
Semua acara pesta pernikahan Akbar dan Asila kini telah Usai.Tapi dari sekian banyak orang yang datang tidak ada satupun teman Asila.
Dulu Asila mempunyai impian ingin menikahi orang yang sangat di cintainya,mengundang banyak sahabat dan teman temannya.Tapi kini Impiannya telah sirna begitu saja,dia di nikahkan dengan seorang lelaki yang tidak ia cintai bahkan baru bertemu beberapa kali saja.
Kini Asila berjalan meninggalkan acara pernikahannya.Dia rasa tubuhnya sangat lengket sekarang sehingga mengharuskannya untuk mandi.
Dia berendam dalam bathup sangat lama sekali,ia rasa sangat nyaman dan bisa menjernihkan pikirannya.
Akbar merasa canggung harus pergi kemana setelah usai pesta pernikahannya.Dia memilih duduk bersama keluarganya di ruang keluarga.Karena dia tidak tau ingin berbuat apa dan harus pergi kemana.Akbar memang terasa sangat lelah,tapi Akbar tidak terlalu merasakannya.
"Akbar." Panggil Oma.
"Iya Oma."
"Kenapa ga istirahat?Oh iyah lupa,kamu ngga tau kamar Asila kan.Yuk Oma antarkan."
__ADS_1
Akhirnya Akbar di antarkan ke kamar Asila yang serba pink di dalam kamarnya.Pink adalah warna favorit Asila.
"Aduh maaf ya bar,Sila memang sangat menyukai warna pink.Biar besok,Oma akan mengganti cat nya."
"Eh ngga usah Oma.Lagian ini kan kamarnya Asila."
"Yaudah sana masuk,kamu pasti cape."
Terdengar suara isak tangis dari dalam kamar mandi.Akbar merasa bersalah sekali telah menyetujui pernikahannya itu.
Ini semua gara gara aku.Kenapa aku menyetujui begitu saja.Mungkin kalau aku tidak menyetujuinya Asila tidak akan seperti ini.
Akbar melihat sofa mini di kamar nya Asila.Dia pun duduk.Sesekali dia melihat ke arah pintu kamar mandi,tapi yang ada di dalam kamar mandi tidak sesekali menampakan batang ujung hidungnya sekalipun.Akbar merasa lelah sehingga ia tertidur di sofa mini milik Asila.
__ADS_1
Air yang hangat kini berganti menjadi dingin setelah 2 jam.Asila merasa dingin dan akhirnya dia memakai baju tidurnya yang sudah ia bawa ke dalam kamar mandi.Dia membuka handle pintu,matanya melihat ada seseorang yang tertidur di sofa mininya.Dia melihat dosen itu.
Berani beraninya dia masuk kamarku tanpa izin.Asila Mengepalkam kedua tangannya.
"Heh,kenapa kamu ada sini?" Asila memukul bahu Akbar.
Akbar pun terkejut dan terbangun dari tidurnya menguap...
"Hoammm". Akbar" Ada apa sih,jangan berisik udah malem".Ujar Akbar pelan.
"Ini kamarku,kenapa kamu main masuk masuk aja.Katanya kamu Dosen,tapi kok kamu ngga punya sopan santun.Main nyelonong masuk ke kamar oranga,hah?" Gerutu Asila
"Asila," Berdiri dan memegang kedua bahu Asila dengan kedua tangannya,tapi tangan nya di tepi begitu keras oleh Asila."Kamu lupa ya,sekarang aku ini suami mu".Mencoba memberi pengertian.
"Inget ya,anggap saja kita itu ngga pernah menikah.Karena aku ini ngga cinta sama bapak,lagian aku nikah sama bapak ajah di paksa sama Oma.Jadi bapak ngga usah nganggap aku istri bapk, karena aku juga ngga akan pernah nganggap bapak sebagai suami aku.Kita jalani ajah hidup masing masing,jangan ganggu hidup aku.Camkan Pak!" Perkataan Asila kini menghunus hati Akbar.Orang yang pertama membuat dia jatuh cinta sekaligus menyayat hati sehingga membuatnya teluka.
Setelah Asila mengeluarkan perkataan yang pedas untuk Akbar,Asila berbalik badan dan menuju ranjang.Dia merebahkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.Asila tidak memperdulikan Akbar sama sekali.
Akbar yang melihat Asila sudah di bawah selimut,Akbar pun mandi.Dia berdiri di bawah sower,dan memejamkan matanya.
"Rasanya menyakitkan." Akbar.
__ADS_1