IT'S ME KIMMY

IT'S ME KIMMY
Jatuh Cinta


__ADS_3

Semua terlihat seperti semula. Kekompakan mereka semakin erat. Persahabatan yang sebelumnya renggang. Kini sudah terjalin lagi. Bahkan para cogan pun ikut bergabung. Dimana ada Kim cs. Di situ pasti ada mereka. Hubungan mereka pun cukup baik. Meg dan Ferry yang kian mesra. Di susul pasangan Rama dan Dewi mengikuti jejak sang sahabat jadi sepasang kekasih. Dito dan El pun mulai dekat dan akrab. Hanya dua sahabat mereka yang masih canggung. Siapa lagi kalo bukan Kim dan Bim yang diam sedari tadi.


"Diam-diam bae. Ngomong napa ngomong" celetuk Rama mengalirkan suasana. Udah kayak kuburan aja ni tempat tambahnya.


Yang lain geleng-geleng kepala dengar celetukannya. Mereka tau siapa yang di maksud Rama.


"Lo nyidir gue?" ucap Bim dan Kim barengan pada Rama. Mereka terlihat salah tingkah.


Cieee... yang kompakan seru sahabat mereka heboh.


"Diam!" ucap mereka samaan lagi. Lo ngapa jadi ikut-ikutan Bimbim ucap Kim spontan. Bim jadi terdiam dengan panggil Kimmy barusan untuknya. Bimbim! No bad! senyumnya dalam hati.


"Bimbim..." kaget Dewi. Udah punya panggil kesayangan aja lo Kim. Patuti di curigai ucapnya menatap Kim serius.


"Reflek gue" kilahnya. Jadi, kita mau melakukan apa nih tanya Kim mengalihkan pembicaraan pada semuanya.


Mereka semua sedang berkumpul di rumah Kim. Kenapa mereka memutuskan di sini. You know lah, alasannya cukup sederhana. Yakni biar Kim tak kesepian. Berada di rumah yang besar ini sendirian. Apa mereka yang terlalu alay atau memang terlalu peduli. Padahal, Kim sendiri biasa-biasa saja.


"Bagaimana kalo masak?" Meg memberi ide. Sudah lamakan kita ga masak bareng. So, gimana guys? tanyanya pada teman perempuannya.


"Ide bagus tuh." Apa lagi masakan Kim setuju El dengan ide tersebut.


"Okey!" setuju mereka dan melangkah ke dapur.


Sisa para cowok-cowok yang lebih milih untuk bermain PS. Sambil menunggu para cewek dengan kegiatan masak memasak ala mereka.

__ADS_1


Bimbim, belum jadi pacar aja. Udah ada panggilan sayangnya. Itu belum loh yah. Gimana kalo udah. Ga kebayang gue ucap Dito mulai percakapan di antara mereka.


Reflek dianya balas Bim. Mata yang masih fokus ke depan. Tidak menoleh sedikit pun pada Dito.


"Reflek... reflek tapi lo suka kan? tuduknya." Ngagu aja deh lo. Gemas gue dengar jawaban lo barusan ucap Ram. Malah lo terlihat santai aja seperti tak berarti apa-apa buat lo. Kimmy loh itu. Cewek yang lo sukai Bim, bukan cewek lain ucapnya gregetan.


Hahaha... anjirrr ngakak gue. Gue kasih tau lo berdua ya nimbrung Ferry pada obrolan sahabatnya itu. Mau lo berdua ngomong kayak gimana pun tak bakalan di tanggapin sama ni anak satu tunjuknya pada Bim yang tengah dengan PSnya. Orang lagi asik main lo ajak bicara.


Lo ga usah pada kepo. Biar itu jadi privasi mereka. Mau mereka pacaran mau ga. Kenapa jadi lo yang penasaran tambah Ferry. Gue sebenarnya juga penasaran sih kekehnya.


