IT'S ME KIMMY

IT'S ME KIMMY
Satu Pukulan Satu Tendangan


__ADS_3

Kumpulan siswa siswi yang berada di ruang kelas. Siap buat menjalankan rencana yang mereka susun kemaren. Sesuai kesepakatan mereka datang lebih awal. Belum ada siswa lainnya. Cuman ada mereka berenam Meg cs dan para cogan Ferry cs.


Asik dengan kegiatan yang mereka lakukan. Tidak menyadari keberadaan seseorang yang berada di belakang mereka.


"Pada ngpain?" sebuah suara mengagetkan mereka.


Anjirrr... ga kira-kira lo ya Bim, bikin gue kaget aja. Untung gue ga ada riwayat penyakit jantung. Bisa mati berdiri gue.


Ngacok lo! Mana ada mati berdiri balas Bim mendengar perkataan Rama padanya.


"Itu buat apaan?" tanya Bim penasaran melihat apa yang mereka lakukan.


"Lo bisa diam ga! Bikin gue gagal fokus aja lo! perintah Ferry."


"Bim mending berdiri di pintu buat jaga-jaga, usir Dewi."


Siapa lo nyuruh-nyuruh gue keselnya. Di kira gue satpam apa? datarnya.


Bisa menyikir dari sana! Titah seseorang yang baru memasuki kelas. Di dekati mereka semua, dan apa yang di lihat Kim pada kursinya.


Dito yang memegang sebuah gergaji di tangannya langsung ia lepas. Dan melirik pada yang lain. Kim yang memancarkan aura tak bersahabat melangkah mendekat.


Bastrad! Apa kalian pikir ini lucu? marah Kim terhadap mereka semua.


***


Di ingatnya ke jadian pagi tadi. Bikin darah Kim mendidih. Apa lagi keadaan kursi tak terbentuk. Patahan pada kaki kursi yang di gergaji oleh Dito, bikin Kim duduk di tempat semula. Akhir-akhir ini emosinya tak terkontrol. Ntah itu marah kesel bete sebel cukup sudah.


"Apa lo lihat-lihat?" sensi pada teman sebangkunya.


"Namanya juga punya mata" ucap Dewi polosnya. Diam-diam, Meg dan El tersenyum. Biar ide mereka buat Kim marah di awal. Akhirnya berujung kayak gini. Bisa duduk bareng lagi. Mereka harus berterima kasih pada Ferry cs, terutama pada Dito.


Guru yang menerangkan pelajaran di depan tak Kim pedulikan. Sekarang ia pengen keluar dan bikin perhitungan sama cowok gila tadi pagi. Cowok yang seenak jidatnya mengergaji kursinya.


Bel berbunyi tanda jam istirahat. Tanpa aba-aba Kim meleset ke kelas sebelah. Dan...


Bugh... Bugh


Satu pukulan di pipi dan satu tendangan pada tulang kering. Itu yang di lakukan Kim saat berada di hadapan salah satu di antara empat cowok tersebut. Ops... sorry, tangan dan kaki gue udah gatal dari tadi. Selamat menikmati senyumnya berlalu pergi.


"Ajaib benar dah cewek incaran lo Bim kekehan Rama."

__ADS_1


Untung bukan gue! Selamat! senyum Ferry lega. Bukan ia yang menerima pukulan dan tendang itu.


"Pasti terasa sakit, kasihan Bim pada Dito menerima sarang dadakan barusan."


"Teman durjanah lo semua. Bukan bantuin gue lo pada omel Dito melihat diamnya mereka."


Akh... Gilaaa pukulan dan tendangnya sakit bangat pekiknya. Nafsu banget si Kim mukul gue. Udah kayak cowok aja tenaganya cerocos Dito meringis merasakan sakit pada tulang kering dan wajahnya.


"Bawel lo" kata Rama memapah Dito menuju kantin.


"Lembek lo jadi cowok" kata Ferry lihat cara jalan Dito menahan rintihan.


Belum aja lo Fer. Gue sumpahi lo ngalamin apa yang gue alami sekarang. Lihat aja ntar sahut Dito tak terima.


***


"Kok duduk sini. Emang ga ada meja yang kosong tutur Kim pada Meg cs."


"Kita maunya disini titik!"


Setelah bicara begitu Dewi menari sebuah kursi lalu di dudukinya. El, Meg juga duduk peduli amat Kim marah nantinya. 5 menit tak ada penolakan Kim pada mereka. Kim yang asik dengan makanmya. Bikin mereka lapar. Tidak perlu menunggu lama, mereka ikut menikmati pesanan makan mereka masing-masing.


