Istri Yang Di Cintai

Istri Yang Di Cintai
BAB 18


__ADS_3

Setelah Raina di antar pulang Raina masuk ke dalam rumahnya Raina bertemu bibi dan paman nya yang sedang menunggu Raina, Raina melihat wajah ibunya yang ketakutan dan sedih, Raina pun maju mendekat pada ibunya dan bertanya pada paman dan bibi nya akan kedatangan nya ke rumahnya.


"ada hal apa yang membawa paman malam malam begina datang ke rumah saya? "


" begini bukan nya kamu masih punya sisisa hutang kepada kami jadi kedatangan kami kesini itu untuk mengambil uangnya"


"oh..ini uang nya sudah terkumpul jadi saya harap paman dan bibi tidak perlu datang kemari,saya juga harap kita tida pernah bertemu lagi di kemudian hari paman"


" baik lah kalau begitu,tapi kamu harus ingat kamu ituh masih kerabat kami bagai manapun juga, sekali kamu dalam kesusahan kamu pasti bakal mencari kami lagi"


"itu tidak akan terjadi paman,saya sudah memutuskan meski saya dalam kesusahan saya tidak akan mencari kalian, jadi paman dan bibi silahkan saya tida bisa mengantar ke luar, sambil menunjuk kearah pintu"


"cihh,,, sombong sekali kamu,awas aja kalo kamu datang dan memohon aku pasti akan menertawakan kamu,berjalan keluar"


"ibu sekarang kita tida perlu bertemu mereka lagi jadi ibu tidak perlu bersedih lagi dan memikir kan hutang itu, berbicara pada ibunya"


"iah kita tidak perlu ribut terus sama mereka, sayang apa kamu sudah makan? bertanya pada Raina"


"belum aku sudah lapar,aku pengen makan pasakan ibu yang lezat itu, manja"


"ya sudah hari ini ibu memasak, udang balado kesukaan kamu ayo kita makan"


"wahhhh... ayo ayo aku pasti bakalan makan sampai kenyang hari ini, berjalan menuju mejamakan"


setelah selesai makan, raina dan ibunya membereskan piring,setelah semuah selesai raina kekamarnya dan beristirahat, setelah Raina mau berbaring di tempat tidur nya tiba tiba ponsel nya berdering.


tringg....tringggg.. suara ponsel


" halo "


"halo kamu sedang apa?satria bertanya"


"aku barusaja mau bersiap mau tidur ada apa,kamu lagi apa? "


"aku juga mau tidur, kamu besok mau masuk ke kantor tidak? "


" ia besok aku mau masuk ada apaya? sambil tersipu malu"


"aku jemput kamu besok aku, kangen sama kamu, wajahnya memerah"


" baru aja beberapa jam ko kangen sih, sudah lah ayo kita tidur nanti kesiangan lagi, sambil memeluk guling"


"ia ayo kita tidur,aku sudah tidak sabar pengen bertemu kamu, tersipu malu"


"ia aku juga, ia sudah aku tutup ya telepon nya dahhh"


"dahhh, cuman kata dahhh saja tidak ada yang lain lagi"


" apa tida ada lagi tiba-tiba ,muuuahh suara kecupan, sambil mematikan ponsel nya"


"ahhh...dasa bocah sialan, sambil tersenyum bahagia"

__ADS_1


***


Hari berganti


Raina bersiap siap mau berangkan bekerja tiba tiba ibu nya berkata pada raina,


" sayang kamu sudah siap mau berangkat bekerja?"


"ia ibu aku mau berangkat, sambil berpamitan"


"sayang hari ini ibu dapat pekerjaan baru,apa boleh kalau ibu bekerja sambil bantu kamu cari uang, kata Ibunya Raina"


" ibu kan sudah aku bilang,ibu ga usah kerja biar aku aja"


"tapi ibu bosan duduk saja si rumaha ibu janji ibu akan berhenti kalau ibu tidak sanggup lagi"


"memang nya ibu mau kerja apa? "


" kamu tau kan Restorang padang yang ada di depan persimpangan itu?"


