Istri Manis Tuan Dingin

Istri Manis Tuan Dingin
9. fitting baju part 2


__ADS_3

Sudah 5 gaun yang di coba oleh Liana sejak tadi, tapi tidak ada satupun gaun yang Devan sukai padahal menurut Liana gaun-gaun itu bagus semua. Kali ini Liana berharap adalah gaun yang Devan suka karena jujur Liana sudah lelah dan kesal sekali bolak balik ke ruangan ganti gaun itu.


Saat Liana keluar dan mencoba gaun yang ke 6 ini Devan terpesona dengan  lekuk tubuh Liana  yang indah saat memakai gaun yang ini membuat jantung Devan berdegup kencang, gaun Liana sangat elegan, simple, dan hiasan manik-manik kristal yang ada di gaun nya menambah kesan mewah gaun yang di kenakan Liana tersebut.


Liana yang sedari tadi di tatap oleh Devan jadi risih dan tidak nyaman entah mengapa saat mata tajam milik Devan itu menatapnya ia jadi salah tingkah, Liana merasa malu pasti saat ini wajahnya sudah merah seperti tomat.


"Wahh gaun yang ini sangat indah dan pas sekali dengan nona"ucap salah satu pelayan di butik itu.


"Iya benar sekali, cocok dengan orangnya yang cantik dan manis"sahut para pelayan yang lain.


Menurut Liana pelayan itu sungguh salah menilainya, sebab ia saja tidak pernah merasa cantik dan manis. Kakaknya saja tidak pernah bilang dia cantik malahan selalu bilang Liana itu seperti panda badan gampal dan memiliki kantong mata yang hitam. Ya itu semua Liana benarkan karena mamang badan Liana yang sedikit gempal dan kantong mata hitam akibat sering bergadang maraton drakor setiap malam.


"Kak...ba...bagaimana gaun yang ini"tanya liana gugup di depan Devan yang tak lepas dari tadi menatapnya.


"Kak?"Liana melambaikan tangannya di depan devan.


"cantik..." cicit Devan tak sadar.


"Ha?apa kak?"


"Eh... Gak maksudnya itu bagus. Iya bagus..."devan gelagapan menjawabnya.


"Huff...oke kalau gitu gue mau ganti baju dulu"


"Hmmm..."jawab Devan masih nyaman dengan posisi duduknya walupun sebenarnya jantung nya sekarang lagi cenat cenut eaaa.


Selesai Fitting baju tadi mereka lanjut untuk foto pernikahan mereka setelah itu Devan mengantar Liana pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan Liana merasa bosan sedari tadi Devan hanya diam tanpa ada niatan untuk mengajak Liana berbicara sedikitpun. Untuk memecahkan kecanggungan di antara mereka Liana memulai obrolan dan menanyakan hal yang mungkin menurut Devan itu tidak penting.


"Kak, gue mau nanya"


"Hmm"


"Alasan kakak mau nikah sama gue apa?"tanya liana kepada Devan yang tengah fokus mengemudi, tiba-tiba Devan ngerem mendadak karena terkejut dengan pertanyaan dari Liana.


Sttttt....


"Aaa...aduhh, kak hati-hati dong bawa mobilnya hampir aja tadi kita nabrak pohon"oceh Liana kepada Devan.


"Ma...maaf, saya gak sengaja"


"Hufff... untung aja gak kenapa-kenapa"


"Ehhh kak, kakak belum jawab loh pertanyaan gue tadi"


Devan sempat diam sejenak memikirkan bagaimana ia menjawab pertanyaan Liana itu, tidak mungkin kan ia akan jawab alasan yang sebenarnya ia menikahi Liana.


"Karena saya maunya kamu"astaga apa-apaan ini jawaban macam apa ini. Devan menggerutu di dalam hati, sungguh itu jawabannya yang sangat absurd menurutnya.

__ADS_1


"Cuma itu?"tanya liana tidak yakin hanya itu alasan Devan memilih ia untuk menjadi istrinya pasti ada alasan lain yang tidak mau Devan beritahu kepadanya.


"Hmm"kini Devan kembali fokus mengemudi.


Karena tidak mau ambil pusing Liana cukup untuk bertanya lagi kepada Devan lagian bagi Liana tidak asik mengobrol dengan Devan yang sifatnya seperti kulkas 9999 pintu itu, sungguh Liana tidak tahu apa kesalahan yang telah ia lakukan sehingga ia harus berjodoh dengan lelaki seperti Devan ini.


Mereka pun telah sampai di rumah Liana, kini rumah Liana cukup ramai karena paman nenek dan kakek Liana tidak lupa juga para keponakan dan sepupu Liana sudah berkumpul semua di rumah Liana karena besok adalah hari pernikahan Liana.


Setelah berbincang sedikit dengan keluarga Liana Devan berpamitan untuk pulang karena hari sudah sore dan ia juga butuh istirahat untuk pernikahan nya besok.