Panjang x Lebar lo bicara. Sok-sokan nasehati gue sama Dito. Tak di sangka tak terduga. 11 12 lo sama kita. Nyesel gue sempat kagum sama kata-kata lo Fer. Nyeselll...


Ram... Ram ga habis pikir gue. Sempat-sempatnya lo kagum sama dia balas Dito. Masih lopos lo ternyata. Omongan dia lo percaya.


Kagum, satu kata yang terlintah di benak mereka. Hasil masakan para cewek-cewek. Berbagai menu tertata di atas meja. Mengundang selera untuk di santap.


Mari makan perintah Kim pada teman-temannya. Duduk lebih dulu dan di ikuti yang lain.


"Gimana?" kata Dewi meminta pendapat para cowok setelah mereka semua selesai makan.


Enak rasanya juga pas ga asin. Di angguki yang lain. Ini kamu yang masak tanya Rama.


"Ck... ck terlalu tinggi harapan lo Ram cetus El." Rama mengerutkan keningnya mendengar kata El tersebut. Ada yang salahkah pikirnya.


"Ada yang salah dari pertanyaan gue?"

__ADS_1


"Bukan pertanyaan lo yang salah. Tapi pernyataan lo yang salah sahut Kim."


Ucapan ambigu Kim jadi tanda tanya terutama para cowok. Apanya yang salah. Bukan kah itu udah biasa. Zaman sekarang emang masih ada cewek yang ga bisa masak. Ga usah yang susah-susah. Yang gampang aja dulu. Seperti omelett misalnya. Itu kan menu yang gampang menurut mereka. Tidak untuk Dewi.


"Emang lo bisa masak" ucap Rama meremehkan ke mampuan Kim.


"Jangan di tanya lagi?" ucap El.


Menurut lo masakan yang kita makan semua tadi. Yang lo habisin. Bikin lo nambah. Bikin lo kenyang sampai perut lo buncit begitu. Yang kata lo enak. Lo pikir semua itu siapa yang masak Ram, kalo bukan Kim. Beri tau Meg pada semuanya terkhusus untuk Rama.


Ferry setuju dengan perkataan Meg. Kalo pun Meg ikut masak. Rasanya tak seperti masakan yang pernah ia coba. Meg masih ga konsisten soal rasa. Kadang asin kadang pas. Tak seenak masakan barusan yang ia makan. Rasanya enak dan pas seperti udah bidangnya.


Gue heran sama lo Kim. Soal prestasi lo selalu masuk peringkat 1. Kemaren gue baru tau lo bisa ilmu bela diri. Sekarang lo menguasai dalam memasak. Salut gue sama cewek model kayak lo. Kira-kira apa yang lo ga bisa tanya Dito kepo.


Bim cukup diam. Tidak ikut komentar. Ia hanya menghargai hasil masakan para teman ceweknya. Takut menyinggung salah satu dari mereka. Tapi tak ia pungkiri, masakan yang ikut ia cicipin. Memang enak dan pas di lidatnya. Mau itu masakan Kim ia akui itu. Dan ia juga ikut penasaran. Pertanyaan sahabatnya itu. Kira-kira apa yang Kim ga bisa.


"Jatuh Cinta"


"Gue pikir Dewi yang nyeletuk pikir El dalam hati."


"Gila... Ini benaran Kim yang jawab ucap Meg antara ga percaya." Itu benaran Kim sahabat kamu yank tanya Ferry di dekat Meg.


"What?" heboh Dewi. Sejak kapan Kim mau repot-repot menjawab pertanyaan begini. Ram... panggilnya pada Rama. Cubit... cubit aku perintahnya. Rama dengan loposnya nyubit pipi Dewi agak kencang. Akh... sakit manjanya. Jadi benar, gue pikir mimpi guman Dewi pelan.


Jika gue bilang, gue sulit tuk jatuh cinta. Apa lo percaya? kata Kim membalas pertanyaan Dito dan menjawab rasa penasaran Bim sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2