Istri Manis Tuan Dingin

Istri Manis Tuan Dingin
8. Fitting Baju


__ADS_3

Siang ini matahari sangat terik sampai bisa di rasakan Liana kalau kulitnya terasa terbakar. Liana memutuskan untuk membeli jus apel kesukaannya karena ia merasa kerongkongan nya sangat kering.


Hari ini Liana tidak ke kampus karena semua mata kuliah hari ini diadakan secara online. Jadi, Liana hanya mengisi absen saja dan tugasnya? Oh tentu nanti akan di kerjakan Liana malam harinya.


"Minum jus apel panas-panas gini wehh rasanya ahhh mantap"Liana menyeruput jus yang di belinya tadi.


Saat Liana tengah menikmati angin sepoi-sepoi di bawah pohon rindang di taman dekat rumahnya dan sambil menyeruput jus apelnya tiba-tiba ponsel Liana berdering nyaring membuat Liana langsung merogoh kantong celana dan segera melihat siapa yang menelepon nya "Nomor tidak di kenal".


"Ha? Nomor siapa ini?"Liana mengernyitkan dahinya.


"Tumben ada nomor asing yang nelpon gue"masih merasa ragu untuk menjawab telpon itu, tapi rasa penasaran Liana tidak bisa ditahannya.


"Hallo?"


"Ini benar nomor mu Kan?"tanya orang itu suaranya seperti pria yang tidak asing bagi Liana tapi, Liana lupa dimana ia pernah mendengar suara itu.


"Ha? Ini siapa? Kok tiba-tiba bisa tau nomor gue? Lo mau nipu saya ya? Iya kan?"tuduh Liana kepada pria itu.


"Devan"jawab pria di telpon itu.


"De..Devan? Eh maksudnya kak Devan?"tanya liana memastikan bahwa ia tidak salah dengar.


"Iya, kamu Liana kan?"tanya balik pria di telpon itu.


"Iya gue Liana"


"Share lock kamu lagi di mana sekarang!!"Devan meminta Liana untuk mengirimkan alamat di mana tempat ia berada sekarang.


"Ehh... tunggu-tunggu emang kakak mau ngapain?" Tanya liana kepada Devan yang tiba-tiba ingin menemuinya sekarang.


"Sudah kalau kamu tidak mau share lock, katakan kamu berada di mana sekarang?"


"gue lagi di taman depan rumah emang kenapa?"

__ADS_1


tutt.....


Devan mematikan sambungan teleponnya dengan Liana.


tentu saja membuat Liana penasaran kenapa Devan ingin menemuinya.


tak lama kemudian terdengar suara mobil yang berhenti di pinggir jalan taman tersebut. Liana menoleh dan melihat ada Devan yang baru saja turun dari mobil mewah tersebut.


Devan langsung berjalan menghampiri Liana yang sudah ia lihat dari dalam mobil tadi dan Liana sedang duduk di salah satu kursi taman itu.


'nih orang mau ngapain sih? kok tiba-tiba kesini di tanyain juga gak di jawab mau ngapain. ihh dasar pria aneh' dalam hati Liana mengumpat.


"ayo ikut saya"tanpa ba bi Bu lagi Devan langsung mengajak Liana untuk mengikuti nya. tentu saja membuat Liana semakin dongkol di buatnya, tanpa penjelasan apa pun langsung mengajak Liana untuk mengikuti nya. Dasar memang pria aneh.


"ehhh mau ngapain?"


Devan tidak menjawab justru menatap Liana dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.


"kakak tiba-tiba nelpon, terus kesini mau ngapain?"kini Liana di bikin emosi dengan tingkah Devan seperti ini.


"ha? lupa? emang lupa apa? aduhh to the point aja deh mau ngapain?"


"fitting baju" jawab Devan singkat.


Liana baru ingat kalau kemarin mama Devan menyuruh Liana dan Devan untuk segera fitting baju dan foto prewedding untuk pernikahan nya. ya ampun kenapa bisa lupa sih. Liana sungguh lupa kalau ia akan segera menikah besok dengan pria dingin ini.


"ohhh iya gue lupa..."ucap Liana sambil memegang keningnya.


"jadi fitting nya sekarang?"


"hmm.."


"oke bentar gue balik ke rumah dulu mau ganti baju"

__ADS_1


"gak usah pake baju ini aja, soalnya saya gak punya waktu banyak, saya sibuk hari ini ada meeting" tolak Devan untuk mengizinkan Liana ganti baju.


lagi pula menurut nya hanya fitting baju saja sebentar tidak perlu memakan waktu lama.


"5 menit aja janji gue gantinya bentar doang" bujuk Liana kepada Devan untuk mengganti bajunya sebentar karena ia tidak PD memakai pakaian yang ia kenakan sekarang apa lagi ia harus fitting baju.


Devan tidak menjawab Liana ia hanya memutar badan untuk balik menuju ke mobilnya dan meninggalkan Liana.


Liana di buat bingung ia tidak tahu apakah ia di izinkan untuk ganti baju sebentar atau tidak. karena tidak mau ambil pusing Liana berjalan membuntuti Devan dan berhenti saat berada di depan mobil mewah milik Devan. sementara Devan duluan memasuki mobil nya.


"masuk lah!" perintah Devan kepada Liana.


Liana hanya diam dan tidak bergerak di tempatnya.


"Mauk atau saya tinggal?" ancam Devan kepada Liana.


"i..iya bentar" Lian segera masuk ke dalam mobil Devan.


sepanjang perjalanan menuju butik langganan mamanya Devan dan Liana hanya sama-sama diam dan tidak ada yang memulai percakapan di antara mereka.


sekarang mereka telah sampai di butik langganan mamanya Devan untuk mereka fitting baju pernikahan untuk besok.


sampai nya di sana Liana di buat takjub dengan dengan butik yang menurut nya itu sangat mewah. apalagi saat mereka memasuki buik itu di dalam nya banyak gaun pesta yang sangat cantik dan bisa Liana tebak itu harganya pasti puluhan juta.


saat mereka memasuki butik itu banyak pelayan yang menyapa mereka dengan ramah, apalagi melihat ada Devan anak pengusaha terkenal di Jakarta itu. Liana merasa insecure karena ia rasa ia tak cocok dengan Devan yang menurut nya hampir sempurna itu banyak terdengar bisikan dari pelayanan butik itu sambil memuji ketampanan Devan. ya Liana akui Devan memang memiliki wajah yang sangat tampan badan yang ideal kulialt putih bersih, tapi sayang sifat dingin seperti kutub itu membuat Liana tidak suka.


Haiii bestiee gimana nih cerita bab ini??? Hehehe maaf ya jika ada yang typo


Ikuti dan komen ya disetiap cerita aku๐Ÿ™โœจ๐Ÿค—


Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan ๐ŸŒค๏ธ๐ŸŒˆโ˜๏ธ


Yuk baca ceritanya selanjutnya ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰

__ADS_1


maaf ya sering telat up nanti insyaallah aku bakalan usahain untuk up tiap hari๐Ÿ˜๐Ÿ™


__ADS_2