
Siang ini sesuai dengan apa yang Devan sampaikan kepada Gavin bahwa keluarganya akan datang kerumah Gavin untuk membicarakan pernikahan Devan dengan Liana.
Liana sedari tadi termenung di kamar dengan pikiran yang tak karuan tentang pernikahannya yang akan segera di laksanakan. Begitu cepat rasanya bagi Liana untuk mengakhiri masa lajangnya untuk sekarang, namun mungkin ini adalah jalan takdir yang baik bagi Liana untuk ke depannya.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar Liana terbuka.
Krekkk...
Disana tampak Gavin yang berdiri di ambang pintu dan kemudian berjalan ke arah Liana yang sedang duduk di pinggir kasurnya.
"Lia... Kamu sudah selesai?"tanya Gavin karena dari tadi Liana tidak keluar kamarnya, ia tidak merasa heran karena wajar seorang wanita jika berdandan pasti lama.
Liana yang di panggil pun langsung mengerjakan matanya dan tersadar dari lamunannya.
"Eghh... Eh iya sudah kak dari sudah selesai kok"
"Kok gak keluar kamar dari tadi?kakak nungguin kamu di ruang tamu, kakak pikir kami belum selesai dandannya"
"Emm..anu...tadi aku balas chat dulu kak dari teman aku"bohong Liana kepada kakaknya padahal sedari tadi ia merenung.
"Ohhh emang teman kamu udah tau kalo kamu akan segera menikah?"
"Emmm...belum sih kak, aku belum ngasih tau mereka"jawab Liana jujur, ia ingin sekali memberi tahu teman-temannya tapi, ia juga bingung bagaimana menjawab pertanyaan mereka nanti kenapa Liana lebih memilih untuk nikah muda pasti banyak sekaligus pertanyaan dari mereka yang nantinya akan membuat Liana pusing untuk menjawabnya.
"Loh kenapa?"tanya gavin penasaran karena biasanya Liana akan memberitahu 3 orang temannya itu contohnya seperti hal-hal yang menurut nya itu akan wow bagi temannya.
"Eghh...gak papa sih nanti aja, soalnya Liana bingung gimana ngasih taunya hehehe"cengir Liana sambil memasang wajah yang super gemoy.
"Ohhh...iya udah yok turun, bentar lagi calon suamimu kamu akan datang"goda gavin kepada Liana.
"Ihhh apa sih kak B aja kali"padahal jantung Liana sekarang entah mengapa berdegup kencang dari sebelumnya. Sedangkan Gavin tertawa puas karena ia berhasil menggoda adiknya itu.
Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara mobil di depan rumah mereka, dan ternyata itu mobil devan dan orang tuanya.
Setelah memarkirkan mobilnya Devan dan dan orang tuanya pun langsung turun dan berjalan menuju rumah Gavin.
__ADS_1
Mia yang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan calon menantunya itu segera berjalan lebih dulu dari Gavin dan Alexander suaminya.
Gavin yang melihat keluarga Devan sudah datang berjalan menuju pintu untuk mempersilahkan mereka masuk ke rumahnya.
"Assalamualaikum..."ucap papa Gavin.
"Walaikum salam, om"balas Gavin sambil Salim kepada Alexander dan mia tak lupa juga ia memeluk Devan yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya.
"Apa kabar gavin?" Tanya Alexander sambil tersenyum.
"Alhamdulillah baik om, om sama Tante apa kabar?"tanya Gavin balik.
"Alhamdulillah om sama Tante baik juga Vin"
"Ohh iya om Tante Devan silahkan masuk"Gavin mempersilahkan keluarga Devan untuk masuk ke rumahnya.
Sedangkan Liana saat ini tengah menunggu di ruang tamu seorang diri, entah mengapa sekarang ia gugup dan tak biasanya ia seperti ini, mungkin karena ini pertama kalinya Liana bertemu dengan orang tua dari calon suaminya yang tak pernah ia tau seketika akan menjadi jodohnya.
Gavin mengarahakan keluarga Devan ke ruang tamu, setelahnya mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Baik terima kasih Gavin"ucap Mia sambil mengambil posisi duduk yang nyaman.
