Jadi, Dia Atau Siapa?

Jadi, Dia Atau Siapa?
Episode 2


__ADS_3

Amar menarik pelukannya pada Sasa dan mengecup bibir Sasa sekilas yang membuat sang empu tersipu malu. Itu adalah ciuman bibir pertamanya walau hanya kecupan ringan, biasanya Amar hanya akan mencium pipi atau keningnya. Amar pun tersenyum gemas melihat tingkah sang kekasih.


"Ayo makan siang, setelah itu ku antar kau pulang" ucap Amar tanpa basa-basi lagi dan mulai melajukan mobilnya membelah keramaian jalanan kota.


***


Sasa memutar kenop pintu apartemen miliknya dan mempersilahkan Amar memasukinya terlebih dahulu sebelum dirinya masuk dan menutup pintu. Amar tampak lelah entah kenapa di mata Sasa. Amar merebahkan dirinya di sofa dengan kakinya yang tampak lurus bertengger di ujung sofa, lengkap dengan sepatu yang masih melekat pada kakinya.


Setelah Sasa selesai merapikan beberapa barang belanjaan yang sempat mereka beli tadi, Sasa memasuki kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai serta menyempatkan diri untuk mencuci wajahnya agar lebih segar. Sasa menghampiri Amar yang masih sama seperti tadi hanya saja, Amar nampaknya tertidur. Sasa tersenyum melihat betapa polosnya wajah kekasihnya yang tengah terlelap, dengan perlahan tangannya mulai membuka ikatan sepatu dan mencopot sepatu kekasihnya tersebut, lalu meletakkannya di rak sepatu. Sasa pun hanya terus memeluk bantal dan memandang sang kekasih dengan senyum mengembang sesekali ketika dirinya mengingat moment romantis mereka berdua. Walaupun sesungguhnya Amar bukanlah tipe pria manis, namun Amar selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi Sasa.


"Apa aku tertidur lama" tanya Amar dengan suara serak, membuyarkan lamunan Sasa.


"tidak, kak Amar baru tertidur sebentar. Jika kak Amar masih mengantuk, kak Amar bisa tidur di kamarku" ucap Sasa mencoba memberi penawaran.


Amar tersenyum dan mendudukkan dirinya lalu mengusap-usap sebelah pipi Sasa lembut. "tak perlu,aku harus segera pulang"


"Kak Amar akan pulang sekarang?" tanya Sasa kecewa


"Kenapa? kau ingin aku tinggal? hmm, ingin menggodaku?" goda Amar, lalu menarik Sasa duduk di atas pangkuannya, mengusap punggung Sasa seduktif dan mengecup ringan lehernya beberapa kali.


"K...kak Amar, a..aku tidak bermaksud menggoda kak Amar" ucap Sasa terbata dengan wajah yang tampak memerah menahan malu.


"Lalu..?" ucap Amar santai namun tangannya semakin berani memasuki kaos oblong yang tengah di kenakan Sasa dan mengusap kulit punggung mulus Sasa secara langsung, membuat gelenyar aneh merasukinya.


Belum sempat Sasa melanjutkan apa yang akan ia katakan, bibir Amar lebih dulu mencium bibirnya, ******* bibir Sasa rakus dengan tangan yang terus mengusap punggung dan juga paha Sasa. Sasa yang baru pertama kali diperlakukan seperti ini tentu saja membuat otaknya seketika berhenti bekerja dan hanya diam tanpa mampu atau mengerti membalas.

__ADS_1


Amar yang merasa tak mendapat kan balasan pun akhirnya menghentikan aksinya dan menatap dalam netra Sasa. "kenapa kau tak membalas ciumanku" tanya Amar serak menahan gairah tepat di depan bibir Sasa.


"A..aku tak tau harus bagaimana" ucap Sasa malu lalu menundukkan wajahnya yang bersemu merah.


Amar yang melihat kepolosan kekasihnya mau tak mau merasa gemas dan akhirnya tawa pun lepas dari bibirnya. Sasa yang melihat pun akhirnya kesal dan memukul mukul bahu Amar ringan "jangan menertawaiku" kesal Sasa.


