Istri Manis Tuan Dingin

Istri Manis Tuan Dingin
5. Menerima


__ADS_3

Kini Liana tengah menonton televisi di ruang tamu rumahnya sambil menikmati Snack kesukaannya. Di sisi lain Gavin sedang memikirkan bagaimana caranya memberitahu Liana kalau ia akan menjodohkannya dengan Devan. Gavin tidak tega melakukan itu, karena Liana adalah adik semata wayangnya dan kini hanya Liana yang sangat berarti dalam hidupnya dia tidak ingin Liana jatuh ke tangan laki-laki yang salah dan nanti akan menyakiti adik kesayangannya itu.


Tetapi, apa boleh buat Gavin harus melakukan ini. Ia yakin kalau Devan akan menyayangi dan mencintai serta menjaga Liana dengan sepenuh hatinya, walaupun ia tau tidak mudah bagi sang adik untuk jatuh cinta kepada pria yang belum dia kenal.


Dengan berat hati Gavin berjalan menuju ke ruang tamu untuk memberitahu Liana tentang perjodohan itu.


"Lia..."panggil Gavin kepada adiknya.


Yang dipanggil hanya menoleh sambil mengangkat sebelah alisnya dan tetap menguyah Snack yang ia makan sedari tadi.


"Kakak mau ngomong sesuatu sama kamu"


"Ngomong apa kak?kek nya serius amat?"tanya liana kepada sang kakak, karena baru kali ini Gavin ingin berbicara sesuatu hal yang menurutnya ini suatu hal yang sangat penting.


Gavin menghela nafasnya sesaat dan memikirkan bagaimana ia memulai nya.


"Hmm..."sambil memainkan jemarinya Gavin menatap kebawah tidak tega melihat wajah Liana jika ia tahu kalau ia akan dijodohkan pasti Liana sangat sedih dan tak terima.


Melihat tingkah kakaknya yang aneh Liana mulai merasa ada yang tidak beres dan kali ini Liana merasa ia juga termasuk dalam hal ini.


"Kak, kok kakak kek gak tenang gini sih? Ada apa kak? Cerita sama Lia.."


Sambil memegang tangan sang kakak Liana mencoba menenangkannya, jujur saat ini Liana sangat penasaran apa yang sebenarnya ingin Gavin beritahu kepadanya.


"Eghh...Li, kakak tau mungkin saat mendengar ini kamu sangat marah sama kakak, dan kamu pasti sedih karena ini"rasanya Gavin enggan untuk memberitahu Liana, tapi mau tidak mau Gavin harus melakukan nya.


"Lia gak ngerti maksud kakak"bingung Liana karena Gavin hanya berbicara setengah-setengah dan tidak jelas apa maksudnya.


"Gini Li, sebenarnya...kakak mau menjodohkanmu dengan Devan teman kakak sekaligus CEO di perusahaan tempat kakak bekerja"kini Gavin tidak sanggup untuk melihat wajah sang adik yang ia yakini pasti saat ini adiknya itu terkejut.


"Ha? maksud kakak, Lia mau di jodohin?"


"Iya Li..."

__ADS_1


"Kakak bercanda kan?hhhh ayo kakak bercanda kan hhhh udahlah kak akting kakak ku ini sangat lah bagus wkwkwk"ucap liana sambil tertawa karena menurutnya kakak nya ini sedang bercanda atau mau ngeprank saja.


"Gak Li, kakak gak bercanda kakak serius..."Gavin tak tega melihat Liana yang berharap ini hanya gurauan Gavin semata.


"Kak?"


"Iya li, kakak mau jodohin kamu..."


"Tapi kak, kenapa?"tanya liana yang sangat bingung sekarang.


"Kakak lakuin ini demi kebahagiaan kamu Li, kakak mau kamu bahagia..."hanya itu yang bisa Devan ucapkan sekarang.


"Lia, bahagia kok kak sekarang. Lia bahagia hidup sama kakak, Lia serius kak. Atau kakak mau jodohin Lia karena Lia sering gak nurut sama?atau karena Lia hobi nonton drakor dan gak ingat waktu jadi kakak jdkhin Lia?"iya kan kak?kak...Li..."


