Jalan Takdir Ku

Jalan Takdir Ku
Operasi


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian dua asisten wanita datang ke rumah sakit dan masuk ke ruangan yang sudah di beritahu oleh Nadyan.


Dua asisten wanita itu langsung masuk ke kamar yang di tempati oleh Kayla dan berdiri di samping kanan dan kiri ranjang.


Keadaan di sekolah ~


Khai kakak Kayla yang sudah berada di sekolah kini sedang mengikuti pembelajaran , saat di dalam kelas Khai merasa ada yang mengganggu nya ternyata panggilan alam kecil.


'aduh gua pake kebelet kencing segala lagi, mau ke toilet tapi yang ngajar sekarang guru killer hadeh'


" kenapa kamu Khai , kebelet ?"


" iya nih Ima , mau ke toilet tapi ada killer "


" tinggal ijin aja napa"


" takut aku sama pak Arif"


Pak Arif : guru bahasa arab yang terkenal dengan ketampanan nya dan cara mengajar siswa yang seperti setan(killer abis).


" ya udah aku yang bantuin ijin "


" malu ih"


"gpp daripada ngompol"


" ya udah deh terserah lu ma"


" nah gitu , dari tadi kek"


" his , cepetan udah di ujung nih"


`` pak arif Khai mau ijin ke kamar mandi ``, sambil mengangkat tangan


" ha , ke kamar mandi emang anda kira seperti menyewa rumah, yang ijin siapa yang memakai siapa "


Lalu Ima menurunkan tangan nya dan tidak mengucapkan kata kata lagi, berhubung Khai sudah tak tahan akhirnya ia memberanikan diri meminta ijin ke guru setan.


" pak saya ijin ke kamar mandi "


" nah gini baru benar, silahkan "


Lalu Khai pun beranjak dari bangku nya dan langsung lari secepat kilat ke kamar mandi.


Setelah selesai ke kamar mandi Khai menabrak Fera dan Anisa yang baru saja mau ke kamar mandi.


Anisa : eh ada kak khai, kebetulan banget bisa ketemu disini


Khai: ah iya nih kebetulan banget ya, he ucap Khai sedikit sebal karna bertemu sahabat Kayla


Fera : eh kak Kayla kemana kok masih belum masuk, hum


Khai : aku gak tau, aku duluan ya bye.


Lalu Khai pun pergi dan berlari meninggalkan ke dua sahabat Kayla.


" idihhh , di tanyain kok jawaban nya kaya gak peduli gitu ya , ucap Anisa yang kesal dengan Khai


" iya tuh padahal saudara kandungnya ,aneh "


" udah lah Fer biarin aja namanya juga manusia gak ber akhlak "

__ADS_1


" hih , sebel aku "


Lalu Fera dan Anisa berpisah di kamar mandi yang bersebelahan.


Setelah selesai mereka berdua keluar dari kamar mandi .


Sambil berbincang Fera dan Anisa membicarakan tentang Kayla yang masih belum dapat informasi tentang keadaan Kayla.


" eh Fer kamu kemarin ada dapet Kayla chat gak"


" enggak ada yang chat aku , makanya itu masih khawatir aku ama Kayla "


" iya aku juga gitu , kemarin aku mau ke rumah nya tapi karna malem kan bukan jam tamu berkunjung "


" haih, semoga aja gak ada hal buruk sama Kayla ya "


" kita doakan aja Kayla semoga selalu dalam lindungan Allah "


" iya ,semoga terkabul amin "


Setelah sedikit mengobrol mereka pun sampai di kelas dan duduk sambil menunggu bel pergantian pelajaran.


kriingg kriingg tak~


tepat pukul sebelas waktunya pergantian pelajaran juga waktu break time.


Di kantor Faiz bekerja ~


Faiz dan para kliennya sedang mengadakan meeting perkembangan saham yang ada di seluruh hotel yang ia miliki.


perkembangan dari hotel City park dan hotel flowers eksklusif mengalami peningkatan yang tinggi , karna sudah tau pokok penting dalam meeting nya itu Faiz langsung keluar tanpa menunggu meeting selesai.


Setelah keluar dari kantor nya Faiz langsung masuk ke dalam parkiran bawah tanah dan berjalan ke arah mobil sport milik nya.


Faiz melaju kan mobilnya dengan kecepatan yang cepat seperti kilat sampai sampai polisi tidak bisa mengejarnya.


Mobil masih berjalan dan hingga akhirnya mobil yang dikendarai sudah sampai ke tempat tujuan yaitu rumah sakit tempat Kayla.


Faiz pun masuk ke dalam rumah sakit lalu masuk ke kamar tempat Kayla di rawat.


