Istri Polos Ustadz Alzam

Istri Polos Ustadz Alzam
Filem-Filem Romantis


__ADS_3

"Bersiaplah, aku akan mengantarmu ke kampus." Ujar Alzam.


Menggeleng. "Tidak usah Kak, aku bisa ke kampus sendirian, pake motorku," tolak Nining


"Jangan membantahku Nining" kata Alzam.


"Oh, ok" jawab Nining mengikuti ucapan suaminya.


Setelah bersiap-siap, mereka berdua turun ke lantai bawah untuk sarapan. "Nining, kau mau kuliah?" Tanya Umma Zahra karena melihat menantunya sudah bersiap.


"Iya Umma," tersenyum.


"Loh, kaliankan baru saja menikah,"


Menyerjit. "Emang harus libur ya Umma?" Tanya Nining.


"Ya harus dong ... Kaliankan bisa bulan madu ke luar negera, atau apa misalkan gitu," jawab Umma Zahra. Ustadz Sulaiman tersenyum, menggeleng mendengar ucapan istrinya.


Alzam hanya diam, sesekali melirik ke arah istrinya yang sedang sarapan di sebelahnya.


''Bulan madu? Apa harus? seperti di film-film romantis itu Umma" tanya Nining antusias.


Pffff


Ustadz Alzam dan Abinya menahan tawa mereka berdua, saat mendengar ucapan gadis di depannya.


''Iya, seperti itu Nining, apa kau tidak ingin liburan keluar negeri?" Tanya Umma Zahra.


''Mau dong, tapi bukan sekarang Umma,''


''Kalau bukan sekarang, terus kapan?" tanya Umma Zahra.

__ADS_1


''Mmm nggak tau kapan deh Umma,"


Umma Zahra hanya menggeleng, berbicara dengan menantunya itu, kadang juga suka nggak nyambung.


"Alzam, kata Paman Fuwat, sore nanti mungkin sepupumu dari Mesir akan tiba di bandara, kau bisakan menjemputnya?" Ujar Abi Sulaiaman,l tiba-tiba.


Melihat ke arah Abinya. "Siapa Abi? Kenapa Alzam tidak tau tentang itu?"


"Sepupumu juga kemari tidak bilang-bilang sama Ayahnya"


Ustadz Alzam hanya manggut-manggut.


"Sepupu yang mana Mas Zaka? Anaknya Mas Fuwat kan ada tiga?" Nimbrung Umma Zahra yang dari tadi hanya diam dan menyimak.


"Ellma," singkat Ustadz Sulaiman menjawab istrinya.


"Oh, dia mau tinggal di sini Mas?"


"Sama siapa dia datang kemari Mas?"


"Mas dengar dia datang bersama temanmnya"


"Wanita?"


"Nggak tau juga sayang" jawab Abi Sulaiman.


Beberapa menit selesai sarapan. Nining dan Ustadz Alzam pamit pada Abi Umma.


,,,


Di mobil, Nining hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun pada suaminya, karena ia juga bingung ingin membuka pembicaraan seperti apa.

__ADS_1


"Kau bisa menyetir mobil?" tiba-tiba terdengar suara suaminya dari samping kursi kemudi.


Melihat ke arah Alzam. Nining tak langsung menjawab pertanyaan Ustadz Alzam, ia terdiam sejenak menikmati pemandangan di depan matanya yang cukup memanjakan mata, karena melihat suaminya yang sangat tampan, padahal pria itu hanya memakai pakaian santai.


"Tidak terlalu Kak, bisa sedikit-sedikit saja," jawab Nining mengalih pandangannya kedepan.


"Siapa yang mengajarimu menyetir?"


"Umma Zahra,"


"Sepertinya kau sering bersama Umma,"


Mendengar pertanyaan suaminya. Nining tiba-tiba terbahak. Alzam mengerut alisnya saat mendengar istrinya tiba-tiba tertawa.


"Ada apa? Apa ada yang lucu dari pertanyaanku?" Tanya Alzam melihat sekilas ke arah istrinya.


"Tidak ada yang lucu Kak, tapi aku saja yang merasa lucu. Kak Ustadz tau nggak, setiap hari itu, aku nggak bisa kemana-mana, karena harus berada di sisi Umma, seperti pasangan pengantin baru saja," jelas Nining masih tertawa mengingat Umma Zahra yang tak pernah memberinya kesempatan untuk berleha-leha walau sejenak.


Alzam tersenyum mendengar ucapan gadis di sebelahnya itu. Ia sangat tau seperti apa sikap Umma Ratunya, sampai-sampai mereka bertiga menjuluki Umma Zahra dengan sebutan 'Umma Ratu' karena Zahra tak suka di bantah keinginannya. Hanya Abi Sulaiaman saja yang bisa menundukkan istri bar-barnya itu.


Mereka sudah tiba di depan kampus tempat Nining belajar. Alzam mengeluarkan salah satu kartunya, dan memberikannya pada istrinya.


"Pakai ini untuk kebutuhanmu,"


Nining melihat ke arah kartu yang berada di tangan suaminya. "Tidak usah Kak, aku masih punya uang"


Mengambil tangan gadis itu, dan menyimpan kartu di tangannya. "Ambil ini, kau itu tanggung jawabku, pakai saja"


Terdiam sejenak. "Baiklah, terima kasih Kak Ustadz,'' Nining ingin turun tapi kembali di tahan oleh suaminya.


"Salam dulu" memberikan tangannya pada istrinya.

__ADS_1


"Ah, iya ... Aku lupa," Ia mencium punggung tangam suaminya, kemudian turun dari mobil.


__ADS_2