
Akibat perkataan Devan siang tadi membuat Gavin tidak tenang saat sampai di rumah. Gavin terus memikirkan apa yang akan Devan berikan sebagai sanksi yang telah Gavin lakukan, karena kalah dalam memenangkan kerjasama itu.
Saat sedang melamun Gavin dikejutkan oleh adiknya yang bernama Liana Almahendra.
"Dorr..."suara Liana membuat Gavin tersadar dari lamunannya.
"Cieee lagi mikirin siapa sih??"goda Liana kepada kakaknya.
"Li... Kamu ngagetin kakak aja deh"ucap Gavin kepada Liana.
"Hehehe....maaf kak, habisnya kakak sih ngelamun dari tadi. Nanti kesurupan loh"balas liana kepada Gavin.
"Kakak lagi mikirin apa sih?"tanya liana.
"Gak...gak papa kakak cuma lagi menikmati kesendirian aja"jawab Gavin berpura-pura tenang dihadapan adiknya.
Padahal pikiran Gavin saat ini sedang kacau akibat perjanjian yang dibuat oleh Devan itu.
"Eaaaa... kesendirian gak tuh??" Ledek Liana kepada kakaknya.
"Udah sana pergi jangan ganggu kakak..."usir Gavin kepada Liana karena ia tidak mau jika nanti ia akan keceplosan bercerita tentang perjanjian itu.
Karena ia sangat tau sifat adiknya ini sangatlah kepo.
"Ihh kenapa sih? Baru juga Lia pulang udah di usir aja"ucap liana sambil memanyunkan bibirnya.
"Dihhh dipikir lucu apa kek gitu?"balas Gavin karena merasa Liana bertingkah seperti anak kecil yang merengek meminta es krim.
"Ya emang luculah siapa dulu dong Liana Almahendra"balas liana dengan bangganya mengucapkan namanya itu.
"Udah sana gak usah deket-deket bau tau..."balas Devan sambil menutup hidungnya.
Karena tidak mau berdebat dengan kakaknya Liana memutuskan untuk pergi ke kamar dan membersihkan tubuhnya yang memang sudah bau asem dari tadi akibat keringat. Ya maklum lah seharian ini Liana berada di kampus untuk menyelesaikan semua tugasnya. Karena kalau di rumah Liana lebih memilih untuk menonton Drakor dari pada mengerjakan tugas kuliahnya.
__ADS_1
Sejak pulang dari kuliah tadi, Liana belum keluar kamar sama sekali. Kakaknya tau betul jika Liana tidak keluar kamar pasti adiknya itu sedang meraton nonton Drakor yang dia download menggunakan WiFi dari hp Gavin. Sebagai kakak yang baik Gavin selalu mengizinkan jika Liana meminta WiFi kepadanya. Akan tetapi, Gavin tidak suka jika Liana nonton Drakor sampai lupa waktu dan tidak makan seharian karena mengingat Liana mempunyai penyakit mag yang akan kambuh ketika Liana telat makan.
Gavin mulai berkutik di dapur dan memasak makanan untuk Liana dan dirinya. Semenjak ditinggal oleh kedua orang tua mereka Gavin memiliki tanggung penuh untuk menjaga adiknya itu dan memenuhi semua kebutuhan hidup Liana. Bisa dikatakan Gavin merangkap menjadi orang tua sekaligus kakak bagi Liana.
"Li...Lia..."panggil Gavin kepada adiknya.
Namun, tidak ada jawaban dari Liana.
"Lia...makan dulu kakak udah masakin nih ayam goreng"namun hasilnya sama Liana tidak juga keluar kamarnya.
Gavin mulai naik darah karena tingkah Liana yang berpura-pura tidak dengar saat Gavin memanggilnya. Sambil berjalan menuju ke kamar adiknya Gavin terus berkobar Kamit merutuki adiknya yang tidak mau keluar kamar untuk makan. Sampai nya di depan kamar Liana Gavin langsung membuka pintu kamar liana.
"Lia...kakak panggil dari tadi gak denger-denger"ucap Gavin sembari berjalan menuju ke arah Liana.
Yang dipanggil pun tidak menyadari dan masih fokus pada layar laptop yang menampilkan suami khayalan nya itu.
"Ohhh...pantes ya dari tadi dipanggil gak nyaut-nyaut"Gavin langsung menarik handset adiknya dan menutup laptopnya.
Liana terkejut karena tiba-tiba Gavin sudah di kamarnya.
"Jadi ini kerjaan kamu sampai lupa makan dan lupa waktu gara-gara nonton nih plastik?"tunjuk depan ke layar laptop yang sudah mati itu.
Tak terima dengan perkataan kakaknya Liana Langsung merampas laptop dari tangan kakaknya itu.
"Ini tu bukan plastik ini tuh laptop gak bisa apa bedain laptop sama plastik?"kesal liana kepada Gavin.
"Dan juga yang tadi itu aku lagi nonton suami aku, jadi jangan ganggu aku dulu ya kakakku sayang...."sambil memasang wajah imutnya itu.
"Gak!gak ada lagi drakor....drakor...sekarang ayo makan dulu"perintah Gavin sambil menarik tangan Liana.
"Gak mau...Lia belum lapar kak..."rengek Liana kepada kakaknya.
"Pokoknya harus makan!"tegas gavin.
__ADS_1
Melihat kakaknya yang sudah marah itu Liana terpaksa keluar kamar dan makan malam bersama kakaknya. Walaupun Liana memelas kepada Gavin untuk tidak memaksanya makan.
Di meja makan Liana hanya menatap makanan depannya dengan tidak selera. Gavin yang baru sadar dengan tingkah Liana ini membuat ia geram dan harus menahan sabar menghadapi sikap adiknya itu.
"Makanan itu dimakan, bukan liatin aja"sindir gavin kepada adiknya itu.
Liana masih diam dan menatap makanan di depannya itu.
"Lia..."panggil Gavin kepada Liana.
Liana hanya menoleh dan kembali menatap makanannya lagi.
"Lia...sini liat kakak"ucap Gavin dan meletakkan sendoknya kepiring.
Liana pun menatap kakaknya itu dengan ekspresi baby eyes.
"Li...makan ya, kakak gak mau kamu sakit"mohon Gavin untuk Liana makan.
"Tapi...kak..."ucap liana sambil menahan tangisnya.
"Li...kalau kamu sakit kakak bakalan ikut sakit dan sedih juga, dan kakak akan merasa bersalah kalau kamu sampai sakit Li..."Gavin sambil memegang bahu Liana supaya Liana ngerti bahwa Gavin sangat menyayangi adiknya itu.
"Kakak....kakak jangan sedih gini dong Liana juga ikut sedih kalo kakak sedih, maafin Liana ya kak Liana udah buat kakak sedih, Liana mau kok kak makan"Liana langsung memeluk Gavin dan menangis di Pelukan Gavin.
"Iyaa udah jangan nangis dong, kakak gak marah kok kakak cuma mau Liana makan tepat waktu aja li. Udah ya sekarang kita makan dulu, nanti kamu boleh kok lanjut nonton drakornya"bujuk Gavin sambil menghapus air mata Liana.
Liana pun menurut dan memakan makanannya dengan lahap dan memuji makanan kakaknya yang sangat lezat itu.
Gavin yang melihat tingkah adiknya itu, hanya bisa tersenyum.
Haiii bestiee gimana bab ini??? Hehehe maaf ya jika ada yang typo
Ikuti dan komen ya disetiap cerita aku๐โจ๐ค
__ADS_1
Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan ๐ค๏ธ๐โ๏ธ
Yuk baca ceritanya selanjutnya ๐๐