" ia aku tau jadi ibu mau kerja di sana"


"ia ibu bekerja jadi tukan nyuci piring disana, kan lumayan upahnya buat bantu bantu gitu, "


"ia sudah kalo ibu mau,tapi ibu janji ia sama aku ibu ga boleh kecapaean "


"ia ibu janji "


titi... ttiii suara klakson mobil.


"ia hati hati dijalan ia sayang"


"Ia ibu"


Setelah sampai di depan mobi,Raina masuk kedalam mobi Satria mobil pun merangkat,Raina bertanya pada Satria.


"kamu kenapa melihat aku terus?"


"kamu cantik tentu saja aku pengen nglihatin kamu terus, menggoda"


" ahh kamu, wajah nya langsung memerah"


"ia nanti setelah istirahat siang aku akan ajak kamu bertemu kakek aku"


"eemmm, apa secepat itu ia"


"ia apa kamu ga mau pergi"


"ia aku mau ko"


setelah sampai di kantor Raina di sibukan pekerjaan nya, setelah waktu istirahat tiba, Satria menjemput Raina ke ruangan nya, karna kedatangan satria, banyak karyawan yang melihat Raina Dekat dengan Satria,membicarakan mereka dan tidak sedikit dari mereka nyang mengejek Raina dengan mengatakan kalau Raina itu wanita penggoda,tapi Satria menyuruh Raina untuk mengabaikan nya.

__ADS_1


"sudah abai kan saja yang mereka katakan"


"ia mungkin mereka iri pada saya karna saya dekat dengan kamu"


"iah mungkin, ayo kita pergi, sambil menggandeng tangan nya Raina"


teman karyawan yang lain semakin curuga dengan hubungan mereka berdua.


***


Setelah sampai di rumah kakek nya Satria, Raina merasa gugup dan takut, tapi Satria menyemangati Raina dengan berkata.


" kamu tenang aja kakek aku baik ko"


"ia aku cuman sedikit gugup aja"


"ia ayo kita masuk, sembil menggandeng tangan nya Raina"


setelah masuk pelanyan berkata bahwa Kakenya sedang menunggu mereka di ruang tamu.


"tuan muda anda sudah datang tuan besar sedang menunggu anda di ruang tamu mari saya antar, pelayan "


" ia paman oji, saya akan kesana sekarang"


"tuan besar tuan muda sudah datang, kata pelayan"


" ohhh cucuku ayo silahkan duduk,mempersilahkan duduk,kamu cepat sajikan teh dan cemilan kemari,menyuruh pelayan"


"ia tuan akan saya siapkan jawab pelayan"


lalu kakek nya Satria melihat Raina dengan tatapan yang dingin nya,lalu kakek nya bertanya pada Satria.


"apa kamu tidak akan memperkenalkan wanita yang ada di sampingmi itu kepada ku? "


"ohh ini adalah Raina kekasih ku yang selalu aku ceritakan pada kakek"


"halo kakek saya Raina,sambil tersenyum "


" ternyata kamu wanita yang sudah meluluh kan hati cucu saya,apa pekerjaan kamu?bertanya dengan serius"


"pekerjaan saya sekretaris di kantornya Satria kake, berusaha tenang"


" oh jadi apa pekerjaan orang tua kamu? "


" ayah saya sudah tidak ada dan ibu saya haya pekerja biasa, menjawab dengan serius"


"ohh,menatap Raina sambil berpikir"


"sudahlah kakek kamu menakutinya,lagian aku tidak perduli dengan latar belakan nya yang penting aku menyukainya, kata satria"


" ia kalo kamu tidak mementingkan latar belakang nya jadi kamu akan menjawab apa kalu mereka bertanya tentang pacar kamu ini?"

__ADS_1


"aku tidak perduli dengan apa yang mereka katakan"


" aiihhhh.... menghelanapas, kamu memang keras kepala tapi itu terserah kamu saja kamu yang memilih dia,jadi nati resikonya tanggung sendiri"


__ADS_2