
Di bandara.
Tampak dua orang gadis cantik sedang berfoto ria sambil tertawa bersama. "Ellma, sepupumu mana sih? Kok belum datang juga?" Tanya Vinna sahabat Ellma.
"Mungkin sebentar lagi dia datang, lagian kamu kok tanya terus, kita selfi-selfi manis saja dulu," jawab Ellma sambil memfoto dirinya.
"Kau juga pasti taukan, aku datang ke sini itu, karena aku ingin melihat wajah sepupumu yang tampan itu," jawab Vinna.
"Tapi kalau tidak salah, Kak Alzam sudah menikah deh,"
"Masak sih?"
"Iya, aku tidak yakin, tapi sepertinya Kak Alzam memang sudah menikah," jawab Ellma.
"Laki-laki kan bisa menikah dua kali," tersenyum manis.
"Kalau berbicara itu ya enak, tapi untuk melaluinya itu belum pasti bisa kali,"
"Kamu sih, tidak mendukung sama sekali Ell"
"Kamu juga, aku itu bawa kamu ke sini untuk berlibur, bukan untuk menjadi pelakor"
"Wihh, kejam amat mulutnya, emang situ yakin Ustadz Alzam sudah menikah,"
"Nggak yakin juga, tapi kayaknya memang sudah menikah deh, sudah ah, mending kita foto-foto lagi, bukan selalu loh kita bisa berlibur ke indonesia," Mereka berdua kembali berfoto-foto.
,,,
__ADS_1
Ting!
Sebuah notifikasi dari Ellma sepupunya, ia memberitahukan pada Ustadz Alzam jika ia sudah tiba di bandara.
Drrrttt Drrrttt Drrrttt
"Hello Assalamualaikum Abi," ternyata Abi Sulaiaman yang nmenghubungi putranya.
"Waalaikumsalam, Alzam sepupumu sudah tiba di bandara, dia sudah satu jam berada di sana"
"Iya Abi, Alzam tau, tapi Alzam ingin menjemput istri Alzam dulu di kampus, nanti Alzam akan ke bandara berssama"
"Baiklah, kalau begitu, Abi tutup dulu ya,"
"Iya Abi, Assalamualaikum"
Alzam sudah tiba di kampus, ia melihat istrinya sedang berdiri bersama sahabatnya di parkiran mobil.
Ia memarkir mobilnya, turun dari mobil dan menghampiri Nining. "Assalamualaikum, ayo kita pulang sekarang, aku harus segera ke bandara" ajak Ustadz Alzam pada istrinya.
"Waalaikumsalam, iya Kak." Menoleh pada Lady di sebelahnya, yang terdiam karena terpanah melihat pria tampan di depannya.
"Lady, aku pulang dulu ya," Pamit Nining pada Lady.
Lady mengangguk tanpa mengalih pandangannya dari pria di depannya.
Saat ingin melangkah, Lady menarik lengan temannya, dan sedikit membisiknya. "Itu siapamu? Kenapa aku baru melihatnya, apa dia kakakmu?" Bisik Lady.
__ADS_1
Menggeleng. "Lain waktu akan aku ceritakan, aku pamit dulu ya,"
"Kau tidak asik,''
Nining hanya tersenyum menanggapi Lady, dan melangkah mendekati suaminya. "Ayo Kak."
Alzam mengangguk dan melangkah ke mobilnya. "Itu temanmu?" Tanya Ustadz Alzam, karena ia kurang suka melihat istrinya berteman dengan gadis yang hanya memakai skirt minim dan baju yang juga minim memperlihatkan sedikit pusar wanita itu.
"Iya Kak," Jawab Nining masuk ke dalam mobil suaminya.
"Kau sudah lama berteman dengannya?"
Mengangguk. "Iya, dari masih SMA lagi kak,"
Alzam menanggapi istrinya dengan senyum yang di paksakan. Jika saja ia bisa melarang istrinya, ia pasti sudah melarang gadis itu berteman dengan tamannya yang barusan ia lihat. Tapi mengingat, jika baru saja kemarin mereka menikah, Alzam tak ingin jika gadis itu merasa tak nyaman dengan sikapnya.
"Kita ke bandara dulu, bisakan? Kalau kau tidak ingin ikut ke bandara, aku akan mengantarmu dulu ke Cafe Umma"
"Tidak usah Kak, aku ikut saja ke bandara," tersenyum pada suaminya.
Ia juga tersenyum, mulai mengeluarkan mobilnya dari parkiran dan mengemudi ke bandara untuk menjemput adik sepupunya.
Tiba di bandara, Nining dan Alzam turun dari mobil untuk mencari Ellma. Ellma yang melihat kakak sepupunya dari jauh, berteriak kegirangan.
"Kak Alzam!!" Panggil Ellma mengembang senyumannya berlari ke arah kakak sepupunya. Vinna memperbaiki rambut ikalnya saat melihat Ustadz Alzam sudah tiba, tapi ia sedikit heran saat melihat pria itu berjalan dengan seorang gadis cantik, yang jauh lebih muda darinya.
Siapa wanita yang bersama Uztadz Alzam itu? Apa dia benar-benar sudah menikah? Tapi mana mungkin, wanita itu terlihat sangat muda. Batin Vinna memperhatikan penampilan Nining dari atas sampai bawah, yang sedang berjalan menghampiri mereka berdua bersama Ustadz Alzam.
__ADS_1