Istri Yang Di Cintai

Istri Yang Di Cintai
Kehangatan Cinta


__ADS_3

Nama ku 'Raina' di suatu hari ayah ku meninggal kan aku dan ibuku, pergi untuk selamanya dan juga perusahaan mengalami kebangkrutan terpaksa aku bekerja jadi wartawan.


pada suatu hari aku akan pergi wawancara ke salah satu perusahaan besar di jakarta,aku tidak sengaja menabrak salah satu pria,dan pria itu ternyata ceo yang bernama 'Satria'


"Raina Maaf....Maaf kan saya pak,sambil membungkuk"


"pengawal nya Satria, hey.. apa kamu tida punya mata hati-hati dong ,mendorong sambil marah"


" Maaf kan saya pak sanya tadak sengaja,membungkuk sambil meminta maaf"


" sudah lah lagian aku juga tida apa apa ,jawab satria sambil berjalan menjauh"


dan datang teman nya Raina yang bernama Sari memapah Raina dan bertanya pada Raina.


" apa kamu tida apa-apa? sambi memang tangan nya Raina"


" ia aku gak papa kok, raina pun terlihat sedih"


"iyasudah,sekarang kita harus gimana kita jadi ga wawancara sama tuan satria dari perusahan minyak?"


" sudalah besok kita lanjut kan sekarang aku ga enak badan kita kembali aja,sambil agak murung"


***


hari sudah berganti Raina dan Sari pun berangkan bertugas untuk wawancara ceo di perusahaan minyak,merekapun masuk perusahaan nya, Sari bertanya pada Resepsionis dimana ruangan Satria.


"maaf dimana iya ruangan nya pak Satria?kami ada janji wawancara hari ini"


"di lantai 10,kamu naik aja terus disitu aja tulisan ruangan ceo, sambil menunjuk kearah lip"


"iya terimakasih,kami naik dulu ia, berjalan pergi"


mereka berdua masuk ruangan untuk wawancara,didalam Satria sudah menunggu mereka,dan sari bertanya pada satria.


"apa bapa sudah siap kami wawancarai? menyiapakn alat rekaman"

__ADS_1


" ia mulai saja,memasang muka yang dingin"


Raina dan Sari pun memulai Merekam, Raina merasa aga sedikit takut dan merasa seluruh badan nya kakau tidak berasa, tapi demi pekerjaan Raina memaksakannya.


" baik saya mulai iya pak kata Raina, apa benar bapak pergi kehotel dengan nona Ratna seorang artis papan atas pada rabu memarin? bertanya sambil tangannya gemetar"


" wah.. ternya ada pertanyan seperti ini,apa saya harus menjawab pertanyaan peribadi ini, menetap Raina dengan tatapan mematikan"


" ia pak ini semua pertanyaan dari para penggemar anda, Sari menjawab sambil tersenyum"


" baik lah saya akan menjawan nya, iya saya mengantar nya, cuma saja tida seperti yang kalian pikirkan,aku dan dia tidak ada hubungan apapa cuma teman biasa,Satria menjawab dengan lembut"


"baik saya akan kembali pada pertanyan ke dua, di kabarkan kalo tuan besar sudah memilih calon isti untuk tuan apakah semua itu benar?"


" ya tapi saya ingin memilih pasangan sendiri,lagian ini kan tentang hubungan saya jadi sebaiknya kakek tidak perlu ikut campur, menjawab sambil memasang wajah yang dingin, jadi apa pertanyan sedah selesai? satria berharap agar semuanya segera berakhir "


" ia pak pertanyan sudah selesai terimakasih atas semua jawaban yang ada berikan, semoga anda bisa menenukan calon istri yang baik kata Raina, sambil berjabat tangan,dengan Satria"


"iya bailah kalo begitu,saya bisa bekerja lagi terimakasih atas kunjungan kalian keperusahaan kami, Satria pun tersenyum "


Raina dan sari pun berpamitan,dan setelah mereka diluar sari merasa sangat senang Raina melihat sari merasa agak sedikit berlebihan.