"Ohh iya om, Tante ini adik saya namanya Liana Almahendra, yang akan menjadi calon istrinya devan"Gavin memperkenalkan adiknya itu dan di respon sangat baik oleh Alexander dan mia.
"Wahhh cantik ya calon menantu mama pa.."puji Mia kepada Liana dan Alexander pun membenarkan itu dengan anggukan. membuat Liana hanya tersenyum manis dan mengucapkan terima kasih kepada Mia.
Devan sedari tadi memandangi Liana di dalam hati Devan berkata bahwa Liana memang sungguh cantik dan manis benar apa kata mama dan papanya. Sungguh baru kali ini Devan bertemu dengan Liana karena sebelumnya Devan sudah pernah ketemu tapi waktu itu Liana masih sekolah SMP dan ketika SMA Devan sudah jarang bertemu Liana karena Liana memilih SMA di luar kota tempat mereka tinggal.
Setelah itu papa Devan memulai pembicaraan dan segera menentukan tanggal pernikahan mereka.
"Baiklah kalau begitu kita akan melaksanakan pernikahan kalian Lusa, karena Minggu depan saya akan berangkat ke Australia untuk mengurus pekerjaan di sana. Bagaimana kalian setuju?"
Liana terkejut karena pernikahan nya akan di lakukan lusa dan itu sangatlah cepat sekali menurutnya. Mana mungkin bisa mempersiapkan semuanya dalam waktu 1 hari.
"Pa ini tidak terlalu kecepatan?"Devan merasa ini terlalu cepat dan tidak mungkin ia akan mempersiapkan nya hanya dalam waktu satu hati, sungguh dia tidak tahu lagi dengan cara berfikir papanya ini.
__ADS_1
"Dev pernikahan itu ibadah jadi lebih baik di lakukan dengan cepat jika sudah ketemu jodohnya. Gak baik Dev ditunda-tunda"
Mendengar jawaban dari papa nya itu Devan hanya diam dan menyetujui apa perkataan papanya itu.
"Bagaimana gavin apa kamu setuju?" Tanya Alexander kepada Gavin.
"Iya om Gavin setuju..."jawab Gavin dengan anggukan.
Dalam hati Liana menggerutu kenapa kakaknya ini tidak memberikan jawaban yang ia inginkan. Tidak mungkin waktu pernikahan nya lusa dan kakaknya itu tidak memberi saran kepada papa Devan untuk supaya dilakukan sebulan lagi karena jujur Liana tidak tau sifat devan, dan merekapun baru pertama kali bertemu.
"Bagus...nanti semua acaranya akan saya persiapkan"
"Ohh iya Dev besok kamu ajak liana foto prewedding, dan pilih gaun pengantin ya nanti mama akan menghubungi desainer mama"ucap Mia kepada devan.
"Baik lah kalau begitu kami pamit dulu ya Vin"sambil berdiri Alexander berpamitan dengan Gavin dan liana.
"Terima kasih om Tante"ucap Gavin sambil Salim kepada mereka dan di ikuti oleh Liana.
"Menantu mama jaga kesehatan ya nak, supaya pas hari H nanti gak sakit"Mia memeluk Liana dengan lembut dan tulus yang bisa Liana rasakan juga.
"Iya Tante..."balas liana dengan senyuman.
"jangan manggil Tante lagi dong, panggil mama ya mulai sekarang...."
"iya ma...."Liana mengulangi ucapannya lagi.
Setelah itu keluarga Devan pulang.
Disisi lain Liana protes kepada kakaknya dan meminta untuk kakaknya memberi saran kepada papa Devan untuk dilaksanakan satu bulan lagi, tapi Gavin tidak mau dan ia langsung pergi untuk mengurus persiapan pernikahan Liana lusa nanti.
Haiii bestiee gimana nih cerita bab ini??? Hehehe maaf ya jika ada yang typo
Ikuti dan komen ya disetiap cerita aku๐โจ๐ค
Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan ๐ค๏ธ๐โ๏ธ
__ADS_1
Yuk baca ceritanya selanjutnya ๐๐