IT'S ME KIMMY

IT'S ME KIMMY
Hang Out


__ADS_3

"Jika gue bilang , gue sulit tuk jatuh cinta. Apa lo percaya?"


Ucapan Kim itu. Bikin teman-temannya tak tau harus jawab apa. Omongannya tak salah. Emang begitu faktanya. Tidak satu cowok pun yang berani dekatin Kim selama ini. Bukan tak berani. Lebih tepatnya Kim sudah memberi jarak terlebih dahulu. Waktunya juga habis dengan dunianya sendiri. Kalo ga kumpul bareng sama Meg cs.


Sekarang udah beda. Di tambah adanya Bim. Laki-laki itu jelas ada perasaan untuk Kim. Mereka juga ga yakin. Apa pesona Bim bisa bikin Kim jatuh cinta atau justru sebaliknya.


Jika lo bertanya begitu. Maka, jawaban gue bisa iya bisa juga tidak. Sekarang, lo mungkin bisa bilang begitu. Tapi siapa yang tau ke depannya balas Dito.


Hmmm... ternyata Dito Putra Arya bisa serius dalam hal ini. Lo seakan bisa menebak masa mendatang. Jangan pernah menyimpulkan sesuatu yang belum pasti. Lo akan kecewa nantinya. Jika itu tak sesuai sama harapan lo nantinya saran Kim lantang.


"Bila ada seorang laki-laki jatuh cinta sama lo. Apa lo melarangnya atau menjauhinya?" giliran Bim yang bertanya pada Kim.


Apa gue harus menjawabnya? Soal gue melarang atau tidak. Yang jelas jangan salahkan gue bila nanti tak sesuai dengan harapannya. Jatuh cinta biar itu jadi masalahnya. Sepertinya lo menyukai seseorang tebak Kim memandang remeh ke arah Bim.


"Terlihat jelas kah" cobanya mengalirkan suasana. Tiba-tiba raut wajah Bim kembali serius. Gue. Bimtra Atnan Pangetus jatuh cinta pada seorang Kimmy Kimberly tegasnya di saksikan para sahabatnya.


Berjalan melangkah dengan santai. Dan berdiri dekat di hadapan Kim. Tidak peduli wajah cengo para sahabatnya. Pandangan mata saling bertemu. Pancaran mata penuh ke yakinan itu seolah-olah mampu menghipnotis lawannya. Bila lo tak mudah jatuh cinta maka, gue yang buat lo jatuh cinta dengan cara gue sendiri bisik Bim pelan mendekatkan wajahnya di telinga Kim.


Puas. Ada rasa kepuasan dalam diri Bim. Senyum kemenangan tercetak pada wajah tampannya. Di tariknya wajahnya dan memberi jarak di antara mereka berdua. Di lihat lagi wajah Kim sebentar lalu berdiri pada posisi semula.


"Lo bisikin apa pada Kim. Hingga ia diam membisu begitu" tanya Ferry melihat Bim menuju ke arahnya. Kembali berada pada posisi awalnya.


"Kata-kata yang tak ia lupakan nantinya" sahut Bim memberi tau.


"Bikin penasaran aja lo"


***


Lupa kan Kim. Kata-kata itu tidak akan bisa mempengaruhi lo. Ingat! Ada hal lebih penting yang harus lo lakukan. Suara hati Kim.


"Hari ini kita hang out yuk. Buat refreshing." Infonya pada teman satu gengnya.


"Tumben lo ngajak kita. Ada angin apa lo Kim?" sahut El.

__ADS_1


"Benar kata El. Ga kayak biasanya. Lo kenapa sih?" sahut Meg lihat perubahan Kim.


Ck... decakan suara Kim terdengar. Mau ga? Banyak tanya lo lama-lama ucapnya tak suka.


Ya, kita aneh aja. Biasanya lo paling malas soal beginian. Banyak beban pikiran lo canda Meg.


Teman kurang di ajar lo Meg. Mulut lo bicara suka benar balas Kim. Lo gimana Wi diam aja lo. Udah makan belum lo?


