudah jelas terlihat bahwa Devan sedang menunggu Gavin sambil meminum minuman yang sudah ia pesan sedari tadi.
__ADS_1
Melihat Devan sudah menunggunya disana Gavin langsung mempercepat langkahnya untuk segera menghampiri Devan.
"Dev..."panggil Gavin kepada Devan.
Devan hanya melirik Gavin dan mempersilahkannya untuk duduk.
"Duduk Vin..."
Untuk masalah pekerjaan ini Gavin harus berbicara formal kepada Devan karena ia tau kalau Devan tidak suka apabila berbicara Lo gue. Entahlah apa alasannya mungkin dia menerapkan itu semua supaya semua karyawan perusahaan nya tidak gugup lagi saat berbicara kepada klien mereka.
"Udah lama ya Dev nunggu gue?eh maksudnya aku?"
"Tidak aku baru saja sampai"jawab Devan singkat.
"Ohhh iya, jadi Dev apa sanksi dari kamu?
"Hmszz..."sambil berfikir sejenak Devan melanjutkan omongannya.
"Kau akan mengganti semua kerugian yang telah aku keluarkan untuk kerjasama ini"
"Tapi Dev aku tidak memiliki uang sebanyak itu kamu tau kan?"
Iya Devan tau Gavin tidak akan mempunyai uang sebanyak itu untuk mengganti semua kerugian yang telah dikeluarkan Devan untuk kerjasama itu. Akan tetapi, Devan mempunyai niat lain dari permintaannya tersebut.
"Iya, aku tau kau tidak akan mempunyai uang sebanyak itu, tetapi kau bisa menggantinya dengan yang lain"kali ini nada bicara Devan terlihat serius dari sebelumnya.
Tanya Gavin yang tidak mengerti apa maksud Devan.
"Biarkan aku menikahi adikmu"ucap Devan dengan singkat.
Gavin terdiam sejenak dan berusaha mencerna omongan Devan. Devan ingin adiknya Liana menjadi istri dari sang CEO perusahaan yang dingin dan kejam ini. Gavin tidak tau bagaimana nasib adiknya jika tinggal bersama Devan dan menjadi istrinya.
"Apa Dev?apa kau tidak salah omong?"
"Tidak"tegas devan.
"Dev kau tau kan kita sudah berteman dari dulu dan itu mustahil kau ingin menjadikam adikku istrimu"
"Apa yang tidak mungkin jika aku dan dia sama-sama mau?"
"Dev tapi adikku masih kuliah dan umurnya pun masih sangat muda"elak Gavin dan berharap Devan menarik ucapannya itu lagi.
"Aku akan membiayai setiap kebutuhannya dan aku pastikan dia akan menyelesaikan kuliahnya"
"Tapi Dev..."
"Jika kau tidak setuju berarti kau telah ingkar dengan perjanjian itu dan kau tau jika kau ingkar janji apa akibatnya?"
__ADS_1
Mendengar itu Gavin tidak bisa berkata-kata lagi dan terpaksa menerima permintaan Devan untuk menikahi adiknya itu.
"Baiklah Dev jika itu yang kamu inginkan, aku akan coba berbicara kepada adikku dulu apakah dia mau atau tidak"pasrah Gavin.
"Aku pastikan dia akan mau"tegas devan.
"Tapi aku mohon Dev jangan sampai adikku tau tentang semua ini, tentang pernikahan kalian yang di dasari oleh perjanjian kita" Gavin memohon kepada Devan.
"Baiklah jika kau bisa membuat adikmu mau menikah denganku akan ku jaga semuanya"
"Kalau begitu aku pergi dulu masih banyak urusan yang perlu aku urus, dan kau kembalilah lagi kekantor"
Setelah itu Devan dan Gavin pergi untuk mengurus pekerjaan mereka di kantor.
Sementara Liana dan teman-temannya sedang asik menonton Drakor hingga malam hari.
"Ehhh gila woytt udah jam berapa ini?"selin bertanya kepada Liana, gera, dan sifa.
"Wehhh jam 8 malam woyt"jawab gera tak kalah terkejutnya dari selin.
"Ha?jam 8 malam gilaaa....emang dari tadi kita ngapain aja ya?"sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sifa bertanya kepada mereka.
Selin memutar bola matanya malas
Karena sedikit kesal karena entah siaga berpura-pura lupa atau memang lupa beneran.
"Dari tadi kita ngedrakor nyet"kesal gera.
"Udah...udah...gak usah ribut ahh, mending kita kebawah aja berenang"Liana memberikan ide yang cukup tidak cemerlang.
"Gila lu mau berenang tengah malam gini....dingin"protes gera kepada Liana.
"Ya jadi kalian mau ngapain?"
"Kita pulang aja deh Li...udah malam juga"ucap selin disertai anggukkan oleh gera dan sifa.
"Ohh yaudah kalo gitu yuk gue anter kedepan"ajak liana sambil turun ke bawah dan di ikuti oleh teman-temannya.
Sampai nya di depan pintu saat Liana ingin membuka pintu ternyata Gavin lebih dulu membuka pintu membuat mereka semua terkejut.
"Ehhh astagfirullah....kak Gavin ngagetin aja" ucap liana sambil memegang dadanya.
Haiii bestiee gimana nih cerita bab ini??? Hehehe maaf ya jika ada yang typo
Ikuti dan komen ya disetiap cerita aku🙏✨🤗
Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan 🌤️🌈☁️
__ADS_1