Amar yang melihat kekasihnya merajuk akhirnya menghentikan tawanya dan berdeham menetralkan suaranya.


"Aku tak tau harus bagaimana lagi mengekspresikan diriku melihat tingkah lucu kekasihku yang menggemaskan ini" ucap Amar tersenyum dengan mencolek hidung mancung Sasa yang membuat sang empu malu lalu menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Amar dan melingkarkan tangannya erat pada tubuh Amar.


"Jangan menggodaku kak" ucap Sasa kesal


"Aku tak menggodamu, kau yang menggodaku" ucap Amar usil


"Kaaakkk.." ucap Sasa manja dan kesal lalu mencubit cubit pinggang dan perut atletis Amar.


Amar yang wajahnya telah merah padam menahan gairah berusaha menahan tangan Sasa agar berhenti berbuat ulah, namun Sasa nampak tak perduli dan terus asik menjahili sang kekasih.


"Sa, kumohon hentikan" rengek Amar namun tak mendapat respon Sasa


"Sa, hentikan sekarang juga"


"Sa, jika kau tak berhenti kau akan membangunkan sesuatu di bawah sana" ucap Amar menahan kedua tangan Sasa juga menahan gairah yang akhirnya mendapat respon Sasa. Sasa yang masih tampak kelelahan dan tersenyum puas melihat Amar tersiksa akhirnya menatap heran wajah Amar yang masih saja nampak merah dan menampakkan kilatan aneh di matanya. Sasa yang tak nyaman dengan duduknya mencoba menggeser posisinya yang berdampak membuat pantatnya tepat persis menduduki junior Amar dan membuat Amar menggeram menahan gairah yang memuncak. Sungguh itu adalah siksaan terberat bagi Amar. Sedangkan Sasa hanya terkejut merasakan benda aneh yang di dudukkinya. Sasa bukannya tak mengerti apa itu, hanya saja dirinya terlanjur terlalu kaget hingga tak mampu lagi bergerak.


"K..kak" ucap Sasa terbata

__ADS_1


Tanpa aba, Amar membalikkan posisi mereka, membuat Sasa sekarang berada di bawah kungkungannya. Amar menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sasa dan mulai memberikan beberapa tanda kissmark di leher kekasihnya itu.


"K..kak, Aahhhh" desah Sasa ketika tangan besar Amar meremas salah satu payudara Sasa.


"K..kak Amm.." ucapan Sasa berhenti ketika Amar mulai ******* rakus bibir Sasa dan terus menggerayangi tubuh mulus Sasa.


"Buka mulutmu, balas lumatanku Sa, lakukan seperti yang aku lakukan" ucap Amar ketika menghentikan aksinya yang tak mendapat respon kekasihnya. Dan ketika Sasa mulai membuka mulutnya dengan sedikit ragu Amar tanpa ampun langsung ******* dan memperdalam ciuman mereka. Setelah merasakan Kekasihnya di bawah sana kehabisan nafas barulah Amar melepaskan ciuman mereka.


Amar tersenyum puas melihat kekasihnya lemas tak berdaya akibat ciuman terpanas dan pertama kali yang pernah mereka lakukan semasa pacaran. Dirinya pun mengusap bibir Sasa yang terlihat memerah dan membengkak karena ulahnya. Namun sialnya junior miliknya tak juga mau tidur dan malah tampak semakin menegang sempurna.


"Shit!" umpat Amar dalam hati lalu mulai beranjak dari posisinya dan mengecup kening Sasa sekilas yang masih tetap berbaring di atas sofa.


"Aku pinjam kamar mandi mu" ucanya serak lalu berlalu begitu saja meninggalkan Sasa yang masih menetralkan nafasnya setelah ciuman panas tadi.


"Apa yang baru saja ku lakukan dengan kak Amar" ucap Sasa tak percaya lalu menutup wajahnya dengan bantal dan menendang langit langit.


"Aku harus bagaimana setelah ini"


"Astaga"


***


Terimakasih sudah membaca ❤️


jangan lupa tinggalkan jejak jika kalian suka, cukup klik like, fav, komen dan vote 😚

__ADS_1


bye bye..


__ADS_2