
setelah lamanya aku tidur aku pun terbangun karna merasa badanku seperti di guyur air,
dan benar ternyata aku kehujanan tapi apalah daya aku hanya dapat duduk sambil memeluk buku yang ku bawa tadi.
Ya allah tolong selamatkan saya dari segala mara bahaya dan malapetaka .
Aku masih dalam posisi duduk di dalam lubang dan merasakan betapa dinginnya air hujan yang masih mengguyur badanku.
Aku tak apa ke hujanan asalkan aku masih bisa bertahan.
hiks hiks hiks , apakah masih ada yang mendengar ku .
Tolong tolong , teriak ku dengan suara lirih yang mungkin tak akan di dengar seseorang sekalipun.
~Disisi lain ~
...Di kelas...
di ruang kelas sudah di penuhi para siswa yang siap berganti pelajaran ke dua di lanjutan kan dengan istirahat setelah nya.
Feri: eh si Kayla kok belum masuk kelas ya padahal habis pelajaran ini kan istirahat
Anisa : iya tuh kok dia belum kelihatan juga ya
Fera : aku khawatir kalo ada apa apa sama si Kayla nih.
Setelah itu guru absen pun masuk untuk mengabsen siswa dan mengecek kelas.
'Baik anak anak sekarang bu Ira akan mengecek kelas , nanti kalian cukup sebutkan siswa yang tidak hadir di kelas'.
siapa yang tidak hadir ?
semua siswa serempak menjawab ,
'Kayla '
tumben sekali kayla tak hadir di dalam kelas., ya sudah kalau begitu ibu keluar dulu dan mengecek siswa di kelas lain.
Assalamualaikum
Waalaikumsalam bu.
Kriingg kriingg ~
bel istirahat pun berbunyi dan sekarang menunjukkan waktu pukul setengah dua belas siang.
Lalu semua siswa di kelas keluar untuk pergi istirahat dan dilanjutkan sholat Dzuhur berjamaah di masjid sekolah.
Fera Feri dan juga Anisa keluar dari kelas dan langsung pergi mencari keberadaan kak Khai.
Setelah sampai di depan kelas XI kita bertiga langsung masuk dan menemui kak Khai.
Anisa : kak Khai , tau Kayla dimana gak?
Khai : lha bukanya kalian sekelas
Feri: dia di kelas gak ada kak udah dari tadi kita gak ketemu
Fera: iya nih kak dia dari tadi gak ada di kelas
Khai : masyaallah kok bisa , lha terakhir kali dia kemana
Feri: terakhir tadi dia bilang mau baca ke taman belakang sekolah kak
Khai : ya udah klo gitu kita cari dia kesana .
Fera : tapi diluar masih hujan deres kak
Anisa dan Fera : gapapa hujan yang penting Kayla ketemu.
Lalu kak Feni dan yang lain mencari keberadaan ku di taman belakang sekolah.
Sesampainya ,
__ADS_1
di taman sekolah
Zrasssh tes tes~
hujan yang masih deras tak menggoyahkan mereka yang sedang mencari Kayla .
*Kayla kamu dimana kita nyariin kamu nih*
*Kayla ini kakak kamu dimana *
* kay kamu dimana *
setelah kami berteriak tapi tak kunjung di jawab oleh Kayla , karna hujan bertambah deras kami semua memutuskan kembali ke kelas dan akan memikirkan cara lain agar Kayla di temukan.
Disisi lain ~
...Hutan...
brrrrrr
hiks hiks hiks
dingin banget udaranya ya Allah hujan nya masih belum reda.
Padahal udah dari tadi kok hujan nya masih belum reda mana air nya di lubang udah naik tapi aku masih belum bisa berdiri kaki ku masih sakit .
Aku duduk masih dalam posisi memegang buku ku yang sudah basah terguyur hujan , sambil memijat kaki kiri ku yang sakitnya setengah mati tapi ku lihat lagi kaki ku lama lama membengkak dan sedikit berwarna ke biruan.
Ya allah kaki ku ini kenapa kok jadi warna biru , jika kaki ku patah ataupun terjadi sesuatu aku iklhas aslakan saya masih bisa bertahan hidup, ucap ku sambil menangis.
Seiring berjalan nya waktu yang mungkin kini sudah jam dua siang lewat karna aku sudah lama berdiam diri disini.
Kembali pada ~
...kelas...
sekarang semua siswa kelas sudah ada di dalam ruangan dan sedang berlangsung mengikuti pelajaran berikutnya .
Feri : eh hujan nya kok malah tambah deres ya nis
Anisa : Fera jangan diem aja bantu mikir cara nemuin Kayla dong malah baca komik , mana bacanya diem diem lagi heh
Fera: udah jangan pada khawatir kan Allah selalu melindungi hamba nya
Feri: iya aku juga tau itu mah , tapi klo gak ada usaha ya gak bakalan ketemu lah
Anisa : iya gimana sih kamu malah santai gitu ngomong nya.
Tak lama kemudian pembelajaran ke dua pun akhirnya selesai tepat pada pukul 15: 00 semua siswa keluar kelas untuk sholat Ashar berjamah dan dilanjutkan dengan pelathihan beladiri.
