
"Umma mana? Dan apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Ustadz Alzam.
"Umma sedang berada di Cafe, aku di hukum sama Umma, maka itu aku berada di sini," jawab Nining jujur, karena salah satu hukuman buat dia, karena melakukan kesalahan, Umma Zahra menyuruhnya tiap pulang kuliah harus membersihkan rumah Umma Zahra. Sebenarnya itu hanya alasan Umma Zahra saja, ia tak suka jika calon menantunya bergaul dengan sahabatnya yang pernah membawahnya ke Bar.
Jika malam hari, Umma Zahra juga pasti menyuruh Nining menemaninya dengan berbagai alasan agar gadis itu sering terikat di dekatnya, ia berusaha keras agar tak terjadi lagi sesuatu yang tak di inginkan seperti baru-baru ini.
Umma bahkan menyuruh satu bibik pelayan di rumahnya untuk membantu, dan menemani Mpok kasih di rumah Mpok Kasih, agar ia tak sendiri jika malam. Kalau Nining jangan di tanya lagi, sudah dua minggu ini ia sering tidur di rumah Umma Zahra. Bukan tanpa alasan Umma Zahra melakukan itu.
Ia takut jika Nining gadis polos dan murni itu terjerumus seperti dirinya semasa muda, dan bergaul dengan sahabat yang salah, bahkan sampai ia di jebak bersama sahabat laki-lakinya di hotel. Membuat Umma Zahra benar-benar membatasi pergaulan calon menantu polosnya itu.
"Hukum? Kenapa Umma menghukummu?" Tanya Ustadz Alzam heran.
Mendapat pertanyaan, gadis itu cengengesan. "Aku sudah selesai Kak Ustadz, aku pamit dulu ya," gadis itu berlari keluar dari rumah Abi Sulaiman, tak ingin memberitahukan pada Ustadz Alzam atas apa yang terjadi sampai Umma Zahra menghukumnya.
"Gadis itu, ada-ada saja" gumam Alzam menggeleng dan mengulas senyuman di bibir merahnya.
,,,
Nining menerima panggilan dari Lady.
__ADS_1
"Hello Lad" jawab Nining memberhentikan motornya di pinggir jalan.
"Kau di mana? Kesini sekarang yuk," ajak Lady padanya.
"Emang sekarang kau di mana sih?"
"Aku berada di Cafe, kesini yuk,"
"Cafe mana?"
"Bentar aku hantar lokasinya"
"Ok"
Ting
Ia mendapat notifikasi dari Lady, ia kembali menghidupkan motornya dan membawa ke lokasi yang di berikan temannya itu.
Ia sudah tiba di sebuah Cafe, melangkah masuk ke dalam mencari keberadaan Lady.
__ADS_1
"Nining," panggil Lady mengangkat tangan ke arahnya.
Nining melihat ke arah Lady yang sedang duduk bersama teman-temannya, ada tiga orang laki-laki dan tiga orang perempuan termasuk Lady.
Berjalan menghampirinya. "Lad, ada apa kau memanggilku ke mari?" Tanyanya pada Lady.
"Duduk dulu dong, kita minum-minum dulu," jawab Lady menarik bangku untuk Nining di sebelahnya.
Nining mendudukkan dirinya di sebelah Lady.
"Kau tidak ingin memperkenalkan sahabatmu dengan kita-kita Lady?" Tanya salah satu sahabatnya laki-laki Lady.
"Oya, Ning, kenalan dulu dong sama teman-teman aku ini"
Nining tersenyum di paksakan dan berkenalan dengan teman-teman Lady.
"Ni di coba, enak loh" salah satu laki-laki yang bernama Arman mendorong gelas berisi menuman alkohol untuk Nining, di meja itu mereka ber'enam sedang meminum bir.
Menggeleng. "Tidak, aku tidak pernah mengonsumsi minuman seperti itu, bukankah itu alkohol?" Tunjuk Nining ke arah gelas tersebut.
__ADS_1
"Hahahaha" Kedua sahabat wanita Lady menertawakan Nining.
"Ternyata temanmu ini sangat solehah" kata salah satu teman Lady yang bernama Lia, menghembus asap rokok dari bibirnya.