
Dika pun keluar dari ruangan dokter dan menuju ke ayahnya.
"Gimana kata dokter dik?" tanya Ayah Herman
"Wulan terkena DB yah dan dia juga stress" ucap dika lirih
"Astagfirullah kok bisa sampai stress dik?"
"Hem.. sebenarnya dia lagi patah hati ayah" jawab dika cengegesan
"Hah? patah hati? sama siapa? kok bisa?" tanya Ayah beruntutan
"Satu satu dong tanyanya yah" sahut dika terkekeh
"Tadi siang dia cerita sama dika yah, dia ada hubungan sama bayu yah temen sekolahnya mungkin, Bayu bilang dia mau pendidikan di Semarang yah untuk jadi polisi tapi sama wulan gak dibolehin dan Bayu tetap memaksa jadi gini ceritanya" ucap dika
"Yaelah anak muda jaman sekarang pacaran gak ada yang bener hahahaha" ucap Ayah Herman terkekeh
"Hahaha kaya ayah gak pernah muda aja" sahut dika tersenyum
"Sebenarnya Bayu sama Wulan itu enggak pacaran yah cuma komitmen" sahut dika lagi
"Ohh.. bagus kalau begitu"
"Ya udah kita masuk dulu liat kondisi Wulan dik" ucap ayah
"iya yah"
Ayah Herman dan Dika masuk ke ruang perawatan Wulan. Dika sedih melihat Wulan yang biasanya ceria menjadi terbaring lemah di Rumah Sakit.
__ADS_1
"Dek cepet sembuh ya" ucap dika lirih sambil mengenggam tangan Wulan
"Kakak sayang sama kamu dek, nanti kalau kamu sakit gimana kakak dek? kakak sendirian dong gak ada yang ngajak berantem hahaha" ucap dika
Dika masih saja memandangi wajah cantik Wulan. "Kamu semakin cantik saja dek, semakin dewasa juga, kakak cinta dan sayang sama kamu dek bukan sebagai adek kakak tapi sebagai seorang perempuan istimewa" gumam Dika dalam hati. Dika pun mengecup kening Wulan. Kemudian beranjak dari tempat duduk sebelah wulan ke sofa bersama ayahnya.
"Ayah kalau cape pulang aja biar dika yang menjaga Wulan" ucap Dika
"Iya dik ayah pulang dulu ya mau mengabari ibumu, kalau ada apa apa kamu kabari ayah ya" ucap ayah
"Iya yah hati hati" sahut dika
"iya"
Semenatar Di rumah Ayah Dika
"Dika sama wulan juga tidak ada"
Tok Tok Tok
Ckrrkkk
"Ayah?" ucap Ibu indah kaget
"Ayah darimana?" tanya ibu indah
"Ayah di rumah sakit bu" ucap ayah
Ayah melangkah masuk rumah dan duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Hah rumah sakita? siapa yang sakit?" tanya ibu indah
"Wulan bu" ucap ayah lirih
"Wulan kok bisa? kenapa ayah gak mengabari ibu?" ucap bu indah sesengukan
"Tadi ayah buru buru bu saat dika mengetok pintu dan bilang kalau wulan demam tinggi, ayah gak tega bangunin ibu jadi ayah ke rumah sakit sama dika bu" ucap ayah
"Terus wulan sakit apa yah?" tanya bu indah
"DB sama stress bu"
"Hah? kok bisa stress ?"
"Dia LDR sama pacarnya hahaha" ucap ayah Herman terkekeh
"Ayah kok ada ada saja sih, yang bener dong kalau ngomong" ucap bu indah terkekeh
"Iya bu dika bilang begitu sama ayah tadi"
"Wah gak nyangka ya yah kalau anak kita udah besar besar ibu merasa baru kemarin deh mengendong mereka" ucap bu indah tersenyum sambil membayangkan masa kecil dika dan wulan
"Ayah juga ngerasa begitu bu"
"Nanti siang ibu mau ke rumah sakit ya yah"
"Tapi ayah gak bisa nemenin ya bu, soalnya ayah harus ke perusahaan"
"Iya yah gak papa kok"
__ADS_1