Jalan Takdir Ku

Jalan Takdir Ku
Pendekatan


__ADS_3

Pak Arif keluar dari kelas dan mungkin pergi ke kantor guru.


Lalu kami semua se kelas mengerjakan tugas yang telah di berikan oleh pak Arif .


Seluruh isi ruangan kelas menjadi sunyi karna semua sibuk mengerjakan tugas masing masing.


Tak lama kemudian aku selesai mengerjakan tugas , kulihat Feri sepertinya juga mau selesai tapi yang lainya masih tetap sibuk mengerjakan.


" eh Kayla , kaki mu itu bisa di gerakin gak sih "


" masih belum bisa, mungkin beberapa minggu baru sembuh "


" masih sakit gak? "


" aduh Feri kamu selasai in tugas mu dulu malah ngajak ngobrol "


" ya udah kukerjain nih "


Lalu setelah 2 jam


kemudian guru killer itu pun masuk dan mengambil semua tugas yg sudah di kerjakan oleh semua siswa dan pergi ke luar kelas begitu saja tanpa mengucapkan salam.


Setelah itu masuklah guru pelajaran berikutnya bahasa indonesia.


bu vani datang dan memberitahukan jika besok pelajaran Tik ( teknologi informasi dan komputer ) akan ada seorang ceo yang mendampingi pelajaran tersebut .


" anak anak besok pembelajaran Tik akan di dampingi oleh ceo Fariz Faiz jadi kalian semua harus bisa serius dalam pelajaran esok juga harus bisa menjaga sikap kalian .


Hah Faiz gak salah dengar nih bukannya itu kakak yang nolongin aku . batin ku dalam hati.


kriiiiing


jam istirahat pukul setengah sebelas pun berbunyi.


Guru yang baru saja masuk pun keluar tak jadi mengajar siswa.


Lalu semua siswa pun berhamburan keluar kelas kecuali aku dan sahabatku.


Fera: Kayla kamu gak mau keluar kah


Kayla : bukannya gak mau , aku lagi pengen di kelas aja sih


Feri : klo mau keluar ayo Kay , klo kesusahan ntar kita bantu kok


Kayla : gak usah kalian klo mau keluar , keluar aja ga papa kok . aku di sini aja


Lalu sahabat Kayla lebih memilih tidur dari pada meninggalkan Kayla sendirian di, kelas.


Aku kini hanya dapat duduk tenang di kursi toh sebentar lagi pulang.


Setelah 1 jam kemudian


jam istirahat pun telah berakhir.


Semua siswa masuk ke dalam kelas setelah semua siswa masuk guru absen pun masuk dan mengecek siswa karna sebentar lagi pulang.


Setelah itu guru absen menyuruh para siswa untuk berdoa karna sudah waktunya pulang.


Setelah semua selesai berdoa , semua siswa keluar dari kelas aku dan para sahabatku berpisah dan pulang ke rumah masing masing.


Karna aku pulang sendirian aku pelan pelan berjalan karna kak Feni pasti tidak bisa mengantar ku pulang.


Saat aku sudah keluar dari gerbang sekolah aku melewati jalan yang lumayan ramai.


Tiba tiba ada mobil sport dan aku familiar sekali dengan mobil itu.


Aku pun berhenti , dan pemilik mobil itu pun keluar ya itu dia Kak Faiz.


" Kayla , naiklah aku akan mengantar mu pulang "


" tak perlu kak Faiz saya bisa jalan sendiri "

__ADS_1


" jangan lah menolak sayang", goda Faiz


" hus , gak boleh bilang yang seperti itu kak "


" kenapa memang , lagi pula kamu itu pacar ku"


" ya aku tau, tapi kita pacaran tapi tidak boleh berlebihan "


" kenapa memang ?"


" kita ini bukan muhrim "


JLEBBB , hati Faiz pun langsung tertusuk ucapan Kayla.


Memang sekarang belum muhrim Kayla tapi mungkin waktu yang akan datang kamu lah yang akan jadi istriku , batin Faiz dalam hati .


" Kayla intinya kamu saya antar pulang , tak boleh menolak !"


