
Satu bulan telah terlewati.Setiap akhir pekan,kini Asila selalu pergi menemui pacarnya.Dengan alasan ingin membeli semua kebutuhan untuknya sendiri.
Setelah minggu ke empat,Omanya ada janji bersama temannya,untuk urusan bisnis.
Pagi harinya Asila sudah untuk membeli semua perlengkapan,dari mulai scincare,pelembab,kalian tau kan gimana wanita.
Tidak jauh dari tempat duduknya,Oma sekilas melihat sosok cucu kesangannya bergandengan tangan dengan seorang pria.Oma terus memperhatikan gerak gerik Asila,dan memastikan bahwa yang ia lihat itu benar benar cucunya.
Dan benar,bahwa yang ia lihat itu adalah Asila.Omanya tampak geram dan marah besar.Kini dia merasa telah di bohongi oleh cucunya.Dia menghampiri Asila yang nampak hendak ingin duduk di kursi yang tidak jauh dari pandangan nya tersebut.
Kini Asila gugup,keringat dingin bercucuran.Dia melihat sosok yang pasti ia kenal.
Deg jantung Asila berdegup sangat kencang....
"O-ma..." Terbata bata
"Pulang!"Satu kata namun bisa menggentarkan jiwa Asila.
Tapi Asila tidak kalah kaget dengan kedatangan Omanya,dia melihat sosok lelaki di sebelah Omanya yang ia temui 3 kali dalam sehari,sebulan yang lalu.
Reza hanya bisa melihat ketakutan di raut wajah Asila.Bahkan Reza tidak membuka suara.
Omanya menarik tangan Asila dengan secara paksa.Tapi Asila tidak membantah.Dia mengikuti arah tarikan tangan Omanya,taJa mengengok ke arah bakancaini mereka menaiki sebuah mobil yang terparkir di depan caffe tersebut.
Akbar melajukan mobilnya.Oma dan Asila duduk di kursi belakang.
__ADS_1
Di dalam mobil.
" Kamu tau apa kesalahan kamu!?"Tanya emosi Oma.
Asila hanya bisa menunduk dan tidak berani menjawab.Ini baru pertama kalinya,dia melihat omanya semarah ini.
"Jawab!" Sentak Oma kepada Asila
"Maafin Sila Oma." Air mata mulai menetes dari pelupuk mata Asila.Asila menggenggam tangan Omanya.
"Siapa laki kali itu!?" Tanya Oma
"Dia-dia pacar Sila,Oma."Lirih Asila
" Kamu tau Oma tidak suka melihat kamu pacarankan!"Marah
"Bagus.Bahkan sekarang kamu udah berani ngebantak Oma!Apa ini semua karena lelaki itu hah!" Tanya Oma dengan marahnya.
Jadi dia dilarang pacaran ya...Tapi mana mungkin cewe secantik dia ngga punya pacar.Cih...Apa yang ku pikirkan ini.Akbar
Asila terdiam.Air matanya pun tidak berhenti keluar.
"Bar.?" Panggil Oma.
"Iyah,Oma."
__ADS_1
Eh apa tadi dia bilang Oma.Asila
Akbar adalah anak dari rekan sekaligus teman bisnis Oma Asila.Kebetulan Akbar di suruh menggantikan pertemuannya untuk urusan bisnis Papa Akbar.
Akbar pun sudah cukup Akrab dengan Oma Asila,sehingga Oma Asila meminta untuk memanggilnya Oma.
"Apa kamu punya pacar?"
Apa?kenapa Oma tanya itu?Akbar berfikir sejenak
"Euu tidak Oma."
"Bagus.Oma akan menjodohkan mu dengan cucu Oma ini."
"Apa!" Teriak Akbar dan Asila.
"Apa kamu mau Akbar?" Tanya Oma.
"Maaf Oma,saya harus memikirkannya."
"Kenapa?Cucu Oma cantik,dia pintar,bisa masak.Oma akan urus pernikan kamu sama Asila secepatnya.Dan iya,Papah kamu pasti akan setuju."
"Tapi Oma,Asila tidak mau."
"Emang siapa yang suruh kamu bicara." Jawab ketus Oma
__ADS_1
"Asila masih sekolah Oma." lirih Asila dengan derai air mata,supaya Omanya tidak menikahkan dia dengan Akbar."Bahkan Asila tidak mengenal Pak Akbar ini."