
Selesai memakai gaun Asila keluar dari dalam kamar mandi.
Asila juga melihat Ibunya yang sudah berbalut kebaya duduk di atas kasur Asila.
Ibu yang melihat Asila keluar dari kamar mandi langsung menhampirinya.
"Kamu cantik banget sil." Tangan kanan Ibunya membelai pipi Asila.
Asila pun tertunduk malu di puji Ibunya.Pipinya merah seketika.
"Hehe,biasa ajah kok mah." Jawab Asila tertunduk malu.
"Yaudah yuk." Ajak ibu menggandeng tangan Asila.Asila pun membalas gandengan Ibunya.
"Mau kemana mah?" Tanya Asila mengernyitkan dahinya.
"Ikut Ajah,yuk".
Mereka pun berjalan saling bergandengan.
Tampaklah keramaian yang ada di dalam rumah.Banyak sekali orang yang sedang berkerumun di sana.Asila yang melihat keramaian itu mengerutkan keningnya,karena merasa heran.
__ADS_1
" Mah ini ada apa?"Tanya Asila.Tapi Ibunya hanya tersenyum kepada Asila.
Kini Ibu dan Asila berjalan menyusuri anak tangga dengan perlahan.Semua orang yang berada di sana melirik ke arahnya.Asila nampak canggung dan berfikir keras.
Ada apa sih?kok rame banget.Asila
Kini mata Asila menemukan seseorang yang sangat ia ketahui.Dia adalah Dosen itu.
Apa itu?Kok ada dia?Kenapa itu seperti penghulu saja?Kenapa dosen itu juga duduk berhadapan dengan penghulu itu?Siapa yang mau menikah?Pertanyaan itu bermunculan fikiran Asila.
Deg jantung Asila berdegup kencang.Dia teringat ucapan Omanya,yang mau menikahkan dia dengan Dosen itu.
Ibunya,menggandeng tangan Asila untuk mendekati arah dosen itu.Keringat dingin mulai bercucuran di pelipis Asila.Dia benar benar takut kalau dia akan di nikahkan.
"Sini duduk sayang." Perintah Omanya.
"Apa?kenapa harus duduk di sini?" Tanya Asila mengernyitkan dahinya.
Tiba tiba Asila melihat sorot mata omanya tajam seperti pisau belati yang ingin menancap tubuhnya.Asila pun duduk di bantu Ibunya.
Kini Asila duduk berdampingan Akbar.Penghulu itu bertanya.
__ADS_1
"Apa sudah siap nak?" Tanya penghulu kepada Akbar dan Asila.
"Siap pak." Jawab lantang Akbar.Berbalik dengan jawaban Asial.
"Siap apa?" penuh kebingungan.
Semua orang yang ada di sana bingung dengan jawaban Asila.Omanya langsung menatap tajam mata Asila.Dan membuka suara.
"Aduh,maaf pak,dia gerogi kayanya." memegang bahu Asila.
Apa dia ga tau?Akbar
Apa?jadi ini beneran yah.Apa aku mimpi.Kenapa aku harus di nikahkan seperti ini.Asila
Jadi oma mengatur semuanya.Bahkan mamah dan papah juga tau.Dan ngga ngasih tau aku sama sekali.Asila
Asila berusaha memelas dengan wajah sendu supaya Omanya membatalkan semuanya.Tapi Omanya sama sekali tidak memperdulikan nya.
"Yaudah pak mulai Aja."
Pak penghulu menjabat tangan Akbar.Kini tangan Akbar menjadi dingin.Dia gerogi karena dia akan melepaskan masa lajangnya.
__ADS_1
Akbar telah mengucapkan ijab kobul dengan jelas dan lantang.Sehingga semua orang yang ada di sana mengucapkan kata Sah.Dia sudah resmi menjadi suami istri fikirnya.Kini akbar menghembuskan nafas lega.Tapi tidak dengan Asila,ada buliran air mata yang membasahi pipinya.Asila merasa sedih harus di nikahkan seperti ini.Dia hanya ingin di nikahkan dengan pilihan hatinya.
Akbar pun mencium kening Asila yang bercucuran keringat.Tapi tidak masalah buat Akbar,bagaimana pun Asila dia sudah menjadi istri Sah nya.Cicin pun di sematkan di jari Asila bergantian dengan Akbar.