Istriku Menikah Lagi

Istriku Menikah Lagi
Omaku Bawel


__ADS_3

Matahari menjemput datangnya pagi.Dinginnya pagi,kalah dengan pancaran sinar matahari.


Kamar Asila.


Oma mana ya...Biasanya udah standby ajah di atas kasur,nungguin cucunya mandi...hehe.Asila


Asila memakai seragam lengkap dengan atribut sekolah.Memasukan buku buku yang sudah di siapkan kemarin malam beserta lengkap dengan alat tulisnya.


Oh iya lupa...Topi aku dimana ya...Berfikir


Asila mencari topi sekolahnya di dalam lemari tidak ada,di dalam laci tidak ada,di meja belar tidak ada.Asila frustasi mencari Topi sekolahnya sendiri.


Dia tersadar.


Asila membuka kotak sampah yang berada di pinggir meja belajarnya.


"Haduh lupa,kan kemarin aku buang ke kotak sampah ini.Gara gara kemarin di hukum gara gara topi sialan ini." Gerutu Asila


Senin kemarin,Asila lupa memakai dan membawa topi sekolahnya.Akibatnya Asila di hukum,di suruh hormat di depan tiang bendera selagi upacara.Apalagi kakak kelasnya ngetawain.Sampai setelah selesai upacara pun menertawakan Asila sepuas mungkin.Mungkin kakak kelasnya bahagia melihat Asila di hukum.Ya mungkin sih kakak kelasnya sirik,karena Asila selama beberapa bulan ini,selalu mengharumkan nama sekolanya.Apalagi Asila musuh bebuyutannya,karena telah mengambil feri darinya.


"Cih...Mungkin seumur hidupku,aku benci sama yang namanya topi."Asila

__ADS_1


Perlengkapan sekolah sudah lengkap.Kini saatnya Asila ingin pergi sarapan.Tidak lama Asila membuka pintu untuk keluar kamar....


" Sila sayang.Tumben udah cantik ajah.Yuk kita sarapan dulu sayang."


"Hehe...Iyah Oma." Malu malu dan mengaitkan rambutnya ke arah belakang telinganya.


Di meja makan.


"Mau sama apa sayang,sarapannya?" Tanya Oma.Oma mengambilkan piring dan menyendokkan nasi kedalam piring tersebut.


"Gapapa Oma,biar Sila aja yang ambil."


Mau membawa piring dari tangan Omanya.


"Sama Ayam goreng ajah Oma,pasti enak."


Asila pun makan,dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Omanya.


"Oma,Sila berangkat dulu ya." Mengulurkan tangan untuk menyalami Omanya.


"Iyah sayang.Jadi anak yang pinter yah."

__ADS_1


"Yaudah Oma,dadah." hendak pergi dan melambaikan tangan.


"Eh nanti,"


"Iyah ada apa Oma." Bingung


"Ini Uang sakunya." Mengeluarkan uang 100 ribu lembar.Asila sangat beruntung karena biasanya dia mendapatkan uang jajan 5 ribu per hari di kampunya.Sekarang berkali kali lipat.


"Eh iyah.Makasih yah Oma.Dadah" Hendak pergi dan juga nelambaikan tangan.


"Nanti dulu.Ini juga makanan untuk kamu." Mengambil kotak nasi yang ada di meja."


"Makasih yah Oma." Asila kesal dan menahannya.


"Jangan lupa makan ya.Jangan jajan sembarangan.Ngga boleh nakal.Harus jadi anak pintar.Harus jadi anak yang penurut.Harus berbakti kepada orang tua.Harus patuh pada nasihat guru.Dan ingat,harus makan biar sehat." Panjang lebar Oma Asila menceramahinya.Namun Asila nampak bingung.


"Siap Omaku sayang." Mencium pipi omanya.


Emang aku anak kecil apa.Harus inilah itulah.Pusing dah.Asila


Asila pun pergi.Akhirnya Oma,tidak menghalangi Asila lagi untuk kebeberapa kalinya.Asila berangkat sekolah dengan sopir Omanya.Dia kurang suka dengan sopirnya,lantaran sopirnya sudah tua.Yang Asila mau adalah sopir yang tampan,muda,agar tidak jenuh saat di perjalanan.

__ADS_1


Selamat membaca...Semoga kalian Suka dengan ceritaku.


Salam sayang author...


__ADS_2