Istri Polos Ustadz Alzam

Istri Polos Ustadz Alzam
Memalukan


__ADS_3

''Kalian dari tadi?" Tanya Ustadz Alzam pada adik sepupunya.


Vinna menatap wajah Ustzad Alzam tanpa berkedip sedikitpun.


"Iya Kak, kita dari tadi lagi. Oya Kak, kenalkan, ini temanku namanya Vinna" Ellma memperkenalkan Vinna pada kakak sepupunya.


Vinna menjulur tanganya untuk berjabat dengan Ustadz Alzam, tapi Alzam hanya mengatupkan kedua tangannya di dada bidangnya, tanda menyapa wanita itu. Vinna kembali menarik tangannya, dan tersenyum.


Ellma melirik gadis cantik di sebelah sepupunya. "Itu siapa Kak?" Tanya Ellma menunjuk gadis si sebelahnya.


Melihat ke arah Nining. "Kenalkan, ini istri kakak, namanya ni Nining,"


"Wah, jadi Kak Alzam benar-benar sudah menikah?"


"Iya,"


Vinna juga melirik Nining. Terlihat biasa-biasa saja, tidak ada yang menarik dari wanita ini. Batin Vinna.


"Hai, kenalkan, namaku Ellma, aku sepupunya Kak Alzam, dan ini temanku, namanya Vinna" Ellma menyapa Nining dengan ramah.


"Hai juga, saya Nining" jawab Nining tersenyum.


Setelah selesai perkenalan di antara mereka. Mereka naik ke mobil, menuju rumah Abi Sulaiaman.


Di mobil, Vinna sering melirik pada Ustadz Alzam. Ellma yang sadar dengan tingkah temannya, langsung menegurnya, lewat sorot matanya.

__ADS_1


Seolah berkata, 'jaga pandanganmu, Kak Alzam itu sudah menikah, apa lagi ada istrinya di sini'


Vinna hanya memutar bola mata malas melihat lirikan temannya.


Mereka berdua memang sangat akrab. Karena mereka sudah lama berteman.


Saat tiba di rumah Abi Sulaiman, mereka berempat turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.


"Umma!!!" Panggil Ellma berlari memeluk Umma Zahra kegirangan.


"Apa kau tidak bisa memberi salam dulu?" Tanya Umma Zahra membalas memeluk ponakannya.


"Aku sudah sangat merindui Umma" melepas pelukannya.


"Kalau rindu, kenapa kau baru berkunjung"


Zahra melirik pada wanita cantik di depannya. "Siapa?" Tanya Umma Zahra pada Ellma.


"Owh, kenalkan, ini temanku Umma," Ellma memperkenalkan Vinna pada Umma Zahra. Setelah itu mereka duduk di sofa.


Zahra celingak-celinguk mencari seseorang. Dan orang yang ia cari ternyata sedang berada di toilet.


"Alzam, mana menantu Umma?" Tanya Umma Zahra yang tak ingin jauh dari menantu kesayangannya.


"Nining ke toilet Umma," jawab Alzam masih beridiri, ia menunggu istrinya dari toilet.

__ADS_1


"Umma pikir Alzam belum menjemput menantu Umma"


"Ck, ck, ck, menantu kesayangan ternyata ya Umma" nimbrung Ellma menggeleng.


Umma Zahra hanya tersenyum lebar menanggapinya ponakannya yang super cerewet itu.


,,,


Nining baru saja siap mandi, hanya memakai handuk yang lumayan minim di tubuhnya, ia juga menggulung rambut panjangnya menggunakan handuk kecil.


Bukannya memakai pakaiannya, ia malah duduk di depan meja rias sambil bersenandung kecil memotong kuku tangannya. Ia tak memakai pakaiannya, karena ia berpikir jika suaminya juga tak berada di rumah, karena tadi suaminya pamit untuk ke pondok.


Cklekkk


Ia tak sadar jika Ustadz Alzam sudah kembali. "Ehem" Alzam berdehem saat melihat istrinya yang sangat menggiurkan seperti makanan lezat yang di sajikan di atas meja.


DEG!


Jantung NIning berdebar-debar saat mendengar deheman suaminya. Menoleh cepat ke arah suaminya.


BLUSHHH


Wajahnya merona, karena handuknya sangat minim. Buru-buru berdiri dari bangku, ingin melangkah masuk ke dalam ruang ganti sambil menunduk malu.


Memalukan sekali, aku sepertinya ingin membungkus wajahku saja. Batin Nining mengoceh dalam hati.

__ADS_1


Alzam menahan tawa melihat Nining yang sangat malu. Ada-ada saja gadis ini


__ADS_2