"Jangan natap kayak gitu! Gue ga suka!"


Ucapan itu buat mereka saling melempar pandangan. Pandangan mereka tertuju pada Bim. Pantas ucap mereka semua dalam hati.


"Duduk!" titahnya pada sahabatnya. Di lakukan perintah Bim barusan. Mereka pun menduduki kursi kosong yang tersisa.


Dit, muka lo makin jelek aja. Pakai make up apa lo? tanya Dewi polosnya.


Haha... Melihat kepolosan Dewi barusan bikin Rama tertawa. Muka memar begitu di bilang pakai make up. Kecuali, temannya itu berubah haluan pikirnya.


"Emang ada yang lucu ya?" tanya Dewi ntah kepada siapa.


"Dew, tolong Oon lo itu di kontrol ucap El malas."


Lo pikir Dito banci, pakai make up segala. Itu namanya memar. Bisa di bilang bekas pukulan mungkin tebak Meg.


Yang lain hanya mendengar tak mau ikut berkomentar.


What? kagetnya. Lo di pukul siapa Dit? tanya Dewi khawatir. Rama yang berada di dekat Dewi hanya bisa mendengus.

__ADS_1


Dito yang di tanya begitu biasa saja. Ke khawatir Dewi tersebut ke khawatir selayaknya seorang pada temannya. Rama saja yang terlalu cemburu padanya.


"Kalo gue kasih tau siapa orangnya, lo mau apa?" tantang Ferry pada Dewi.


Mau gue omelin tu orang Fer. Biar begini Dito juga teman gue belanya.


"Yakin lo berani" tanya Dito


Yakin. 100% gue yakin. Kok lo semua pada ga yakin gitu sama gue. Siapa sih orang? tanya Dewi masih penasaran.


Kamu ga perlu tau ucap Rama pada Dewi. Biar ia berhenti bertanya. Kalo pun Dewi tau. Rama yakin 100% Dewi bakalan ciut. Secara, Dewi itu cengen. Apa lagi setelah dengar cerita kemaren.


Kim mendengar ke bawelan Dewi pun angkat bicara. Anak ini perlu gue kasih shock terapi kayaknya!. Gue tau siapa orangnya infonya pada Dewi.


Lo tau Kim siapa orangnya? tanya Dewi dengan polos tak curiga sedikit pun.


Tau. Sangat sangat tau. Orangnya gue, kasih tau Kim pada semuanya. Satu pukulan di wajah. Dan satu tendangan di kaki beri taunya. Terus lo ga mau ngomelin gue tagih Kim pada Dewi atas katanya tadi.


Haha... itu... apa... gue mu makan... iya makan... menelan salivanya susah payah. Sok-sokan lo Wi pada dirinya! Kecep kan lo!


"Pantas guman Meg dan El bersamaan." Gumanan mereka bikin para cowok heran. Mereka terlihat biasa saja mendengar itu.


" Syukur lo masih bisa jalan Dit" ucap El.


Itu belum ada apa-apanya. Kalo ga percaya tanya saja Meg.


"Emang kenapa yank?" tanya Ferry mewakili. Sebenarnya ia cukup penasaran maksud perkataan El barusan.


"Lo bisa ilmu bela diri ga, Dit?" tanya Meg terlebih dahulu. Sebelum ia jawab pertanyaan kekasihnya itu.


"Ga" balas Dito.


Ck... lo laki-laki masa ga belajar ilmu bela diri sih kata Meg kesel. Kimmy itu pemegang sabuk hitam taekwondo. MuayThai dan Wushu juga di kuasai oleh Kim. Jadi, lo paham kan maksud perkataan El tadi.


Kim hanya memotar bola matanya malas. Apa lagi tatapan tak percaya para cowok padanya. Seakan-akan info yang di kasih Meg tadi hanya lelucon bagi mereka. Percaya atau tidak itu ga penting baginya dan beranjak dari sana.


Gue dan teman-teman berterima kasih atasan bantu kalian, terutama lo Dit. Maaf! karena lo bantu kita, muka dan kaki lo jadi sasaran Kim. Lalu Meg cs cabut dari hadapan mereka yang masih mencerna info tersebut.


"Ini semua gara-gara lo Bim"


"Siapa yang memukul? Siapa yang di salahkan?" jawab Bim atas tuduhan Dito padanya. Mengagumkan! Pilihan gue tak salahkan batinnya!

__ADS_1


__ADS_2