Istri Yang Di Cintai

Istri Yang Di Cintai
Ingin cepat berlalu


__ADS_3

Setelah Raina di bawa ke ruangan Sari pun datang, unutuk menemani Raina, dalam beberapa saat kemudia, Raina pun sadar dan bertanya-tanya.


"Raina pun berkata "dimana aku sambil memaksakan untuk bangun"


"di surga, apa kamu sudah bosan untuk hidup hah... cepat berbaring jangan banyak bergerak sari berbicara sambil marah"


" apa aku benar disurga, kenapa bidadarinya mirip teman ku nya heheh,berusaha menghibur sari"


" ra aku sangat bahagia kamu masih bisa bangun lagi aku kira, aku akan kehilangan sahabat terbaik ku huhuuu.... memeluk sambil menangis"


"iya, aku pasti akan baik-baik aja,ehh...siapa yang membawa aku kerumah sakit, terakhir aku ingat aku tertabrak mobil? bertanya-tanya"


" kamu tertabrak sama mobil nya tuan Satria kemudian diantar ke ruamah sakit dan di juga yang sudah membayar rumah sakit ini, saat itu aku terus menelpon Hp kamu tapi tak kunjung menjawab,pas terakhir aku menelpon ternyata di angkan sama seorang peria, dan dia bilang kamu di rumah sakit,dia menyuruh ku untuk menemani kamu di sini, jadi begitu cerita nya,huuuhh.. menarik napas setelah bicara panjang lebar"


"iya iya,, kenapa harus bica sepanjang itu, Sari kapan aku bisa keluar dari rumasakit? bertanya sambil merasakan sakit"


" kata dokter sih besok kamu boleh keluar dari rumah sakit,yasudah hari sudah gelap cepat istirahat, besok aku jemput kamu sekarang aku harus pulang dulu,sambil memegang tangan raina"


"iya hati-hati di jalanan,melepas kan tangan"


"iya pasti dong aku kan tidak ceroboh kaya kamu ,sambil berjalan keluar"


***


Hari sudah pagi ,Raina di jemput Sari dan menuju kembali ke rumah, sesudah sampai di rumah,Sari mengangkat tangan mau mengetuk pintu tapi berheti,setelah terdengar tangisan ibu nya Raina, mereka pun langsung masuk,ternyata didalam rumah ada paman dodi dan bibi Rita yang sedang memarahi ibu nya Raina, Raina pun langsung marah pada mereka berdua,sedangakn sari membantu ibu nya raina untuk bangun


" cukup apa yang kalian lakukan di rumah kami ,raina pun marah"


"heyy kamu bocah,cepat katakan pada ibu kamu untuk segera bayar hutang nya sekarang juga,menunjuk ke arah ibu nya Raina"


" hutang..? hutang apa yang kalian maksud raina pun merasa bingung"


"bibi Rita berkata hehheh..rita tertawa ternyata ibu kamu ga cerita ya sama kamu, dia punya hutang sebesar 200jt sekarang kamu sudah tau jadi cepat bayar ,sambil mengankat tangan utuk meminta uang"


" apa sebanyak itu (kaget) sejak kapan ibu meminjam uang pada kalian?"


" wahh.. ternyata kamu ga tau ya itukan utuk membayar hutang perusahan kalian,jadi saat itulah ibu kamu meminjam uang pada saya,kalo tida percaya coba tanya sama ibu kamu"

__ADS_1


Raina pun merasa bingun dan juga dibaluti rasa marah raina berjalan dengan perlahan lahan dan di bantu sama sari, sari memapah raina berjalan ke arah ibu nya.


