
Tiga mata pelajaran telah usai.Waktunya untuk pulang.Tapi Asila tidak akan langsung pulang,melainkan ingin menemui pacarnya.Dia sudah janjian akan bertemu di kantin setelah usai pelajaran.
Setelah selesai baca doa pulang,Asila langsung bergegas menemui Reza tidak lain adalah pacarnya.Reza menunggunya di kantin depan.
Reza adalah kakak kelasnya.Reza merupakan sosok lelaki yang banyak di gemari oleh banyak wanita.Dia adalah kakak kelas sekaligus pacar Asila.Bahkan Reza rela memutuskan hubungan dengan pacarnya,demi mengejar Asila.
Asila berjalan menuju arah kantin.Asila mengedarkan pandangannya,dan dia pun menenukan sosok yang dia cari.Asila pun menghampiri Reza.
"Biboy,maaf ya lama." Panggilan sayang Asila kepada Reza.
"Iyah gapapa sayang."
Asila pun duduk di kursi bersebelahan dengan Reza.
Tiba tiba Reza memegang bahu Asila.Asila yang tanpa sengaja mendorong Reza.
"Kamu kenapa sih sil." Tanya Reza kesal dan berusaha bangkit dari lantai.Karena ia terjatuh.
"Maaf Reza.Aku ngga sengaja." Asila berusaha membantu Reza untuk berdiri.
Akhirnya mereka kembali duduk.
"Kamu kenapa tiba tiba dorong aku?" Tanya Reza.
__ADS_1
"Euu aku cuman kaget aja,habisnya kamu sih tiba tiba pegang bahu aku." Jawab Asila jujur
Cih cuman di pegang bahu ajah udah kek gituh.Apalagi kalo pegang yang lain.Reza
"Yaudah gapapa deh.Yuk kita jalan sekarang." Ajak Reza memegang tangan Asila.
"Tapi Biboy,aku ga bisa."
"Kenapa?Takut di omeli Oma kamu?" Tanya Reza acuh tak Acuh."Udah ga usah takut.Lagian cuman bentar kok."Jawab santai Reza.Menarik agak keras tangan Asila,karena Asila menahannya.
"Tapi Reza,aku bener bener ngga bisa." Memelas sekali lagi.
"Ehm ehm ehm."
"Sekarang itu waktunya pulang,bukan pacaran." Ucap Akbar Sanjaya
Sontak Asila terkejut menengok kearah belakang.Dan ternyata yang dia lihat adalah Dosen ngeselin tidak tau terimakasih.
"Hehe iyah Pak maaf." Jawab Reza."Yaudah kita pulang yuk Sil."Ajak Reza kepada Asila.
"Pak kita duluan yah." Ucap Reza serara menengok ke arah Akbar.
Tapi Akbar tidak menggubris omongan Reza,melainkan Akbar malah memesan minuman ke penjaga Ibu kantin.
__ADS_1
"Bu,es jeruknya satu."
"Baik nak Akbar." Sahut Ibu kantin.
Cih dasar sombong.Asila
Sialan.Dia tidak menggubris omongan gue sekalipun.Reza
Tapi Reza tidak ambil pusing dengan tingkah Dosen sialan itu.Malah dia menarik tangan Asila untuk pergi dari tempat itu.
Di depan gerbang sekolah.
"Yaudah Reza,aku pulang duluan yah." Ucap Asila
"Yaudah sana." Jawab Reza tidak peduli seraya mengusirnya secara tidak langsung.
"Yaudah deh,sekali lagi maaf ya.Dadah."Pergi dan melambaikan tangan." Biboy hati hati di jalan yah."Seraya meninggalkan Reza
Kini Asila pergi meninggalkan Reza,dan menghampiri mobil yang sudah menunggunya.
Di dalam mobil Asila merasa bersalah.Karena sudah beberapa kali menolak ajakan kekasihnya untuk kencan.
Selama enam bulan pacaran,Asila tidak pernah yang namanya jalan dengan kekasihnya.Dia takut,kalau melanggar kata kata Omanya.Omonya melarang Asila untuk pacaran,apalagi kencan dengan seorang pria.Omanya khawatir akan kenakalan anak remaja zaman sekarang.Apalagi pergaulan anak di Jakarta,pikir Omanya.Jadi Omanya tidak mau Asila kenapa napa.
__ADS_1