Malam ini baik Liana maupun Devan sama-sama termenung di kamar mereka masing-masing. Mereka tidak menyangka akan melepas masa lajang nya secepat ini, apa lagi Liana rasanya baru kemarin ia lulus SMA tapi sebentar lagi ia akan menjadi seorang istri. Sungguh rasanya ini seperti mimpi bagi Liana.


Liana mengambil ponselnya dan berniat untuk memberi tahu temannya kalau besok ia akan menikah tapi, apakah temannya akan marah jika Liana baru memberitahunya sekarang? Ohh tentu saja pasti mereka sangat marah tapi Liana masa bodoh yang penting ia telah memberitahu mereka kalau besok ia akan menikah.


Liana memulai panggilan gruf


"Haiii guyss...kalian lagi ngapain?"


Tanya liana kepada temannya.


"Lagi rebahan sambil baca-baca novel nih"sahut selin.


"Kalau gue lagi ngedrakor nih"sahut sifa juga.


"Kalau gue sih rebahan aja"kini giliran gera.


"Ehhh btw Lo tumben vc malam-malam gini mau ngapain?"tanya selin kepada Liana


"Emmm sebenarnya ada yang mau gue kasih tau nih sama kalian"


"Yaelah tinggal chat doang ribet amat sih"


"Enggak ini gak bisa lewat chat!"


"Aduhh Lo bikin kita kepo deh, tinggl kasih tau aja"kini gera mulai tidak sabar apa sebenarnya yang ingin Liana beritahu kepada mereka sampai vc malam-malam.


"Emmm sebelumnya gue mau minta maaf nih..."ragu Liana memberitahu mereka.


"Ehhh emang Lo maj kemana? Minta maaf segala kesambet apa Lo?" Sumpah Liana benar-benar memancing emosi gera kali ini.


"Emmm gak kemanaysih tapi pokoknya kalian jangan marah..."


"To the point aja Lia!"nah kali ini sifa yang bersuara.


"Gak tau nih Lia awas aja ngeprank lu ya"ancam selin.


"Oke oke bentar gue narik nafas dulu"

__ADS_1


"Hufff.....oke jadi sebenarnya besok gue mau..."Liana menggantung ucapannya dan berharap temannya itu tidak marah kepadanya


"Li, ihh bener-bener Lo ya mancing emosi gue aja"sumpah kali ini selin sudah mulai di buat kesal dengan Liana yang tidak jelas.


"Oke...kali ini gue serius, sebenarnya besok gue mau....nikah"


"Ha?apa tadi nikah? Wait gue gak salah dengar kan?" Mereka tidak percaya kalau yang Liana akan menikah dan besok pernikahan.


"Seriusss gue mau nikah besok"


"Gak usah bercanda deh Lia gak lucu ini udah malem"


"Iya ngadi-ngadi aja deh Lo"


"Serius besok gue mau nikah!!"


"Li, Lo gak bercanda kan? Ya kali Lo mau nikah, mana besok juga Lo nikah Lo serius Li?"


"Iya gue serius, besok gue nikah dan gue harap kalian bisa datang ya temenin gue"


"Sumpah Li Lo baru ngasih tau sekarang, dan kita gak ada persiapan"


"Wait Li coba ceritain gimana Lo bisa mendadak nikah gini?"


"Lo gak hamil kan Li?" Tanya selin memastikan bahwa Liana tidak mungkin hamil di luar nikah karena setaunya temannya ini tidak memiliki pacar, dan sekarang ia bilang akan menikah.


"Astagfirullah gila Lo sel, ya gak lah gue gak hamil, aduhh pokoknya panjang deh ceritanya nanti gue ceritain deh yang penting sekarang gue udah ngasih tau kalian kalau besok gue akan nikah dan kalian wajib datang"


"Wehhh kita beneran gak nyangka Li Lo bisa secepat ini nikahnya, yaudah deh besok kami datang dan doa kami semoga Lo bisa bahagydan langgeng terus sama suami Lo nanti"


"Emmm makasih ya doanya, gue jadi terharu deh"baru kali ini Liana merasakan terharu dengan ucapan dari temannya.


"Hmmm, yaudah Lo istirahat tidur besok kan Lo mau nikah udah masalah izin nanti gue yang beri tahu dosen, ehh tapi tunggu ini Lo udah ngasih tau dosen belum atau anak-anak yang lain?"


"Emmm belum sih tapi nanti gue beritahu lah tunggu waktu yang tepat, soalnya gue mau kalian rahasiain ini ya dari anak-anak yang lain"


"Oke oke aman Li"ucap mereka bebarengan.


"Oke kalau gitu gue tutup dulu ya mau istirahat byee..."


Selesai memberitahu temannya Liana langsung beristirahat karena besok ia akan bangun pagi.


Haiii bestiee gimana nih cerita bab ini??? Hehehe maaf ya jika ada yang typo


Ikuti dan komen ya disetiap cerita aku🙏✨🤗


Semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan 🌤️🌈☁️

__ADS_1


Yuk baca ceritanya selanjutnya 👉👉


__ADS_2