Jalan Takdirku

Jalan Takdirku
3


__ADS_3

"Begitulah nak ceritanya, jadi ayah harap kamu merahasiakan ini dari wulan ya" ucap ayah berkaca kaca


"Jadi wulan bukan adik kandungku yah?" tanya dika


"Bukan nak, Wulan anak dari sahabat ibu kamu bernama Dinda Sanjaya dan Bayu Sanjaya" ucap ibu


"Kok namanya sama bu ? sanjaya?" tanya dika


"Itu marga keluarga suaminya tante dinda nak, sebenarnya nama tante dinda itu dinda puspita karena marga suaminya sanjaya jadi namanya diganti nak" jelas ibu


"Oh berarti wulan anak orang kaya bu?" tanya dika


"Iya nak, sanjaya merupakan perusahaan terbesar di Indonesia, Bayu Sanjaya merupakan anak tunggal serta pewaris dari perusahaan itu nak. Dan Dinda anak dari pemilik perusahaan bernama AG Company nak" jelas ibu


"Wow.. tapi sampai saat ini kenapa orang tua wulan belum menjemput bu?" tanya dika


"Sebenarnya kita itu dulu tinggal di Jakarta nak, karena ayah dan ibu takut kalau teror itu akan mencari keberadaan anak wulan nak jafi ayah dan ibu memutuskan untuk pindah ke Surabaya" jelas ayah


"Ohh begitu"


"Ayah dan ibu mohon nak jangan beritahu wulan ya ayah takut kalau dia nanti depresi dan nekat nak yah takut, ayah sangat menyayangi wulan" Ucap ayah sambil menyeka air matanya


"Iya ayah dika juga sangat meyayangi Wulan" Ucap dika


"Kami akan memberi tahu kalau dia sudah berumur 20 tahun nak, itu waktu yang cukup matang" ucap ibu


"Iya bu dika akan simpan rapat rapat" ucap dika tersenyum


β—‹


"Kak sarapan dulu" ucap wulan sambil menyiapkan makanan


"Iyaa sayangnya kakak" ucap dika sambil tersenyum


"Ih kakak"


"Hahaha kenap emang? kakak kan sayang sama adek kakak yang comel ini hahaha"


"Bodo"

__ADS_1


"Cepet habisin kak aku mau curhat nih" ucap wulan kesal


"Iya iya adek kakak yang cantik bak bidadari"


"Kamu gak makan dek?"


"Tadi udah"


"Apa kamu juga punya perasaan sama kakak dek? apa kakak aja yang cinta kamu dek? maafin kakak dek, kakak gak bisa tahan perasaan ini" gumam dika menyendokkan makanan ke mulutnya sambil menatap wulan


"Kak aku mau ambil gitar dulu"


" Ya"


Wulan pun mengambil gitar dan mulai memetik


Aku bisa membuatmu


Jatuh cinta kepadaku


Meski kau tak cinta


Beri sedikit waktu


Biar cinta datang


karna tlah terbiasa


"Wow suaramu makin merdu aja dek" ucap dika tersenyum


"Ahh kakak aku kan malu" ucap wulan dengan pipi merah seperti tomat


"Yaampun kenapa tuh pipi kamu" ucap dika terkekeh sambil mencubit pipi adeknya


"Isss apasih kak dika" mengepis tangan dika


"Katanya mau curhat ?" tanya dika


"Hem kak.. gimana ya mulainya" ucap wulan bingung

__ADS_1


"Haduh cerita aja gak usah disembunyiin sama kakak" ucap dika tersenyum


"Kak aku mau jadi dokter"


"Hahahaha cuma kaya gitu kamu sampai bingung" " hahahaha"


"Apasih kak jangan tertawa dong" ucap cemberut


"Terus kenapa?"


"Aku mau kuliah kak di UI" ucap wulan


"Kok di UI dek kenapa gak di Unair aja kan deket kalau UI jauh dek" ucap dika bingung


"Kalau wulan ke jakarta dia akan ketemu sama mama papanya, eh kok aku jadi gak rela ya? aku takut nanti dia gak ada yang jaga" gumam dika sambil melamun


"Tapi aku mau ke UI kak, nanti aku coba daftar 2 ya kak, pilihan 1 FK UI pilihan 2 FK Unair gimana ?" tanya wulan


"Nanti kamu tanya ayah ibu aja dek, kakak gak bisa kasih izin, nanti kalau kamu fi jakarta gak ada yang jaga dek kakak khawatir" ucap dika lesu


"Tenang aja kakakku sayang aku pasti bisa jaga diri dengan baik kok, apa kakak gak tahu kalau aku anak karate heheh" ucap wulan tersenyum


"Iya nanti adek tanya sama ayah ibu kak, ini kebetulan anak jalur beasiswa kak jadi kalau adek lolos adek bisa ambil FK tanda mengeluarkan uang untuk biaya adek kak" jelas wulan


"Iya dek kakak ngerti tapi kamu harus ijin sama ayah ibu dulu ya" ucap dika


"Iya kakak nanti adek tanya"


"Kak ayo nyanyi nanti adek gitarin" ucap wulan sambil tersenyum


"Wahh kamu ngledek kakak dek? kalau kakak gak bisa main gitar ya?" jawab dika terkekeh


"Siapa yang ngledek aku cuma nawarin aja kalau gak mau ya udah" ucap wulan yang beranjak tapi tangannya ditahan oleh dika


"Ya ya dek kakak yang nyanyi kamu yang gitar" ucap dika


"Okee kak ayo mulai, intro dulu ya kak" ucap wulan


"Okeee dek"

__ADS_1


__ADS_2