Jalan Takdirku

Jalan Takdirku
Prolog


__ADS_3

Perkenalkan aku Wulan Cahya Putri, anak kedua dari Ayah Herman Cahya dan Ibu Indah Putri. Aku memiliki kakak laki-laki bernama Andika Cahya Putra yang sekarang sedang melanjutkan kuliah di ITS Surabaya semester 3. Kakakku mengambil jurusan Teknik Perkapalan, yang merupakan cita-cita kakakku dari dulu. Kak Dika memang pandai dalam hal hitung menghitung apa lagi pelajaran matematika, fisika dan bahasa inggris. Tak salah kalau kakak mendapat beasiswa untuk pendidikannya.


Kak Dika sangat tampan, dengan lesung pipit di sebelah kanan menambah kesan manisnya. Waktu SMA kakak selalu menjadi kebanggaan guru-guru karena dia selalu memenangkan olimpiade yang diadakan sekolah lain atau pun pemerintah. Bukan hanya guru-guru saja, kak Dika menjadi incaran banyak cewek di sekolah mulai dari senior hingga junior.

__ADS_1


Aku juga tak kalah sama kak Dika, aku juga terkenal cantik. Banyak cowok yang mengejar ngejar aku tapi semua aku tolak. Bukannya sombong ya karena aku gak mau pacaran dulu. Aku juga memiliki lesung pipit di kedua pipiku yang menambah kesan manis. Kemana mana aku selalu memakai jilbab karena sudah menjadi ajaran orang tuaku agar selalu menutupi aurat sebagai perempuan. Sekarang aku hampir lulus SMA dan aku ingin melanjutkan cita-citaku menjadi dokter. Tapi aku harus mengurungkan niatku dulu karena biaya mendidikan untuk kedokteran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Aku memutuskan untuk mencari beasiswa untuk meringankan beban orang tuaku.


Orang tuaku bekerja sebagai petani. Mereka memiliki beberapa petak sawah peninggalan dari nenekku dan sawah yang lainnya hasil dari jerih payah ayah ibu saat mereka bekerja di Sawah orang lain untuk membeli sawah. Meskipun ayah sudah berumur tapi tetap kelihatan tampan. Kata ibu semasa muda ayah memang sangat tampan dan dikagumi para wanita. Ayah juga pandai dalam hal agama, kata ayah almarhum kakekku dulu adalah ustad jadi ayah mewarisi ilmu kakek.

__ADS_1


Ibuku juga tak kalah cantiknya. Ia pandai dalam hal pelajaran. Beliau dulu sekolah hanya sampai tamat SMA saja karena orang tua ibu tidak punya biaya untuk menyekolahkan ibu. Begitu pun ayah, beliau hanya tamatan SMK jurusan teknik jadi dia lebih memilih untuk bekerja saja.


Jika di sekolah aku dan kakakku memiliki sifat cuek dan dingin tapi jika dirumah aku kakak selalu jail padaku dan kami selalu berantem. Tapi kami diajarkan ayah untuk saling memafkan dan ayah juga mengarkan pada aku dan kakak tentang agama. Jadi kami berantem tidak berlangsung lama cuman beberapa jam aja hehehe.

__ADS_1


Aku dan kakak tidak pernah mempunyai pacar, jatuh cinta aja aku dan kakak tidak pernah. Ayah selalu mengajarkan kepada kita bahwa sebagai umat muslim kita dilarang pacaran agar terjauh dari zina. Dan kami memutuskan untuk tidak pacaran sebelum kami sukses.


Aku sangat meyanyangi kakakku begitupun kakak. Jika aku sakit kakak selalu maju nomer 1. Dia pun akan tidur denganku bila aku sakit. Begitu pun aku, jika kakak yang sakit aku akan menjadi ibu bagi kakak hehehe. Meskipun kita biasanya tidur satu ranjang kami selalu mengerti batasan kami.

__ADS_1


__ADS_2