
Di dalam rumah, Kim hanya tinggal sendiri. Kim memperkerjaan seorang pembantu untuk bersih-bersih. Selesai bekerja bibi langsung pulang. Dan kembali lagi pada hari esok begitu seterusnya.
Soal makan, Kim tak begitu khawatir. Meski ia masih remaja. Ia pandai memasak. Tak jarang para sahabat memuji keahliannya itu. Sekali-kali sahabatnya numpang nginap. Ia tergolong anak mandiri. Apa pun di lakukan sendiri. Kim tak suka merepotkan orang lain. Dan tak mau di repotkan balik.
Jika kebanyakan remaja suka nongkrong nonton belanja hura-hura. Kim jauh dengan hal tersebut. Kalo ga ada tujuan yang jelas. Lebih baik ia stay di rumah. Membaca novel sambil rebahan. Contohnya saat ini.
Sambil rebahan di atas kasur. Tanga satu memenggang pada sisi tengah novel. Satu lagi membalik kertas. Membaca novel kegiatan yang tak pernah absen ia lakukan. Tiada hari tanpa novel.Dengan baca novel Kim bisa lupa hal sekitarnya. Bahkan sampai lupa waktu.
Notifisikasi WA yang terus berdatangan. Tak mampu jua ia beralih. Kalian tau bukan. Kim itu pencinta ketenangan. Bila ia sibuk dengan novelnya. Berarti ia tak mau diganggung, dengan hal apa pun. Selama ia belum selesai membaca sampai habis, maka Ia tak akan mau repot-repot membalas WA tersebut.
Selesai Kim membaca novelnya sampai tamat. Ia berahli ke Hp. Melihat isi notifikasi WA itu satu satu. WA yang sedari tadi ia abaikan.
"Grub Trouble Maker"
"Apa tak ada nama grub lain? Selain nama grub ini pikir Kim." Lalu ia lihat isi chat para sahabatnya di grub. Di bacanya chat itu dari atas ke bawah. Dan ikut nimbrung bersama para sahabat. Dan membalas isi chat itu seperlunya.
Mega : Kimkim
Elma : Kim lagi sibuk Meg
Dewi : Hello every body, Dewi si cantik di sini hehe
Mega : Berisik woy. Lo pikir ini pasar?
Elma : Rasakan!
Dewi : Mimi mah suka begitu. Bacot El...bacot
Elma : Hehehe... Kim muncul napa Kim? Diam diam bae? Gabung sini.
Mega : Mimi. Mimi... Lo kata gue mimi peri? Pengen berkata kasar gue rasanya.
Dewi : Celow plend... celow hehe
Kim : Berisik!
Elma : Hajar Kim... hajar... Lidah lo ga cocok Wi menggunakan Bahasa Inggris. Patah patah gitu. Sombong amat Lo!
Mega : Kim... jalan-jalan sore yuk?
__ADS_1
Dewi : Kurang di ajar emang lo El. Maju sini lo. Mau lo tunggu dimana gue? Gue samperan lo.
Elma : Gue tunggu di rumah. Mau apa lo Wi?
Dewi : Mau main El hehe... Kalo Kim ga mau. Gue mau kok meg. Mau bangat malah. Mau kemana kita guys...
Kim : Malas!
Mega : Mending gue ga jadi pergi. Dari bawa lo Wi. Ogah gue. Lo kan rada-rada oon.
Elma : Hahaha... sumpah ngakak gue. Kasihan bangat lo Wi... wi..
Dewi : Bacot lo semua. Bubar lo semua. Bubar... Sahabat tiri emang lo pada.
Kim pun meninggalkan obralan tersebut. Keluar kamar, menuju dapur. Masak makan malam buat dirinya sendiri. Ia tak bisa tidur dalam keadaan perut kosong. Selesai masak Kim menyajikan ke piring. Lalu melahap sampai habis. Setelah selesai makan. Kim balik ke kamar. Menaiki kasur untuk tidur.
Di Kelas
Lo pada tau ga? Kelas sebelah ada cowok ganteng gitu heboh Dewi.
"Mata lo Wi, heran gue lama-lama." Jadi cewek, kecentilan bangat lo. Belajar woy... belajar.
Susah emang ngomong sama lo. Mati berdiri gue! ketus El.
Kalian lagi bahas apaan sih? Bagi-bagi napa? Heboh bangat kayaknya, kata Mega kepo.
Kim hanya diam melihat perdebatan para sahabatnya. Tak peduli dengan info yang Dewi sampaikan sebelumnya. Apa lagi masalah cowok.
Dewi bilang, ada cowok ganteng? Di kelas sebelah Meg. Ni anak emang kecentilan bangat. Pengen gue tampol rasanya, gemas Elma.
