Jalan Takdir Ku

Jalan Takdir Ku
Siapa Khai sebenarnya


__ADS_3

Kriingg


jam weker ku berbunyi manandakan waktu pagi telah tiba .


Aku pun bangun dari tidur ku perlahan ku ambil tongkat ku dan kupakai berjalan ke kamar mandi .


Ku basuh muka ku , gosok gigi tak lupa juga aku wudhu dan setelah selesai aku menjalankan ibadah di dalam kamar.


Setelah selesai ber ibadah aku berdoa pada tuhan agar kaki ku bisa cepat pulih kembali.


Setelah itu ku taruh alat ibadah ku ke lemari khusus dan aku pergi meninggalkan kamar.


Aku berjalan pelan dan sedikit menimbulkan suara dari tongkat yang ku gunakan.


Ku berjalan menuju dapur untuk membantu ibu memasak , kebiasaan ini selalu ku lakukan karna dari kecil aku selalu di ajarkan mandiri dan di sisi lain keluarga ku juga pernah mengalami masa yang paling sulit dalam ekonomi.


Setelah aku masuk ke dapur aku bertemu kak Feni dan aku menghampirinya lalu memeluknya.


" aish, gak usah peluk gitu kakak risih ni"


" em, maaf kak tapi aku kangen banget sama kak Feni "


" oh" ucap Khai singkat


Merasa kak Feni sedikit kesal aku pun sedikit menjauhkan diri dari Kakak.


" hmm, kaki mu kenapa tuh Kay"


" ah ini cuma jatuh kok, palingan juga bentar lagi sembuh "


" oh "


aku tersenyum pada kak Feni , melihat aku tersenyum kepadanya kak Feni pun beranjak pergi dan membisikkan sesuatu pada ku


'' gak usah sok baik deh lu''


Mendengar kakak berbicara demikian seketika hati ku tersa sakit, kakak yang selalu bersamku sekarang telah berubah bukan menjadi diri nya yang dulu.


Setelah kakak pergi aku perlahan berjalan mendekati ibu,


ibu ada hal apa yang ingin ibu sampaikan pada ku.


" Kayla , apa yang terjadi selama beberapa hari yang lalu ? "


" Kayla waktu itu di sekolah , dan terjatuh beberapa jam tak sadarkan diri lalu di tolong kakak yang kemarin "


" terjatuh dimana nak , sampai harus memakai tongkat "


" di dalam lubang tanah yang tak terlalu dalam "


" apakah sudah terasa membaik nak "


" sudah tidak sakit bu hanya saja sedikit terasa ngilu "


" ibu doakan semoga cepat sembuh nak" lalu ibu mencium jidat ku dan memeluk ku.


Tapi di sisi lain Khai tidak benar benar pergi meninggalkan dapur dia sebenarnya masih di pertengahan dapur dan ruang makan , Khai mengintip dari kejauhan dan membatin.

__ADS_1


"Cih , suatu saat kau tak pernah bahagia Kayla ku sayang "


Lalu Khai pun meninggalkan ruangan tersebut.


Kayla dan ibu kini sedang memasak bersama , tapi karna keadaan Kayla yang seperti itu Kayla hanya membantu sebisanya saja.


Setelah semua makanan matang aku membantu ibu membawanya ke meja pelan pelan ku berjalan.


Semua makanan telah tertata rapih di meja Ayah pun masuk ke dalam rumah , terlihat dari pakaiannya ayah baru saja dari masjid.


" Astagfirulah , Kayla ada apa dengan kaki mu itu"


" aih ini cuma jatuh kok yah , gapapa bentar lagi juga sembuh . hi "


Setelah itu semua keluarga berkumpul dan sarapan bersama aku duduk dan menaruh tongkat ku .


Saat sedang menikmati makanan yang di masak ibu sedari tadi kak Feni menatapku dengan tatapan tajam.


Ada apa dengan mu kak, batinku sedikit kecewa dengan perilaku kakak tapi aku tetap bersikap biasa saja seolah tak melihat nya.


Tak lama kemudian semua nya telah selesai sarapan dan semua yang ada di meja di bersihkan oleh ibu.


Lalu setelah ibu selesai membereskan nya aku bertanya kepadanya.


