IT'S ME KIMMY

IT'S ME KIMMY
IT'S ME KIMMY


__ADS_3

"Kimmy" Aku suka nama itu. Nama pemberian Orang Tua ku. Kim sebatang kara. Orang Tuanya lama tiada. Jadi yatim piatu di umur 17 tahun. Tak lantas membuat Kim lemah. Sedih, itu pasti ada. Merasa kehilangan? Apa lagi. Hidup terus berlanjut bukan? Sekarang, ia menduduki kelas 3 SMA. Bersekolah di tempat elit. Tak membuat Kim bangga.


Di sekolah Kim dijuluki "Ice Girl". Itu udah biasa. Bagi Kim itu tak penting. Selama tak ada yang mengusik ketenangannya. Maka, Kim akan diam. Kim memiliki geng. Terdiri 4 anggota termasuk Kim.


Mega, memiliki paras imut. Paling sayang pada Kim dari sahabatnya yang lain. Berdiri paling depan. Bila mengenai para sahabatnya, yang terkena masalah terutama Kim.


Elma, si cewek yang sok dewasa. Padahal, bila udah berdebat sama Dewi. Ia jadi menyebalkan. Paling bijak bersikap dalam menyikapi suatu masalah.


Dewi, cewek centil rada-rada O'on. Apa lagi masalah cogan. Matanya tak mau dia. Mulut yang cerewet. Bikin naik darah tinggi.


Mereka termasuk siswi "Famous" di sekolah. Suka membuat masalah. Suka membully pada orang tertentu. Bisa di bilang mereka "Trouble Maker". Itu berlaku bagi orang yang cari masalah pada mereka.


"Kimkim... kantin yuk?" Kimkim panggil kesayang Meg buat Kimmy.


Kimmy aja yang ditawari? Gue kek sekali-kali. Berasa punya sahabat tiri gue canda Dewi.


"Baru dengar gue, ada sebutan macam itu" Dimana-mana itu. Yang ada Ibu tiri... Ayah tiri... Adik tiri... Kakak tiri... "Sejak kapan ada sebutan Sahabat tiri?" tanya Elma.


"Ada El... ada Mega buktinya dramatis"


Ayo, ajak Meg pada Kim dan El. Pergi menuju kantin. Meninggalkan Dewi.


"Bangke emang. Sahabat kurang di ajar Lo." Menyusul ke 3 sahabatnya.


Di kantin. Mereka makan dengan tenang. Tak boleh ada suara. Itu aturan Kimmy. Meg El ikut saja. Tak masalah bagi mereka. Yang penting Kim nyaman. Dewi sempat protes. Akhirnya ikut mendukung. Mereka tau "Kimmy" dan "Ketenangan" Tak bisa dipisahkan.


Tiba-tiba ada siswi. Jatuh ke arah meja mereka. Dan menimbulkan suara. Dia terlihat seperti nerd. Seragam yang kebesaran. Rambut di kipang 2. Jangan lupakan kaca mata besarnya.


"Apa siswi ini gila? pikir Meg."


"Semoga dia selamat? doa Elma dalam hati."


"Habis lah dia? cemas Dewi."


Meg El Dewi melihat ketenangan Kim. Merasa takut cemas khawatir bersamaan.


Selesai acara makan. Kim menatap siswi itu. Memperhatikan dari atas sampai bawah. Wajah tenang yang Kim pertahanankan. Tak terbaca. Membuat orang lain bertanya-tanya "Apa yang sedang Kim pikirkan?".


Ketemu!


Beranjak dari kursi. Kim berjalan. Menatap lurus ke depan. Terus melangkah. Dan berhenti di depan nerd tersebut. Mengangkat tangan kanan ke atas. Siap menamar.


Plak!


"Hukuman buat orang yang berani mengganggu ketenangan seorang Kimmy, bisik Kim. Lalu melangkah pergi."

__ADS_1


Meg, El, Dewi sadar dari keterkejutan mereka. Pergi meninggalkan kantin. Segera menyusul langkah Kimmy.


Pov Bim


Gue heran sama geng itu kata Ferry. Menunjuk ke arah meja pojok. Terdapat 4 orang siswi disana. Menikmati makan mereka dengan tenang. Bim ikut memperhatikan. Jika di perhatikan. Ucapan sahabatnya itu memang benar pikir Bim.


"Kayak lo baru tau aja Fer" sahut Rama. Kalo Bim yang begitu gue maklum. Dia baru pindah. Lo cowok Mega masa ga tau? heran gue.


"Biarin aja kenapa sih Fer" kata Dito.


Ga bikin Lo rugi juga.


"Bukan gue ga tau Ram" Gue hanya berharap Kim dapat menikmati masa SMAnya. Dimana ada canda dan tawa. Kayak kita begini. Bukan sunyi begitu. Jelas Ferry peduli pada sahabat ceweknya itu.


