Istri Polos Ustadz Alzam

Istri Polos Ustadz Alzam
Kembali


__ADS_3

Umma Zahra langsung ke kantor polisi untuk mengeluarkan motor menantunya. Setelah itu, ia memberitahukan apa saja hukuman buat menantunya itu, membuat gadis itu melongo saat mendengar apa yang di katakan oleh calon mertuanya. Tak tau saja si Nining jika mertuanya itu sangat usil. Ia juga masih memiliki satu permintaan lagi pada calon menantunya, tapi ia berkata jika nanti saja ia memberitahukan pada gadis lugu itu.


,,,


Seorang pria tampan turun dari pesawat, melangkah panjang keluar dari bandara. Akhirnya Ustadz Alzam kembali ke indonesia setelah sekian lama ia berada di Mesir, sesuai janjinya pada Umma Ratu, jika ia akan kembali ujung bulan.


Umma Zahra tak tau jika putra satu-satunya sudah kembali hari ini, Alzam juga tak memberitahukan pada Ummanya jika ia sudah kembali ke Indonesia.


Keluar dari bandara, ia langsung kembali ke rumah Abinya.


Tok Tok Tok


Ustadz Alzam mengetuk pintu rumah Abinya, "Assalamualaikum" ia memberi salam, tapi tak ada yang menjawabnya dari dalam.

__ADS_1


"Assalamualaikum" kembali memberi salam dan mengetuk pintu rumah, tapi tetap saja tak ada tanda-tanda dari dalam.


"Kemana Umma," gumam Ustadz Alzam melihat arlogi mewah yang melingkar di tangannya.


"Pantas saja, ternyata Umma memang masih berada di Cafe jam segini" tambahnya masih bergumam.


Ia memutar knop pintu, dan ternyata tak berkunci. Alzam melangkah masuk ke dalam rumah Abinya. Tiba di ruang keluarga, ia melihat seorang wanita duduk di bawah karpet, dengan wajahnya berada di atas sofa, seperti sedang tidur.


Siapa? Apa Umma?. Batin Ustadz Alzam, perlahan mendekati wanita itu, ia tak bisa melihat wajah wanita yang tertidur sangat pulas di bawah sofa tersebut, wanita itu bahkan sampai mengeluarkan dengkuran halus dari bibir mungilnya dengan posisi tidur duduk.


Saat ia sudah sangat dekat dengan gadis itu. Tiba-tiba saja gadis itu terbangun dari tidurnya. Membalik badan, kedua bolanya bertemu netra pria yang berada di dekatnya.


Ternyata ia adalah Nining, tapi Ustadz Alzam tak mengenalinya, karena Nining sudah berubah menjadi gadis yang putih gebu, tak lagi seperti tiga tahun lalu yang bekulit hitam manis.

__ADS_1


Nining terdiam sejenak, ia mengira jika ia sedang bermimpi. Mengangkat tangannya menyentuh wajah pria itu. Alzam kaget dengan tindakan wanita yang tampak asing di depannya.


Tunggu, ini kok wajahnya terasa lembut seperti nyata, apa aku tidak sedang bermimpi?. Batinnya meluruskan tubuhnya. Alzam menarik wajahnya dari tangan gadis di depannya.


"Kak Ustadz?" Tanya Nining mengusap matanya.


Kak Ustadz? Itu hanya panggilan dari gadis polos itu, tunggu, apa gadis di depanku ini memang dia?. Batin Ustadz Alzam menelisik wajah gadis di depannya yang sangat cantik dan putih bersih.


"Kapan Kak Ustadz pulang?" Tanya Nining membuyar lamunan Ustadz Alzam.


Ternyata benar ... Memang dia ... Dia sangat jauh berbeda


Ustadz Alzam mengambil jarak aman dari gadis yang ia tau di depannya adalah calon istrinya.

__ADS_1


"Baru saja, kenapa kau tidur di bawah situ?" Tanya Ustadz Alzam terdengar sangat lembut.


Nining berdiri dari bawah karpet. "Aku ketiduran di sini Kak," Nining merasa sangat canggung pada pria di depannya, apa lagi pria itu sangat tampan. Tak beda jauh dengan Alzam yang juga merasa canggung sama sepertinya.


__ADS_2