" ibu apakah benar kita punya hutang sebanyak itu, bu jawab,sambil memengang tangan ibunya"


"iiya,rumah sudah mereka ambil jadi sisanya kita harus bayar dengan uang.. ibu menjelaskan sambil menangis tersedu-sedu"


" iya ibu tenang aja aku,aku akan kerja keras untuk membayar nya,sambil menenangkan ibunya"


"cihhhh,,,,,memang harus di bayar,jadi cepat berikan uang nya?memaksa raina"


"iya pasti akan aku bayar,tapi tolong beri waktu sekarang aku ga punya uang raina pun bingung"


"ok ok,,,,,aku beri kamu waktu 5 bulan, kalo kamu belum melunasinya maka jangan salah kan aku jika aku tidak berbelas kasih,apa kamu sudah mengerti,sayang ayo kita pergi dari sinih, mengajak bibi rita dan berjalan keluar"


" maaf kan ibu tidak terus terang sama kamu? ibu memegang tangan raina dan sambil menangis"


" ia gapapa ibu aku akan kerja keras untuk cari uang nya ibu tenang aja ya,udahh jangan nangis lagi ya,raina membantu ibu hapus air mata di pipi"


" iya bibi jangan nangis lagi,aku janji akan bantu kalian,ucap sari berusaha menghubur"


ibu merasa sangat bersalah pada raina karna hanya bisa membebani nya,di merasa kalau ibunya haya membawa masalah untuk nya,


"ibu aku sangat lelah bisakah ibu membantu aku berjalan kekamar? wajah nya sangat pucat"


" iya sebenarnya kaki kamu ini kenapa?sudah dua malam kamu tidak pulang"


"ia aku mengalami kecelakan ringan bu,maaf membuat ibu khawatir"


"ia gak apa pak ko sayang, "


ibu pun memapah raina kekamar nya dan membantu,raina berbaring,ibu nya bertanya pada raina.


"apa dia inging makan?"


"aku gak mau makan apa apa bu, sambil memalingkan wajah nya"


"iya sudah kamu istiraha aja ibu mau beres beres dulu, pergi sambil menangis"

__ADS_1


"ia buk, sambil meneteskan air mata"


***


Hari berganti,Satria menyuruh asisten pribadi nya untuk mencari tahu dimana raina tinggal dan cari tahu segalanya tentang raina.


setelah informasi dikumpulkan satria bergegas menuju rumah nya Raina, setelah sampai di depan rumah nya raina satria mengetuk tintu.


tok,,,tok,,, suara ketukan pintu


"ia siapa iya,ibu membukakan pintu dan melihat ada cowok ganteng dihadapan nya"


"halo apa raina nya ada, jawab satria bersikap ramah"


"ada mari silah kan masuk, ibu sambil merasa bingung,tunggu saya panggil raina kesini dulu"


"ia saya menunggu di sini, jawab satria sambil duduk di kursi"


ibunya raina masuk kedalam kamar dan menyuruh raina keluar karna ada orang yang mencari nya, raina merasa bingung,siapa yang ingin mencarinya lalu raina pun keluar dan melihat cowok yang sedang duduk di kursi itu adalah satria, raina pun berjalan menuju kursi.


" emmmm,, maaf pak ada apaiya,memasak wajah yang binggung"


"emm,,saya kesini itu mau minta maaf sama kamu,tersenyum dingin"


"oh emm bapak tau dari mana iya saya tinggal di sini"


"emmm,, maaf saya menyelidiki kamu jadi saya tau kamu tinggal disisi,"


tidak lama kemudia HP satria berbunyi dan satria menjawabnya,ternyata ada rapat mendadak dan membutuhkan satria agar segera datang,satria pun berkata akan segera datang dalam lima menit lagi.


lalu satria berpamita pada ibu dan raina karna di memiliki urusan yang sangat penting.


"emm, raina saya pamit dulu saya ada urusan,ini saya ada sedikit ucapan maaf dari saya tolong di terima,memberika segepok uang"


"ini terlalu berlebihan pak, jawab raina sambil mendorong kembali uangnyal


"sudah tidak apapa kamu ambi aja saya pergi dulu, permisi,satria berjalan keluar"

__ADS_1


__ADS_2