Setelah semua sudah selesai melaksanakan sholat Ashar semua murid berkumpul di aula untuk melaksanakan pelatihan seni beladiri.
Tapi masih dalam keadaan hujan aku masih tak kunjung datang.
Celingak celinguk , mana si Kayla tanya kak Ima kepada kak Khai
Khai : iya nih dari tadi belum nongol dia
Ima: lha dia berangkat bareng sama lo kan
Khai : iya emang sama gua , tapi kaga ada dianya
Ima: si Kayla pernah bolos gak si
Khai : gak pernah bolos sih, tapi gua gak tau juga
Ima: gimana sih lo kakak nya masa gak tau , sambil menjitak kepala Khai.
Ya udah kita ntar cari Kayla lho,
Khai hanya diam saja tak menjawab apa yang di bicarakan Ima barusan .
Pembelajaran seni beladiri di pimpin oleh guru olahraga sekaligus guru taekwondo yang bernama Bu pradita/ Dita.
__ADS_1
Bu Dita memberikan pemberitahuan kepada seluruh siswa yang sudah berkumpul di aula , bahwa seni beladiri akan dilakukan dalam waktu satu jam dan setelah itu dilanjutkan dengan pengajian selama dua jam tepat pukul 17: 00 seluruh siswa pulang dari sekolah.
Karena mendengar kabar ini semua siswa ada yang senang dan juga ada yang sangat kesal karna jam pembelajaran sekolah yang terlalu lama.
Pembelajaran seni beladiri diawali dengan pemanasan dan menguji kekuatan bagian tangan dan juga kaki setelah itu baru lah siswa di berikan sedikit materi tentang beladiri.
Setelah 1 jam kemudian
semua siswa keluar dari aula dan masuk ke kelas dan mengemasi barang dan membawa tas untuk melanjutkan pengajian di masjid sekolah.
Tetapi karna pulang sekolah lumayan cepat semua sahabat Kayla lupa akan tas Kayla yang masih ada di kursi kelas.
Zrasssh Zrasssh Zrasssh ,
hujan yang sedari pagi masih awet sampai sekarang tak kunjung reda.
Pembelajaran terakhir semua siswa hanya di minta untuk mendengarkan ceramah dan cerita seputar agama..
1 jam berlalu 2 jam kemudian berlalu,
dan tiba saat nya semua siswa pulang ke rumah masing masing .
Khai mengambil motor nya di tempat parkir dan pulang ke rumah tanpa memikirkan bahwa masih ada sesuatu yang tertinggal .
Sesampainya di rumah Khai membuka pintu rumah dan tak lupa juga mengucapaka,salam
Assalamualaikum ' khai pulang
Waalaikumsalam ' lalu ibu dan ayah pun menyambut kepulangan Khai.
"eh khai kok pulang sendirian adik kamu mana?"
" oh kayla , kayaknya sih dia itu pergi nginap ke rumah nya si Fera bu"
" oh gitu, tapi kenapa gak ngabarin ibu lewat wa ya," ucap ibu sedikit cemas
" entah , mungkin ada tugas banyak jadi gak sempet bilang ibu kali"
"oh ya udah kalo gitu , ibu mau sholat Maghrib dulu ntar kamu bantu masak ibu ya Khai "
"siap , bu ntar ku bantu pasti"
Di sisi lain Khai sebenarnya anak yang tidak terlalu mempedulikan orang orang yang ada di sekitar nya termasuk Kayla adiknya sendiri.
Setelah ibu selesai sholat ibu pun masuk terlebih dulu ke dapur dan memasak lauk untuk makan malam , tak lama kemudian Khai pun sudah berganti pakaian dan menyusul ibu ke dapur.
Setelah selesai memasak lauk Khai pun mengambil lauk dan nasi ditaruhkan nya di meja makan.
Sedangkan ibu mengambil piring untuk makan dan ditaruh kan nya di meja,
tapi saat mengambil piring terakhir piring itu pun terjatuh.
Pyaarr
Astofirullah ada apa ini kenapa firasatku tidak enak , ucap ibu dalam hati.
Tik tik tik , hujan yang deras yang sudah turun dari pagi tadi mulai menjadi hujan rintik kecil kecil .
Setelah ibu menjatuhkan piring ia pun membereskan pecahan piring tersebut tanpa di bantu oleh Khai , padahal Khai mengetahui hal itu.
semua sudah dibereskan ayah ibu dan Khai duduk di meja dan makan .
Suasana di meja makan sangatlah hening tak ada sepatah kata pun yang terucap.
Saat sedang makan ibu merasa cemas dan hanya bisa berdoa agar Kayla tidak mengalami hal hal yang buruk.
10 menit kemudian
semuanya selesai makan , ibu pun membereskan sisa makanan dan piring kotor.
"ibu apa perlu Khai bantu? "
" tak usah kamu cukup di kamar istirahat ibu bisa melakukannya sendiri"
__ADS_1
Lalu Khai pun meninggalkan ibu dan masuk ke kamar dan istirahat ,
Ayah ibu juga istirahat karna sudah malam besok pun hari selasa mereka akan melakukan tugas nya masing masing.