
Raina di bawa ke Restoran mewah, oleh Satria memesan menu makanan favorit nya Raina, Satria bilang kalo Di atau apa yang di sukai oleh Raina.
" Ehhh makanan ini enak banget kamu ko tau aku suka makan udang?Raina bertanya"
"ia aku tau semua kesukaan kamu jadi ayo makan yang banyak kalo kamu suka"
"ia terimakasih ya pak satria, senyum bahagia"
Satria mengangkat tangannya untuk ngusap saus yang menempel di bibir nya Raina,Raina terkejut
" eehh ada apa,wajahnya memerah"
"kamu ini udah gede tapi makan ko masih belepotan sambil mengelap bibir nya Raina"
makan pun selesai Satria mengajak Raina pulang Satria membawa Raina ke suatu tempat dan Raina tidak tau.
"Sat sepertinya jalan nya salah deh ko ke arah taman sih sebenarnya jalan yak ke kana bukan kekiri,tanya Raina"
"udah kamu tenang aja aku bakal bawa kamu se suatu tempat yang bagus, sembari tersenyum"
"ia jawab Raina tersenyum"
setelah sampai di taman Raina terkejut melihat taman yang dihiasi dengan sangat indah, Satria mengajak Raina ke dekat kolam dan Satria memegang tangannya Raina.
"Raina sebenarnya aku suka sama kamu,apa kamu mau menerima aku jadi pacar kamu?"
" eeemmm sebenarnya aku juga, aku juga suka sama kamu jawab Raina sambil tersipu malu"
" Jadi apa kamu mau jadi pacar aku?"
"ia aku mau "
Sartia sangat bahagi dan langsung memeluk Raina,wajah Raina sangat merah dan didalam hati Raina berkata, apa aku sedang bermimpi sepertinya Ada yang bermekaran dalam hati aku.
"Apa kamu tau aku cinta sama kamu? Raina bertanya"
" iya aku juga Cinta kamu aku takut kehilangan kamu,jadi kamu harus jaga jarak sama teman cowo kamu karna aku bakalan cemburu, jawab Satria"
"ia kamu tenang aja dalam hati aku cuma ada kamu aja"
" kalau begitu kamau miliku sekarang, langsung mencium bibir Raina"
Raina merespon cium man Satria dan mereka terbawa arusnya asmara, Raian menarik dirinya dan berkata untuk mengantarkan nya pulang karana ibunya mungkin menunggunya di rumah.
Satria pun mengantar Raina pulang dan sesudah sampai di Rumah, Raina turun dari mobil dan satria memegang tangan nya Raina dan berkata besok dia akan menjeput nya untuk berangkat bekerja.
"Besok aku akan ****** kamu?"
" iya akan aku tunggu menarik tangan nya dan langsung menutup pintu mobil, sambil melambaikan tangan nya"
" Iya aku mencintaimu tersenyum sambil berjalan pegi"
" iya aku juga hati-hati,melambaikan tangannya "
Raina masuk dengan senang ibunya bertanya pada nya,
" apa yang membawa kamu sehingga terlihat begitu senang?"
" emm aku,aku baru saja...baru saja menjawab gugup"
__ADS_1
" ibu tau pasi satria bilang kalau di suka sama kamu ia ka,memutong pembicaraan Raina"
" iiia,kenapa ibu tau? wajah nya memerah"
"karna kamu terlehat sangat senang bukan nya begitu"
"ia ibu kamu membuat aku malu saja, sudah lah aku pergi ke kamar dulu"
"ia "
"Ibu nya Raina berkata, semoga saja kamu selalu bahagia seperti ini terus selamanya, aku pasti tidak akan khawatir"
***
hari sudah pagi Raina bersiap-siap untuk pergi bekerja, hp Raian berdering dan Raina langsung menjawab.
"halo, ia aku akan turun sekarang kamu tunggu ia"
"Ia aku tungu kamu di depan"
Raina berpamitan kepada ibu nya dan langsung berangkat,sesudah sampai nya di depan mobil Raina mengetuk kaca,dan Satria membukannya.