"Kan belum bel Kim, polos Dewi. Gue lapar Kim.... lapar Kimmy keluhnya."


Kim memutar bola matanya dengan malas. Di tanya apa jawabnya apa. O'onnya kambuh ini. Jadi, iya apa ga? kesel gue lama-lama sama lo semua. Pengen geu lempar lo semua rasanya.


Kita semua ikut Kim. Buat sahabat kita yang satu ini. Apa sih yang ga buat lo? ucap Dewi dengan kedipin matanya.


Gue colok juga tuh mata. Lo genit sama para laki-laki aja Wi. Jangan sama gue. Rasa di sukai sesama jenis gue. Lihat lo kayak tadi. Ngerinya


Hahaha... meledak lah tawa Meg dan El. Lihat mimik wajah ngeri Kim sama omongan Dewi barusan.


Bangke lo semua. Ketawa ga nanggung-nanggung lo. Sahabat tiri lo. Senang lo... senang lihat gue menderita dramatis Dewi.


Bubar lo semua... bubar. Ga guna lo sebagai sahabat marah Dewi pada sahabatnya.


"Cabut!" kata Kim pada yang lain.


Teman durnaja. Gue di tinggal benaran. Dasar sahabat tiri tapi sayang guman Dewi menyusul langkah sahabatnya.


***


"Kemana dulu ni kita?" celetuk Kim pada yang lain. Habis pulang sekolah mereka berganti pakaian santai. Di sini lah mereka semua di sebuah Mall.


"Nonton!" sahut El.


"Ga, makan dulu!" kata Dewi ga mau kalah.

__ADS_1


"Shopping dulu!" ujar Meg.


"Bisa berhenti!" kata Kim tak kalah datar. Gue ngajak kalian buat nemani gue. Bukan malah lihat perdebatan kalian ga penting itu. Kita makan dulu. Habis itu nonton. Terakhir baru shopping. Ga mungkin kita shopping dulu. Dan bawa barang belanjaan saat nonton. Bukankah itu merepotkan alasan pada para sahabatnya.


"Yes!" ucap Dewi girang. Karena mereka pergi makan terlebih dahulu.


"Ok! Lo benar Kim. Gue setuju sama lo." El pikir tak masalah habis makan baru nonton.


"Gapapa! yang penting ntar kalian harus nemani gue belanja kata Meg."


Setelah makan mereka berlalu ke bioskop buat nonton. Mereka menikmatinya. Kim doang yang tidak terlalu menikmatinya. Baginya ini membosankan. Mau apa di kata. Ia udah terlanjur mengajak para sahabatnya buat hang out barang. Refresing apaan. Enakan juga baca novel sambil tidur-tiduran pikirnya.


"Asik bangat filmnya"


Gue juga Wi, emang hebat El dalam memilih film. Lain kali kita nonton lagi celetuk Meg.


Bagus kalian pada suka. Lo juga suka kan Kim? tanya El.


"Hmmm!" hanya gumanan yang di beri Kim.


"Bukan kah itu Ferry ya Meg?"tanya El melihat ke arah sudut bioskop.


Mana... mana? tanya Meg melirik ke arah tunjukan El. Agar ia bisa menemukan posisi Ferry dengan mudah. Kita samperin yuk! ajaknya dan meninggalkan grombolan sahabatnya.


"Dasar bucin" ketus Kim.


Haha... Itu lah resikonya punya pacar beri tau El pada Kim. Lo juga bakalan kayak gitu nanti.


Amit... amit El. Bisa turun image gue pungkas Kim. Melangkah ke arah grombolan Ferry cs di sudut bioskop. Lo ngpain diam kayak patung di sana tolehnya ke belakang.


El yang di tegur begitu, mengikuti Kim dari belakang. Jangan tanya Dewi dan Meg. Sahabat mereka itu udah pada kabur duluan. Apa lagi ada cowok mereka juga di sana.


Kamu di sini juga. Tau begitu kita bareng perginya. Ya ga Wi kata Meg saat berada di dekat Ferry dan di angguki oleh Dewi.

__ADS_1


"Dia siapa?"


__ADS_2