Istri Yang Di Cintai

Istri Yang Di Cintai
Mencari kebahagiaan


__ADS_3

Dan akhir nya Raina dan ibunya meninggal kan rumah itu, dan sekarang mereka sedang mencari rumah untuk tinggal dan di tengah perjalanan,Raina bertemu dengan halim mantann nya Raina.


"Halim bertanya, ehhh.. bukan nya ini Raina dan bibi,kalian mau kemana bawa koper?sambil meminggir kan mobil dan berheti dekat mereka"


" Raina emmhh ia kaka halim kita lagi cari rumah baru,mata lembab karna menangiss,"


" oh iya sudah ayo ikut sama aku,ayo bibi aku akan antar bibi dan Raina cari rumah baru, sinih biar aku bantu masukin koper kalian masukan ke begasi kalian cepet naik mobil,sambil memasukan koper kedalam"


setelah semua masuk kedalam mobil,mobil pun berjalan, halim sambil mencari kontak kan,yang bagus,Di tengah perjalanan Halim melirik kearah raina dan melihat wajah nya merah dan mata nya lembap karna menangis,


Halin bertanya pada Raina.


" ra,gimana kabar kamu setela beberapa tahun kedepan ini?


"aku baik baik aja kak,raina menundukan kepalanya dan mencekamkan kedua tangan nya"


"sukur deh, emmm,,, maaf mau tanya, wajah kamu, kenapa?"


"ini gak papa kok, raina pun tersenyum"


"ohh, sambil memalingkan kepalanya kedepan"


ibu nya merasa bersalah kepada halim karna penyebab mereka putus itu karna ibunya tidak menyetujui hubungan mereka,


ibu raina membayangkan waktu die mengusir halim, dari rumah nya dan menyuruh nya supaya tidak mendekati anaknya,dan meminta halim jangan datang lagi kehadapanya,


ibu merasa bersalah dan dia menangis di dalam mobil ibu raina meminta maaf ke pada halim.


"nak halim, ibu minta maaf karna ibu kamu,,,hiiskk, menangis"


"ibu kenapa,raina menengok ke belakang"


"ibu merasa bersalah kapad kalian gara-gaga ibu kalian putus, ibu terus menangis"


" sudah bibi jangan di pikirkan lagi,aku tidak keberatan kok, mungkin kita bisa mengulang lagi hubungan baik, halim pun tersenyum "


"ia terimakasih nak, ibu langsung tersenyum"


Setelah beberapa jam akhirnya halim menemukan Sebuah kontrakan dan halim pun menyewa Satu rumah untuk mereka tinggalli.


dan Mereka bertiga menurun kan barang-barang dari mobil dan membawa nya masuk ke dalam rumah, ibu raina mulai beres-beres dan Halim membantu nya, halim membantu raina membereskan kursi, dan mengelap meja lalu sambil membereskan,halim bertanya kepada Raina.


" ra sebenar nya...aku masih menyukai kamu gimana kalo kita mulai dari awal lagi? bertanya sambil mengelap meja"

__ADS_1


"apa yang kaka bicarakan,aku dengar kaka sudah bertunanagn dengan laura,sambil membereskan pot, maaf ka aku ga bisa sebaiknya kakak pokus sama tunangan kakak aja, maaf ka aku mau bereskan tempat lain, langsung bergegas pergi"


" ra apa kamu udah menyukai orang lain, halim pun berdiri, sambil berbicara dalam hati"


"Raina sayang pangil Halim ayo kita makan malam bersama aya? ibu berbicara sambil menyiapkan makanan"


" ia bu,,, kaka ayo kita makan malam bersama,mengajak halim,


"ia,,,, menjawab halim"


halim pun datang dan duduk di sebelah raina lalu mereka makan bersama, ibu melihat raina, dan melirik halim ibu melihat raina sangat cuek pada halim dan ibu bertanya pada pada Raina.