Tok, tok suara ketukan.
" Ia ayo masuk, sembil membuka pintu mobil nya"
" maaf kamu nunggu lamu ia? bertanya"
" ga ko sebenta kamu canti sekali,menuji"
" ahh biasa aja, tersenyum "
"tida Saya baik baik saja"
"lalu kenapa wajah kamu merah?"
"eeemm aku mungkin kepanasan,sambil mengipas pakai tangan"
Satria menarik tangan nya raina dan mencium nya, Raina langsung mendorong dengan perlahan.
" apa yang kamu lakukan,malu"
" aku memberi hukuman pada kamu karna sudah membuat aku menunggu,sambil memegang dagu nya Raina"
" disini ada supir kamu,"
" biarkan saja, Kamu pokus ke jalan jangan lihat sanasini, mengerti,berbicara pada sopir"
"ia pak jawab sopir"
setelah sampai di kantor Raina turun dan berkata.
"terimakasih ia"
"ia ayo kita masuk sambil menggandeng tangannya Raina"
" ia tapi tida pelu seperti ini nanti orang akan tau hubungan kita,sambil menarik tangan nya"
"tidak apa apa memang nya kenapa kalau orang tau hubungan kita?"
__ADS_1
"aku takut "
"ya suda ayo jalan aku ga bakan gandeng tangan kamu lagi,"
Raina mengikuti Satria dan banyak yang berbicara tentang Raina,tapi Rani mengabai kannya.
" putri bertanya,Ra ko kamu terlihat sangat senang apa kau habis menang undian?"
" ah tidak ,kamu ngaco aja apa aku terlihat sesenang itu kah"
" aiihh, kelihatanya kamu baru di tembak sama cowok ia, kamu kenalin dong sama aku"
"apa sih kamu sotau aja deh"
tiba-tiba ada yang memanggil Raina untuk ke kantor direktur .
" Raina kamu di suruh kekantor direktur sekarang"
"ia saya kesana,menjawab"
"saya kesana dulu ia, berkata pada putri"
"ia pergilah jawab putril
Raina masuk kekantor dan bertanya.
"ada perlu apaya pak anda memanggil saya ke sini"
" ini kamu Revisi lagi nanti sore harus selesai karna mau di bawa Rapat"
"ia pak, kalo begitu saya permisi dulu ia pak"
"ia pergilah, cuekk"
dalam hati Raina, ada apa dengan dia ko cuek banget deh,sepertinya lagi ada masalah, eemm nanti deh tanya lagi.
setelah sampai di Ruangan Raina mengerjakan tugas nya,dan tiba tiba ada yang menaruh makanan di meja Raina langsung melihat ke atas ternyata itu Satria.
" ini waktunya istiraha ayo makan dulu, nanti di lanjut lagi"
" ia tapi ini harus selesai sore ini aku ga ada waktu untuk makan, jawab Raina"
"jadi kamu mau sakit,ayo makan dulu atau aku mati kan komputer nya"
" ia ia ihh galak banget sih, mengambil makanan,emm makanan nya enak banget aku suka deh, memuji"
"ia sukur deh kalo kamu suka aku jadi senang dengarnya, sembari mebelai Rambut Raina"
"ia kamu makin sayang deh sana kamu"
sesudah makan Raina melanjutkan pekerjaan nya,dan di bantu Satria,tugas nya selesai dan Raina memberikan nya pada Satria, satria menyuruh Raina pulang duluan diantar supiir nya Satria,
"kapu pulang duluan di antar supir aku ia"
"ia aku pulang dulu ia"
"ia nanti sesudah sampai di rumah kabari aku ia,sambil menutup puntu mobil"
"ia dahhh,melambaikan tangan"
__ADS_1
mobil pun berangkat dan asisten nya berkata pada satria supaya menghadiri rapat.