IT'S ME KIMMY

IT'S ME KIMMY
Sisi Kim Yang Lain


__ADS_3

Pov Kim


"Kok gue lapar ya?" gumannya ntah pada siapa. Sebentar lagi mana masuk lagi. Kalo gue balik kantin? Gue udah malas. Apa gue tahan aja kali, monolog Kim.


Duduk di kelas sendirian. Dalam kesunyian dan ketenangan. Suasana ini yang mampu membuat Kim tenang. Soalnya, teman yang lain pada belum masuk. Karena waktu istirahat masih belum habis.


Menutup matanya rapat-rapat. Sambil merasakan ketenangan yang ada. Seketika ada suara yang memanggilnya. Lalu ia membuka matanya. Ada sepasang tangan menyodorkan roti dan sebotol minuman padanya. Di liriknya seseorang tersebut. "Maaf" ucap seseorang itu padanya.


"Lo ngomong sama siapa?" tanya Kim pada Dewi, yang terus menunduk ke bawah. Dan melihat kedatangan El dan Meg ke arahnya.


"Sama lo" ucap Dewi takut-takut masih menunduk.


"Angkat kepala lo" titah Kim.


"Ga mau" ucap Dewi bersikukuh pada pendiriannya.


"Gue bilang angkat kepala lo, ya angkat?" bentaknya


Kesal di abaikan. Kim pun membentak Dewi. Faktor karena lapar? Apa ada hal lain yang membuatnya melakukan begitu. Sekesal-kesalnya Kim, ia tak pernah membentak pada sahabatnya. Ntah kenapa sisinya ini keluar.


Dewi yang di bentak pertama kalinya pun berkaca-kaca. Terutama yang membentaknya barusan adalah Kim. Orang yang ia kenal paling tenang dalam mengendalikan amarahnya. Semarah apa pun, dan sekesal apa pun Kim tak pernah membentak mereka. Apa segitu besar salahnya, pikir Dewi. Sampai Kim semarah ini padanya.


"Apa yang barusan gue lakukan , pikir Kim"


Tak tau apa yang harus ia lakukan. Kim pun memutuskan untuk keluar. Tangannya yang mengempal seakan menahan sesuatu.


Pov Mega


Gue yang melihat Dewi di bentak oleh Kim ikut sedih. Pasalnya sekonyol-konyolnya Dewi, Kim tak pernah marah. Jangankan marah? Membentak pun tak pernah. Pasalnya mereka semua tau. Dewi itu cengeng dari yang lain.


Gue arahkn pandangan gue pada El buat menenangkan Dewi. El yang mengerti, melangkah ke arah Dewi. Gue pun menyusul Kim.


Hiks... hiks... hiks...


El... gue... gue... hanya... pengen... minta... maaf... "Kenapa Kim bentak gue?" hiks... hiks... Gue tau! Gue konyol! Gue O'on! Mungkin masih banyak lagi tingkah gue yang bikin kalian benci sama gue, ucap Dewi menumpahkan segala uneg-uneg.


"El, Apa kesalahan gue begitu besar?"tanya Dewi lagi. El hanya mengusap punggung Dewi, menyalurkan ketenangan buat sahabat cengengnya itu.

__ADS_1


Di tempat lain.


Mendengar langkah sepatu yang mendekat. Kim pun beranjak untuk pergi. Setelah mendapatkan kembali ketenangan dalam dirinya. Namun, lengannya di tahan terlebih dahulu oleh Meg.


"Apa masalah lo Kim?" tanya Meg tanpa berbasa-basi pada sahabatnya itu.


"Hari ini lo terlihat berbeda. Apa dia mengusik ketenangan lo?" tambah Meg.


"Apa maksud lo Meg?" tanya Kim. Kata-kata Meg barusan membuat Kim bertanya-tanya.


Lupakan perkataan gue barusan. Apa lo sudah tenang? tanyanya.


"Hm!"


Kalo begitu ,ayo kita kembali ke kelas ajak Meg pada Kim.


***


Sebelum melangkah ke dalam kelas. Langkah Kim terhenti, mendengar uneg-uneg Dewi yang di tumpahkannya pada El. Sahabatnya yang selalu ceria, dengan berbagai tingkah konyolnya itu. Tampak terlihat kacau. Mata yang sembab dan hidung yang memerah. Sepertinya harus melakukan sesuatu, kata Kim dalam hati.


"Cengeng" ucap Kim mendatangi tempat yang di duduki oleh Dewi dan Elma. Mana roti dan minumannya? tagih Kim pada Dewi.