"sayang kamu kenapa ibu lihat kamu cuek terus sama halim?bertanya sambil makan"


"aku gak papa kok buk,mengambil air minum"


"oh,,, iya sudah ayo makan yang banyak, menaruh ikan dipiring raina"


sesudah selesai makan ibu dan raina membereskan meja makan dan membereskan nya, setelah semuanya selesai ibu dan raina menghapiri halim yang sedang duduk di kursi,halim berpamitan mau pergi kepada ibu dan raina.


" bibi aku pergi dulu ya nanti kola da waktu aku mampir kesini lagi,sambil bersalaman pada ibu"


" ia hati-hati di jalanya,kalo ada waktu jangan lupa mampir kesini,"


" ra aku pergi dulu ya, berpamitan pada raina"


"ia hati-hati di jalan kakk"


halim pun bergi masuk kedalam mobil nya dan halim melambaikan tangan dan menjalan kan mobil,ibu mengajak raina untuk tidur,dan raina pun masuk kedalam rumah.


***


Hari sudah pagi Raina pun bergegas berangkat bekerja,dan dia berpamitan kepada ibu nya,lalu di segera berjalan menuju kantor dan di perjalanan, hampir saja Raina tertabrak mobil.


cekittttt, suara rem mobil


"kenapa mobilnya kaya gini,apa kamu ga bisa bawa mobil ,satria bertanya pada supir,sambil marah


" maaf bos ada orang lewet kayanya tertabrak deh, supir Panik..."


"cepat periksa apa orang nya masih hidup cepat,satria bersikap tenang"


Lalu supir pun turun dan memeriksa keadaan dan memeriksa napas nya raina,

__ADS_1


" uhhh..Ternyata masih hidup kata supi"


lalu supir berjalan kearah mobil dan bertanya pada satria yang berada di dalam mobil, lalu supir bertanya pada satria apa yang harus dia lakukan.


" dia masih hidup tapi sepertinya pingsan lalu gimana ini bos,


"Satria mejawab,Cepat bawa dia masuk kedalam mobil kita bawa ke rumah sakait"


"ia baik baos, supir pun lari dan menggendong raina, dan membawanya masuk kedalam mobil"


satria menyuruh supir cepat membawa mobilnya menuju rumah sakit,dan supir pun bergegas menuju rumasakit.


di dalam mobil Satria pun menatap wajah nya Raina,dan mengelus pipinya raina, Di dalamam hati berkata."Sepertinya orang ini wartawan yang waktu itu datang keperusahan deh?.


" bos kita sudah sampai di rumah sakiti,sambil memberhentikan meberhenti mobilnya


" ia,kamu urus semua administrasi nya ?


sitria pun menggendong raina, masuk ruangan icu"


selang beberapa menit dokter pun keluar dan bertanya Siapa keluarga pasien?


"ia saya keluarganya,gimana keadaan nya dokter? satria terlihat panik"


"kondisi nya baik, cuman ada sedikit retek tulang di bagian kakinya, istirahat beberapa hari dirumah sakit pasti akan pulih, Dokter berusaha menenang kan satria"


"ia makasih dokter,oh ia dok bawa dia keruangan pemulihan vip biaya nya saya yang bayar semuaya,bersikap ramah"


" baik pak, oh ia ini HP pasien dari tadi berbunyi terus sepertinya ada yang nelpon ini saya berikan pada ada,kalo begitu saya pamit dulu ya pa,dokter berjalan pergi


"ia makasih dok,sambil mengambil HP nya"


satria berusaha kembali menghubungi nomer yang daru tadi menelpon pada raina, dan ada yang mengangkat nya.


"halo ra kamu di mana? berbicara dengan nata tinggi"


"ini bukan raina,jadi begini raina ada di rumasakit, tidak ada yang menemani kalo apa kamu bisa menemaninya di rumasakit"


"iya dirumasakit mana, menjawab dengan panik"


"rumah sakit bunda, ruangan vip kamu datang saja"


"iya baik lah saya akan kesanasekarang"

__ADS_1


__ADS_2