"Gak Lia, kakak lakuin ini semua supaya karena kakak ingat pesan mama sama papa sebelum mereka pergi selamanya ninggalin kakak sama kamu"


"Maksudnya kak?"


"Waktu itu mama sama papa pernah bilang sama kakak, kalau kakak udah nemuin laki-laki yang menurut kakak ia layak untuk kamu. Maka kamu harus segera menikah"memang benar apa yang gavin bilang bahwa waktu dulu mama sama papanya pernah berpesan jika ada seorang pria yang menurut Gavin sangat pantas untuk menjadi suami dari adiknya itu, maka liana harus segera menikah.


"Li, tapi ini pesan mama sama papa...kamu mau liat mama sama papa sedih di atas sana?"


"Kak...ia Lia tau ini demi kebaikan Lia dan Lia gak mau buat mama sama papa sedih juga. Tapi, masalah nya Lia belum siap, Lia juga gak tau siapa yang akan menjadi suami Lia nantinya"


"Yakin sama kakak dia adalah pria yang baik untuk kamu"


"Tapi kak..."


"Li...ini permintaan terakhir kakak, setelah ini kamu bebas mau lakuin apa aja mau ngedrakor setiap hari pun gak papa. Tapi plisss kali ini aja kamu bisa kan? Kakak tau Li kamu pasti belum siap, tapi kakak yakin seiring berjalannya waktu kamu pasti siap dan kamu pasti cinta sama dia"


"Kak, kakak jangan gitu. Lia gak yakin kak nanti nya bisa jadi ibu rumah tangga yang baik. Sedangkan umur Lia aja masih 22 tahun"


"Li, dengerin kakak nikah itu gak tergantung umur kamu supaya bisa jadi istri dan ibu rumah tangga yang baik. Tapi, nikah itu soal siap dan tidaknya kamu akan belajar untuk bisa hidup dengan pasangan mu nanti sampai akhir hayat kalian".

__ADS_1


"Hmszz...jika ini memang yang terbaik untuk Lia, lia akan terima kak"pasrah Liana kepada kakaknya.


"Li...kamu ikhlas dan siap kan?"


"Insyaallah kak, jika ini bisa buat mama sama papa tenang disana maka liana siap kak"


"Makasih ya Li...maafin kakak mungkin selama ini kakak gak bisa kasih yang terbaik buat kamu"


"Gak kakak, kakak jangan ngomong gitu. Kakak udah jadi kakak yang terbaik buat Liana. Justru Liana yang harusnya minta maaf sama kakak, Lia suka ngebantah kakak padahal niat kakak itu baik untuk Liana"


"Gak Lia, kamu itu adik yang terbaik bagi kakak. Kakak rasa kakak belum bisa jadi kakak yang terbaik untuk kamu..."


Liana mendekat ke arah kakaknya itu dan langsung memeluknya sambil menangis karena bagi Liana kakak nya ini sangat terbaik bagi Liana.


"Kak Lia...sayang sama kakak"ucap liana dipelukkan sang kakaknya itu.


Mendengar ucapan Liana barusan membuat semakin sakit hati Gavin karena telah berbohong pada adik nya ini.


Dalam hati Gavin berkata"maafin kakak Li, ini semua kakak lakuin demi kebahagiaan kamu juga walaupun awalnya ini hanya sebatas perjanjian yang bodoh yang telah kakak lakukan"


"Iya Li kakak juga sayang sama Lia..."


"Udah ya jangan nangis nanti kakak ikut nangis juga loh, besok keluarga dari calon suamimu bakal datang untuk menentukan tanggal pernikahan kalian"


"Hmm...iya kak, jadi besok Lia gak masuk kuliah?"


"Besok biar kakak yang akan izinin kamu ke dosen"


"okee.."


Haiii bestiee gimana nih cerita bab ini??? Hehehe maaf ya jika ada yang typo


Ikuti dan komen ya disetiap cerita aku🙏✨🤗

__ADS_1


Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan 🌤️🌈☁️


__ADS_2