" ibu apakah aku boleh masuk sekolah ? "


" boleh saja tapi bagaiman dengan kaki mu nak"


" tak apa bu aku bisa mengatasinya "


" ya sudah kalau begitu nak"


byurrr ~


Setelah selesai mandi langsung saja ku berganti seragam tak lupa mengambil buku.


Lalu ku ingin mengecek ponsel ku tapi itu tak bisa kulakukan karna ponsel ku di mana letaknya aku juga tak tau.


Hmmm


mungkin ponsel ku tertinggal di sekolah atau mungkin di simpan oleh Amanah atau Fera.


Aku mengambil tas sekolah dan tak lupa memakai sepatu sebenarnya jika di pakaikan sepatu kaki ku terasa sakit tapi tak apa yang penting sopan.


Setelah aku siap aku berpamitan dengan kedua orang tua ku , aku berangkat ke sekolah sendiri karna takut merepotkan kak Feni.


Tetapi saat aku berada di depan rumah ada sebuah mobil sport yang seperti nya pernah ku lihat sebelumnya.


Klik ~


terlihat kaki turun dari pintu mobil itu dan orang itu ternyata Kak Faiz yang menolong ku waktu itu.


" hai Kayla , aku akan mengantar mu ke sekolah "


" tak perlu kak saya bisa sendiri kok"


" jangan menolak , kamu sudah jadi pacar ku jadi mulailah belajar mengenalku "

__ADS_1


" ya kak saya mau kok".


Lalu Faiz membuka kan pintu dan menyuruh ku masuk tak lupa tongkat ku di taruh di mobil bagian belakang.


Hais kak Faiz ini agamanya apa sih kok gak pernah ngucap salam , mau tanya tapi itu kan privasi seseorang jadi itu tidak lah sopan.


Di dalam mobil ~


kondisinya sangatlah senyap karna kami berdua tak berbincang sama sekali , tak ada musik atau apapun di dalam mobil.


Mobil terus saja berjalan melewati jalanan yang masih segar di pagi hari.


Setelah beberapa saat mobil yang di kendarai Faiz sudah sampai di depan sekolah ku.


Lalu aku pun turun dan pelan pelan kak Faiz juga membantuku , aku berjalan dengan tongkat ku kak Faiz tak langsung pergi tapi dia juga mengantarkan ku sampai masuk ke dalam kelas.


Sesampainya di dalam kelas ke tiga sahabatku membantu ku berjalan lalu aku duduk di sebelah Feri seperti biasa.


Semua sahabatku mengerubungi ku juga dengan heboh nya bertanya tanya pada ku.


Anisa : Kayla kamu kemana aja beberapa hari lalu


Kayla : nanti aja ya aku ceritanya kalau di bahas sekarang nggak bisa


Fera : lha cowok itu tadi siapa ?


belum sempatKayla menjawab Feri pun juga bertanya


Feri : kakak mu kok gak nganter , malah kamu sama cowok.


Kayla : nanti aja deh ceritanya capek nih baru dateng langsung di wawancara gitu


Lalu semua sahabatku diam karna tau sebentar lagi akan ada guru datang .


Hari ini pembelajaran pertama dengan mata pelajaran bahasa Arab yang di ampu oleh pak killer.


Kami semua menunggu bel kelas masuk karna sekarang hari rabu jadi pulang sekolah hanya jam 12: 00 siang waktu pulang yang sangat cepat.


Kriiiiing kriingg ~


suara bel masuk kelas dan waktu pembelajaran di mulai.


Tak tak klieeek~


guru killer nya pun masuk sambil membawa setumpuk buku paket yang tebal.


Aih itu buku tebel amat dah , jangan jangan suruh nyalin lagi. Ucap Feri sambil menyenggol ku dengan siku nya.


Pembelajaran dimulai ~


" anak anak sekarang tugas kalian menyalin dan menghafalkan dari buku halaman 1 sampai 25 tifak boleh kurang atau bahkan tak mwngerjakan lihat saja nanti akan ada hadiah bila tak mengerjakan nya"


Lalu Pak Arif keluar ruangan , mungkin mau mengecek di kantor guru.


btw…


maaf kk up nya dikit , soalnya setiap up aku ketik nya malem jadi cuma bisa kasi sedikit eps . Mungkin kapan kapan aku bisa up banyak.

__ADS_1


Hallo kk jangan lupa klik favorit dan like ya thank you all🍃🌷🍃


__ADS_2