Aaaa...Ia lewat... Ganteng banget pekik Dewi kegirangan. Melihat ke munculan para cogan-cogan. Lewati di depan kelas mereka. Mengikuti pandangan mata Dewi. Meg menyimpulkan cowok yang di maksud oleh sahabatnya ialah Bimtra Atnan Pangetus.
"Gue sarani lo. Cari yang lain Dew. Ia udah punya cewek yang ia suka. Ntar lo patah hati. Lo juga yang susah nantinya, Meg dengan nasehatnya."
Ia tak ingin Dewi patah hati nantinya. Cinta bertepuk sebelah tanga. Meg tau siapa yang di sukai Bim? Ferry alias cowok Meg. Menceritakan semuanya, pada Meg. Dari soal ketertarikannya pada Kim. Sampai memperhatikan Kim dari kejauhan.
"Tau dari mana lo Meg?" tanya Dewi. Dengan raut serius.
"Turuti aja kenapa sih Wi? Susah bangat di bilangin lo. Gregetan gue jadinya, tukas El. Pengen nabok tapi sahabatnya juga. El jadi gemes sendiri."
__ADS_1
"Lo semua masih mau ngomong? Mending keluar pada. Ganggu orang belajar aja lo sinis Kim."
Ya ampun! Kimkim... ucap Dewi mendramatis. Sekali ngomong. PanjangxLebar. Nyelekik bangat. "Okey! gue diam." Gerakkan tangan, seperti mengunci mulutnya.
10 menit kemudian pelajaran pun di mulai. Kimmy serius memperhatikan apa yang di terangkan oleh guru nya di depan. Mencatat apa saja yang di terapkan. Para sahabatnya pun demikian. Mencatat. Mendengar. "Hal penting! Apa saja yang jelasankan guru mereka."
Jam Istirahat
Kring... kring...
"Akhirnya guman Dewi" Waktunya makan guys berteriak.
Mulut lo minta di hajar ya Wi? Berapa kali gue bilang. Jangan suka teriak. Deman bangat lo teriak-teriak. Gue labak juga tu mulut, ancam Meg.
Anak gue udah pada demo Meg. Usap Dewi pada perutnya. Lo ga kasihan apa? Anak yang berada dalam perut gue.
Pusing melihat perdebatan yang tak kunjung selesai. Kim pergi duluan. Bodo amat! Dengan sahabatnya itu. Ia tak mau membuang waktunya. Menyaksikan! Debat ga guna gitu. Iya, kalo yang didebatkan itu. Ada manfaatnya.! Ini ga ada guna sama sekali pikir Kim.
Elma yang tidak ikut-ikutan. Memilih ikut Kim dari pada mendengar keluhan Dewi. Lebih baik mengikuti yang benar dari pada yang salah. Perutnya juga minta di isi. "El pun, memutuskan untuk ke kanti."
Mengerutu sepanjang jalan. Dari kelas sampai menuju kantin. Karena di tinggal pergi gitu aja. Apa lagi sama sahabat di sebelahnya ini. Pokoknya ia mau protes pada Kim dan El nanti. Pasalnya Dewi itu rada-rada oon bikin Meg, selalu sensi.
"Apa?" tanya Kim pada Meg melihat tatapan protes yang di layangkan padanya.
"Ayo makan" ajak El melihat kedatangan Meg serta Dewi di kantin. Tenang aja. Makanan kalian, udah di pesan sama Kim. "Kurang baik apa lagi si Kim? bicara El."
Sayang Kimkim banyak-banyak... Sayang El juga tambah Meg. Tau aja gue butuh asupan energi hehehe
"Lo mau berdiri terus? Duduk cepatan kata Kim pada Dewi."
"Kim" panggil Dewi. Gue boleh teriak ga? Terharu aku tuch! ucap Dewi mendramatis...
"Coba teriak" kata Kim dengan tatapan tajam.
Dewi yang di tatap tajam. Menelan salivanya. Nyalinya langsung ciut. Dan buru-buru duduk, pada kursi yang masih kosong. Jangan di tanya raut Meg dan El. Mereka susah menahan tawa. Wajah Dewi yang pucat pasi. "Jadi, hiburan tersendiri buat mereka."
Sebelum mereka mulai makan. Meja yang di tempati Kim. Bersama para sahabat. Di datangi para cogan. Itu pendapat para siswi di sekolah ini. Lain dengan Kim, yang menilai biasa saja.
"Untung gue belum makan, umpat Kim."
__ADS_1
"Apa kita boleh bergabung?" ucap salah satu di antara mereka. Meja lain pada penuh soalnya, beralasan.