Di tariknya bahu Dewi untuk menghadap padanya. Dan di hapusnya jejak air mata itu dengan tangannya. "Apa sang Dewi di tinggal oleh pangerannya?" ucap Kim berusaha bercanda meski terdengar kaku.


Dewi yang mendengar begitu. Malah menangis lagi. Hiks... hiks... Kim jangan bentak gue lagi ya? beri tau Dewi. Lo serem kalo kayak gitu? tambahnya lagi.


Jangan nangis! Apa disini sakit? tanya Kim sambil membawa telapak tangannya pada dada Dewi. Pasti sakit! Jawabnya. Apa gue sahabat yang buruk Dew? tanya Kim. Bahkan gue membentak lo. Ada ya, sahabat kayak gue ini? kekeh Kim lirih.


El, Meg bahkan Dewi yang mendengar merasa sedih. Baru kali ini, Kim memperlihatkan sisinya yang lain di hadapan mereka. Hari ini, berbagai perasaan yang Kim perlihatkan. Kim yang biasanya tenang. Sekarang, berubah menjadi Kim yang baru. Terlihat normal dimana ia menunjukan rasa marah dan sedihnya. Mereka semua senang melihat sisi Kim yang ini. Namun, rasa senang mereka tak bertahan lama. Mendengar kata-kata Kim selanjutnya.


"Sebaiknya, kita tidak usah berteman!" ucap Kim sebelum beranjak di hadapan mereka. Dan pindah ke belakang. Duduk di bangku paling pojok sendiri.


Sampai pelajaran berakhir. Kim tidak bicara satu kata pun. Memasuki seluruh peralatan sekolahnya ke dalam tas. Ia langsung bergegas pergi. Mengacuhkan para sahabatnya yang masih shock mungkin.


Tiga sahabat itu hanya saling tatap satu sama lain. Di lihat dari sikap Kim, sepertinya ia akan melakukan ucapannya tadi. Dengan lesu, mereka melangkah keluar untuk pulang.


***

__ADS_1


Pov Bim


Gue dan para sahabat lagi di pakiran. Siap-siap untuk pulang. Dan gue melihat sahabat Kim, berjalan dengan lesu menuju ke sini. Tumben cuma bertiga, biasanya mereka berempat. Apa mungkin Kim pulang duluan? pikir gue.


Di pakiran tiba-tiba Meg berhambur ke pelukan Ferry. Gue jadi bertanya-tanya apa yang terjadi? Dari ketidak hadiran Kim. Wajah lesu yang di tunjukan mereka. Terakhir, Meg yang berhambur ke pelukan Ferry. Sepertinya, ada yang tidak beres guman Bim pelan.


"Kamu kenapa? Siapa yang bikin kamu nangis gini?" khawatir Ferry melihat Meg yang tiba-tiba memeluknya. Meg... panggil Ferry dan berusaha melepas pelukan mereka agar Meg melihatnya.


"Lo berdua juga kenapa?" tanya Rama. Raut wajah dan lesu itu membuat Rama ingin tau. Apa lagi wajah Dewi dengan mata terlihat yang sembab. Rama tak suka akan hal itu.


"Kimmy kemana?" tanya gue pada mereka.


Dari tadi mereka hanya diam membisu. Tak menjawab pertanyaan para sahabat gue yang di lontarkan pada mereka.


"Mana?" Dito ikut bertanya pada mereka. Jangan-jangan kalian pada berantam ya, candanya. Eh... benaran kalian pada berantam.


Gue menatap mereka. Jangan bilang ucap Dito barusan benar. Tak ada bantah dari mereka yang gue lihat. Hanya anggukan kepala yang gue lihat dari mereka. Jadi benar meraka berantam. Tapi kenapa? pikir Bim penasaran.


"Lo tau rumah Kim dimana?" tanya gue pada salah satu dari mereka. Setelah gue mendapatkan alamat rumah Kim. Bim segera beranjak pergi, meninggalkan mereka semua yang tampak bengong.


"Dia?" tanya Meg pada Ferry.


"Ia hanya memastikan sesuatu" jawab Ferry ambigu.


Sebaiknya kita semua pulang. Kamu pulang bareng aku, apa gimana Meg? tanya Ferry.


"Bareng kamu aja" jawab Meg malu-malu.


"Jomblo bisa apa coba?" celetuk El melihat tingkah sahabatnya.


"Jadi pengen..." rengek Dewi.


Rama yang berdiri di samping Dewi, menimpalinya dengan perkataan, "Lo sama gue."


"Bisa benar lo Ram" cetus Dito.


Jadi pada pulang ga ni teriaknya.

__ADS_1


Mendengar teriak Dito, mereka semua segera memasuki mobil dan meninggalkan perkarangan sekolah.


__ADS_2