
Keesokan harinya,Asila bersama keluarga pulang Ke Jakarta.Tetapi orang tua Asila tidak akan menetap di Jakarta,melainkan hanya mengantarkan Asila dan menginap hanya beberapa hari saja.
Beberapa jam di perjalanan,akhirnya mobil pun terhenti di kediaman Omanya Asila.
Seketika mobil terhenti di depan rumah,Asila tercengang akan keindahan dekorasi rumah tersebut.
"Wow,indah sekali." Ujar Asila.
"Iyah,indah ya." Ucap Ibunya
"Ini ada acara apa yah?" Tanya Asila heran.
Tetapi Ibu dan Ayah Asila tidak menjawab pertanyaan Asila,melainkan mereka cepat cepat turun dari mobil.
Mana mungkin Papah sama Mamah tau.Kan aku yang tinggal di sini bukan mereka.Asila
Asila pun mengikuti turun dari mobil seraya mengikuti langkah kaki kedua orang tuanya. Setelah melangkahkan kaki nya ke dalam rumah Asila langsung di sambut oleh omanya.
"Akhirnya kamu pulang juga" Memeluk dan menciumi Asila.
"Hans,apa kamu tidak mau mengajak istrimu masuk!" Panggil Oma kepada papa Asila.
"Eh iyah Bu," Bengong
Setelah bersalaman orang tua Asila langsung masuk ke dalam rumah.
Mereka langsung duduk di ruang tengah keluarga.
__ADS_1
Asila begitu tertegun akan keindahan dekorasi yang ada di dalam rumah.
"Mba...?" Panggil oma.Langsung dua wanita yang tidak di kenali Asila menghampiri Omanya.
"Rias sekarang." Perintah Oma kepada ke dua wanita tersebut.
Tetapi kedua wanita tersebut malah menghampiri Asila.
Kedua wanita itu menggandeng tangan Asila,jelas Asila mengernyitkan dahinya karena dia tidak tau apa apa.
"Lah kenapa aku?" Tanya Asila heran."Kalian salah orang"Ucap Asila.
"Sudah,bawa dia kekamarnya.!" Perintah Oma
"Baik Nyonya." Ucap kedua perias tersebut.
Kini Asila di suruh membersihkan diri terlebih dahulu.Setelah beres Asila pun keluar.Langsung kedua wanita perias itu,merias wajah Asila.
"Wah,cantik banget nona." Puji periasnya.
"Haha,biasa ajah mba." jawab asila malu malu."Kalo boleh tau ini acara apa ya mba?Kok aku di rias ,kaya pengantin lagi riasannya."Gerutu Asila.
Tapi perias itu tidak menjawab,tapi malah tersenyum lucu melihat Asila.
Jadi mba ini belum tau ya,kalo hari ini pernikahannya.Mungkin dia mau di jodohkan kali ya dengan anak konglomerat yang sepada dengannya.Perias
Asila di buat bingung lagi,perias itu menyuruh Asila memakai gaun pengantin.
__ADS_1
"Apa ini?" Tanya Asila kepada kedua perias seraya mengangkat gaun dengan kedua tangannya.
"Sudah Nona pakai saja,ini perintah Nyonya." Timpal perias.
"Tapi,ini seperti gaun pengantin?" Mengernyitkan dahinya.
Perias tersebut tidak menjawab pertanyaan Asila.Asila pun mendengus kesal karena perias itu tidak menggubris pertanyaan Asila.
Menuju ke kamar mandi seraya menghentak hentakkan kakinya.
"Cih,cuman tanya ajah ga di jawab." Gerutu Asila.
Perias itu yang melihat Asila ingin pergi menuju ke kamar mandi,langsung memanggilnya.
"Nona,nona mau kemana?" Tanya heran perias.
"Katanya suruh di pakai".Jawab Asila acuh.
" Di sini saja nona,mari kita bantu".
"Gila ya,masa iyah aku ganti baju di hadapan kalian." Sewot Asila
"Tapi Nona..."
Asila pun tidak memperdulikan perkataan perias itu,dia malah cepat cepat masuk ke dalam kamar mandi.Di malu kalo harus ganti baju di hadapan perias itu,pikirnya.
"Ihhh ribet amat nih gaun." Berusaha memakai gaun yang di berikan perias.
__ADS_1