Sari pun merangkul Raina Sambil tersenyum senyum, Raina merasa sedikit risih dan malu karna banyak orangn yang sedang melihat mereka, Raina menarik Sari berjalan menuju pintu keluar.


" sudalah lah ayo kita pulang? Raina sambil menarik tangannya Sari"


"iya..iya...ra,kaya nya kita akan dapat bonus beras dari bos deh,sambil meloncat sangking senangnya"


" emangnya kenapa gitu sar? Raina bertanya sambil aga bingung"


" kita kan punya berita besar pasti akan tenar di mana mana hahahhhha, kita pasti akan naik gaji..merasa sangat senang, loh ko kamu bengong aja sih Ra,, apa kamu ga bahagiya kita naik gajih lohh?"


" aku bukannya gak bahagia cuman lagi bingung aja, wajah raina bersedih"


"kamu kenapa?apa ada yang gak enak di hati"

__ADS_1


" tidak,Raina pun tersenyum,sudah lah aku pulang dulu iya, Raina neik taksi dan pergi"


" aihhh,,,, kenapa dengan dia aneh banget"


Raina dan Sari pulang kerumahnya masing-masing dan... setelah sampai dirumah ibunya raina sedang menangis.. Raina pun bertanya,pada ibu nya, dengan panik,ibu ibu kenapa?


" sayang kita harus pergi dari rumah ini,ibu sambil menangis terisakisak"


" kenapa bu ini kan rumah ayah kenapa kita harus pergi,bertanya sambil memegang tangan ibu"


" tadi paman dan bibi kamu datang,dan menyuruh kita untuk meninggal kan rumah ini kata nya ini adalah warisan dari nenek buyut untuk paman kamu jawab sambil menangis,dan memeluk raina"


kemudian paman dan bibi datang kerumah sambil marah marah dan membuka pintun dengan keras.


brakk.... suara bantingan pintu


paman dan bibi pun masuk kerumah dengan marah marah.


" ,heyy....masih disinih bukan nya aku menyuruh kalaian untuk pergi angkat kaki dari rumah ini,apa kalian tiak mengerti bahasa manusia ahhh,paman marah besar sambil tujuk tujuk pada ibu dan raina"


"Raina berdiri sambil mengnghadap ke paman nya, paman kenapa paman berkata begitu,ini kan rumah kami yang harus pergi itu paman bukan kami marah sambil menurunkan tangan paman nya"


"ternyata kamu berani berkata begitu pada aku,paman dodi menampar muka Raina dengan kerasya,plakkkk,suara tamparan mendarat di wajahnya raina"


Raina pun langsung terjatuh karna tamparan yang sangat keras itu,ibu langsung kaget dan membantu Raina berdiri, Raina marah kepada Pamanya dan berusaha bangkit karna ingin membalas nya,


"kamu berani main tangan,berdiri tegak di hadapan paman"


"iya aku suruh kalian angkat kaki dengan lembut tapi masih saja tidak pergi jadi aku pake kekerasan,supaya kamu cepat pergi dari rumah ini"


" sudah sudah kami aka pergi,sambil menarik Raina"


" tapi bu ini kan rumah kita, jawab raina sembari menangis"


"sudah tidak apa apa ayo sayang kita bersiap-siap,mengajak raina ke kamarnya"

__ADS_1


Raina mulai memberes kan barang bawaan nya,setelah semua dikemas dengan baik, Raina pun turun ke bawah,dan dia melihat ibunya juga sudah di sana, Setelah semuanya Selesai Ibu dan Raina pun pergi dan Raina merasa sangat Benci pada pamannya itu, Raina melihat rumah yang dia tinggali sejak kecil, kini harus keluar dari rumah itu.


Raina berjanji akan membalas perbuatan pamannya,labih dari ini,dan akan merebut kembali yang harus nya menjadi milik nya.


__ADS_2