Brak


Suara gebrakan meja. Menengahi perdebatan mereka. Dilihat ada seorang siswi. Berpenampilan seperti nerd. Ia pun berusaha untuk bangun. 3 siswi lainnya. Berada disisi samping. Menatap penuh kemenangan pada si nerd.


Beda dengan 3 siswi di hadapannya. 3 siswi itu tampak khawatir. Melirik nerd itu sebentar. Lalu ke arah siswi yang lagi menikmati makannya dengan tenang.


"Apa siswi itu tak terganggu?" pikirBim dalam hati.


"Si nerd cari masalah dia?" ucap Rama.


"Semoga si nerd selamat" kata Dito.


Bim hanya diam! Tidak ikut komentar. Mata yang asik memandang wajah itu. Raut tenang jelas nampak disana. Namun, opsi nya itu terbantahkan. Dengan kejadian yang baru ia lihat. Membuat mata Bim melotok tak percaya. Wajah yang ia kira tenang itu. Nyatanya tak sesuai apa yang terlihat.


Gadis berwajah tenang itu berdiri. Berjalan lurus ke depan. Dan berhenti di hadapan si nerd. Di angkat tangannya ke atas. Siap menampar. Nerd itu menutup mata. Pasrah apa yang ia terima. Plak! Bukan... bukan nerd itu yang kena tamparan. Tapi cewek di sampingnya. Mendekat dan membisikkan sesuatu lalu pergi. Di susul 3 siswi lainnya.


"Selamat!" ucap Rama Dito bareng.


"Gue pikir si Kim menampar si Nerd"


"Gue pikir juga begitu Ram, balas Dito"


"Suudzon aja Lo berdua" timpal Ferry. Kimmy ga gitu. Selama orang lain ga mengusik ketenangannya maka, Kim tak mengusik ketenangan orang lain juga.


Lebih singkatnya, jangan ganggu ketenangannya. Jelas Ferry pada kami.


"Kimmy" nama yang unik. Seperti orangnya. Ucap Bim dalam hati sambil tersenyum.


"Lo gila ya Bim?" tukas Rama.


"Bau-bau jatuh cinta nih" timpal Dito.

__ADS_1


"Suka sama siapa Lo?" tanya Dito. Lo boleh suka sama siapa aja. Asal jangan Mega udah punya pawang.


Kimmy... Bukan. Bukan gue yang jawab. "Feeling gue Bim ada rasa ke Kim, tebak Ferry." Bukan begitu Bim? tanya Ferry.


Ini bocah bisa baca hati gue kali ya. Lebih baik gue pergi batin.


Pov Kim


"Are you okay? tanya sisi kanan Gue."


"Hm!"


"Puas dengan jawaban gue. Meg pergi ke arah pakir."


"Kimmy si muka datar telah muncul kembali , malas Dewi."


"Wi, tegur Elma."


"Gue pikir lo mau nampar si Nerd?" tanya Dewi. Membahas kejadian di kantin tadi.


"Gue pikir juga begitu" Elma bersuara.


Berjalan seiring. Menuju halaman sekolah. Gue... El... Dewi... menunggu Mega mengambil mobil di pakiran. Sekolah ini membebaskan siswa siswi membawa kendaraan. Sekolah elit mah bebas!


Kak... panggil sesorang di samping.


Kim menoleh. Sahabat Kim ikut menoleh ke arah suara.


"A... Aku minta maaf. Soal kejadian yang di kantin. A.... Aku ga sengaja. Sungguh! Dan makasih Kak Kim tulusnya.


"Hm!" malas Kim. "Juli Andini" teg nama yang tertulis di pakaian orang itu. Mungkin ia masih kelas X pikir Kim.


Tit Tit Tit


Bunyi klakson mobil. Tanpa permisi Kim lanjut jalan. Melanjutkan langkahnya ke arah mobil. Disusul El dan Dewi di belakang.


Tinggal Juli seorang diri.


"No bad! guman Juli pelan" ikut melangkah pergi. Meninggalkan area sekolah. Pulang ke rumahnya.


Mobil pun berhenti. Tanda sudah sampai tujuan. Di depan rumah. Cukup besar dan luas. Rumah peninggalan orang tua Kim. Sayang ditempati Kim sendiri.


Kim keluar dari mobil. "Makasih" ucap Kim pada teman-temannya. Kim tau cara berterima kasih. Itu ajaran orang tuanya. "Jika ada yang membantu kita. Jangan lupa ucapkan terima kasih." Kata sang Ibu dulu.


Di depan gerbang. Kimmy menoleh ke belakang lagi. Karena, Meg memanggilnya.

__ADS_1


"Kimkim. Hati-hati ya! Kalo ada sesuatu bilang" tulus Meg. Melihat respon Kim. Ia mengendarai mobil. Meninggalkan perkarangan rumah.


"Hati-hati! Aku yang harusnya bilang begitu. Kasihan sekali mereka. Mempunyai sahabat seperti diri ku, batin Kim."


__ADS_2