Karna kamar Kayla di jaga oleh dua asisten , Faiz menyuruh asisten nya itu keluar dari ruangan.


'' Kalian berdua silahkan pergi , dan mintalah pekerjaan yang lain ke Nadyan"


" baik bos, kalau begitu kami pamit undur diri "


Lalu kedua asisten bawahan Nadyan pun pergi meninggalkan ruangan , dan kini hanya ada Faiz dan Kayla di dalam ruangan.


Gadis kecil apakah kau tahu , aku sebenarnya tak pernah membawa wanita atau menolong wanita siapapun itu walau sekalipun itu ibu ku ,, ucap Faiz yang masih berdiri di samping ranjang Kayla.


Oh tuhan kenapa aku bisa menolong dan memperhatikan gadis yang di depan ku ini,


aku sangat benci wanita tapi mengapa aku tak bisa membenci mu wahai gadis kecil , tangan Faiz pun menyentuh punggung tangan Kayla.


Tiba tiba ada sedikit pergerakan pada tangan Kayla , dan tetesan air mata Kayla turun membasahi pipinya yang sedikit chuby.


Menyadari Kayla yang sedikit ada respon Faiz pun langsung berteriak memanggil dokter , dan tak berselang lama dokter yang merawat Kayla pun datang dan masuk ke dalam ruangan.


" Ada apa saudara Faiz ?"


" ini dok tangan Kayla bergerak dan dia juga sedikit meneteskan air mata"

__ADS_1


Mendengar ada respon dari pasien dokter itu pun langsung memeriksa keadaan Kayla.


" Saudara Faiz , keadaan Kayla sudah lebih membaik dari pada sebelumnya "


" syukurlah , dia sudah membaik "


" Saudara Faiz , saya akan pergi dulu memeriksa pasien yang lain, jika Kayla sudah sadar nanti anda bisa memanggil saya lagi"


" iya dok , terima kasih atas infonya ."


Lalu dokter itu pun tersenyum dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Faiz pun duduk di sofa sebelah ranjang Kayla dan menunggu akan sadar nya Kayla.


Tapi karna Faiz lelah karna sudah mengurus kantor dan juga Kayla tak lama kemudian ia tidur dalam posisi duduk kepala menunduk ke bawah.


3 jam kemudian ~


Kayla pun tersadar dan sedikit demi sedikit membuka mata sayu nya nan lentik.


Kayla membuka mata sepenuhnya dan mulai mengamati seluruh ruangan yang tak ia kenali.


" Aku ada dimana ini " , sambil menengok ke arah samping kanan dan kiri .


Tiba tiba Kayla langsung terkejut karna ada se sosok pria yang tengah tidur dalam posisi duduk.


Ya allah siapa dia , dan kenapa saya bisa berada di tempat ini . Batin Kayla yang sedikit kebingungan.


Faiz pun merasakan seperti ada sesuatu yang mengusik tidur nya dan membuat ia terbangun.


" Dik, kamu sudah sadar "


" siapa anda , dan kenapa saya bisa ada disini ? "


" kamu terjatuh di hutan , dan saya yang membawa kamu ke sini"


" dimana sekarang saya berada ?"


" kamu ada di rumah sakit, dan sedang di rawat ".


Ya allah saya di rumah sakit apa yang terjadi sekarang ini apakah kondisi ku tak baik , lalu Kayla berusaha ingin turun dari ranjang nya tapi .


Kaki Kayla yang bagian kiri tak ada rasa apapun serasa kaki kiri nya hilang.


Kayla pun menangis karna kaki nya seperti tidak dalam keadaan yang normal.


" apa yang terjadi dengan kaki ku" , hiks hiks


" erm, itu kata dokter kakinya harus di operasi "


Kayla pun teringat akan kakinya yang terasa membengkak ke biruan saat ter jatuh ke hutan.


Karna Faiz teringat pesan yang di katakan dokter ia pun langsung memanggil dokter itu agar segera memeriksa keadaan Kayla.


*Dokter , dokter kemarilah , teriak Faiz dari kamar Kayla.


Dokter yang memeriksa pun datang dan menyuruh Faiz keluar karna sebentar lagi akan di mulai nya operasi pemasangan platina di kaki kayla yang retak.


Tak lama kemudian dokter itu di susul oleh suster dan perawat lain sekitar 6 orang dan masuk ke ruangan .


Setelah semua masuk para perawat dan dokter memindahkan Kayla di ruang operasi.

__ADS_1


Faiz pun hanya bisa menunggu Kayla yang sebentar lagi menjalankan operasi hanya doa yang dapat membantu kelancaran nya.


__ADS_2