" ya udah deh aku naik nih "


Faiz pun tersenyum dan membantu ku membukakan pintu mobil.


Setelah aku duduk di dalam mobil kak Faiz pun juga sudah duduk di sebelah ku.


Ia pun langsung menyalakan mesin mobil dan mobil pun melaju ke jalanan.


Mobil yang di kendarai oleh Kak Faiz berjalan ke arah jalan yang seperti nya bukan jalan menuju pulang.


" kak Faiz , sepertinya ini bukan jalan pulang"


" ya memang bukan jalan pulang kerumah mu "


" lalu kita akan kemana kak?"


" aku mau ngajak kamu main ke rumah ku"


" oh, tapi saya belum minta ijin ke ibu lho"


" hmm"


Lalu Faiz tak berkata kata lagi dan melanjutkan menjalankan mobil nya dengan cepat.


Tak lama kemudian


sampailah di kediaman Faiz


Lalu Faiz memasukan mobil nya ke garasi dan membuka pintu mobil dan kami keluar dari mobil bersamaan.


" waah rumahnya gede banget , kaya istana "


" suka rumah yang model gini kah? "


" suka , tapi kalau rumah terlalu besar hanya berisi beberapa orang ya percuma "


" rumah ku bakalan rame kok, kalau kita sudah menikah "


" astagfirulah , ngomong nya sembrono sekali kamu ini kak"


" gak sembrono kok, beneran aku mau nya gitu "


" haish , terserah anda ".


Faiz pun membawa ku masuk ke rumah besarnya yang terlihat bagaikan istana besaar.


" yuk masuk kay" , sambil menggandeng tangan ku.


hmmph tak apa lah yang di pegang cuma telapak tangan , batinku dalam hati.


Kami berdua pun masuk ke dalam rumah Faiz.


" Wah , luar nya aja udah luas apalagi dalam nya "

__ADS_1


" seneng deh lihat , Kayla senyum gitu "


" kenapa seneng ?"


" karna Kayla wanita pertama yang bisa nerobos hati kakak "


" maksudnya ?"


" entah lah mungkin kamu akan tau dengan sendirinya "


" oh , gak mau ngasih tau , ya udah "


" Kayla kepo aja nih "


Lalu kami berdua sudah berada di dalam ruang tamu . Di sana banyak sekali para pembantu jika dihitung ada 10 Art di rumah nya kak Faiz.


Pembantu yang ada di rumah milik kak Faiz terus menatap ku dengan tatapan curiga , yang lebih tepatnya terlihat seperti membenci ku.


Aku pun langsung memegang jas kak Faiz , karna terasa tak nyaman dengan tingkah laku pembantu yang ada di sini.


" kenapa Kayla , ada yang aneh kah? "


" ga ada apa apa kok kak "


" yang bener "


" pulang kerumah aja yuk kak"


" baru sampai kok udah mau pulang aja "


" aku mau pulang aja nih, mau istirahat "


" istirahat ? , ya udah klo gitu yuk"


Lalu kak Faiz pun mengantar kan ku pulang kerumah.


Kami berdua keluar dari rumah dan naik mobil kembali , dan pulang ke rumah.


Saat dalam perjalanan pulang kak Faiz tak mengajak ku mengobrol sama sekali , kita berdua hanya saling pandang memandang.


" ada yang mau di tanyakan kah Kayla ? "


" ehm, tidak "


" oh "


Mobil melaju kembali dan sekarang mulai memasuki komplek rumah kayla.


Setelah sampai aku langsung turun dari mobil dan tak lupa juga mengambil tongkat ku.


" Kak Faiz terima kasih atas tumpangan nya"


" iya sama sama , ehmm apakah aku boleh mampir ? "


" boleh kak , klo gitu ayo masuk "


Tiba tiba ponsel Faiz berdering


drttt drtt


" aku angkat telepon dulu ya kayla "


" silakan kak "


" ya halo , oh ada kasus , ok aku berangkat sekarang "


" Kayla , aku pergi dulu ada hal yang perlu aku selesaikan "


" ah , iya "


Setelah itu Faiz pun bergegas pergi

__ADS_1


sedang kan aku masuk ke dalam rumah


__ADS_2